ilustrasi jas hujan (unsplash.com/Rachel Claire)
Jas hujan untuk mendaki harus ringan, fleksibel, dan gak bikin repot. Pilih ukuran yang fit di badan tapi masih menyisakan ruang buat pakaian lapisan dalam. Sebaiknya pilih jas hujan yang pas di badan, karena ukuran yang terlalu longgar justru bisa menyulitkan pergerakanmu saat menapaki jalur pendakian yang menantang.
Jangan lupa cek berat jas hujan saat dilipat. Idealnya, pilih yang ringan dan ringkas saat disimpan di tas. Banyak jas hujan mendaki modern yang sudah dilengkapi dengan pouch atau kantong penyimpanan khusus, jadi hemat tempat dan praktis dibawa ke mana-mana.
Mendaki gunung saat musim hujan memang menantang, tapi bukan berarti kamu gak bisa menikmati petualangan tersebut. Kalau kamu memilih jas hujan yang sesuai, perjalananmu bisa tetap terasa hangat, kering, dan nyaman meski hujan turun di tengah jalan.
Ingat, perlengkapan yang baik adalah investasi untuk keselamatan dan kenyamananmu di alam bebas. Jadi, jangan asal pilih jas hujan, ya!
Kenapa jas hujan khusus pendakian itu penting? | Karena cuaca gunung bisa berubah tiba-tiba. Jas hujan yang salah bisa membuat tubuh basah, kedinginan, dan meningkatkan risiko hipotermia. |
Model jas hujan apa yang paling cocok untuk mendaki gunung? | Model setelan jaket dan celana. Lebih stabil daripada ponco, tidak mudah tersangkut atau terangkat angin, dan lebih nyaman dipakai bersama carrier (tinggal tambah rain cover untuk tas). |
Apa bedanya waterproof dan water-resistant, dan mana yang harus dipilih? | Waterproof benar-benar menahan hujan deras lebih lama, sedangkan water-resistant hanya tahan percikan dan bisa bocor saat hujan lebat. Untuk mendaki, pilih waterproof dengan acuan rating kolom air minimal 5.000 mm. |
Detail teknis apa yang wajib dicek sebelum membeli? | Pastikan ada ventilasi (punggung/ketiak/zip samping), lapisan dalam yang tidak lengket, jahitan seam-sealed, resleting terlindungi/waterproof, serta desain yang ringan, ringkas, dan fit namun masih muat untuk layering. |