Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bandara (unsplash.com/Erik Odiin)
ilustrasi bandara (unsplash.com/Erik Odiin)

Intinya sih...

  • Cari informasi resmi dari pihak maskapai

  • Informasi jelas dan terpercaya membantu penumpang memahami alasan keterlambatan dan perkiraan waktu keberangkatan berikutnya.

  • Manfaatkan fasilitas bandara

  • Fasilitas bandara dapat meminimalisir risiko ketidaknyamanan dan menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar.

  • Siapkan hiburan dan aktivitas pribadi

  • Aktivitas sederhana membantu mengalihkan perhatian dari rasa bosan, menjaga suasana hati tetap stabil, dan membuat waktu menunggu terasa lebih produktif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Delay pesawat yang berlangsung cukup lama mungkin rentan menimbulkan rasa lelah, bosan, hingga emosi yang tidak stabil bagi para penumpang. Kondisi ini memang bisa mengganggu rencana perjalanan, terutama apabila tidak disertai dengan persiapan mental dan informasi yang memadai.

Walau mungkin tidak sepenuhnya bisa dihindari, namun delay pesawat tetap bisa disikapi dengan cara yang lebih bijak. Simaklah beberapa tips berikut ini untuk menghadapi delay pesawat yang cukup lama agar kamu tetap merasa nyaman dan produktif.

1. Cari informasi resmi dari pihak maskapai

ilustrasi bandara (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)

Pada saat delay, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan mencari terlebih dahulu informasi resmi dari pihak maskapai. Informasi yang jelas dan terpercaya tentu akan membantu para penumpang untuk memahami alasan dari keterlambatan dan juga perkiraan waktu keberangkatan berikutnya.

Dengan mengetahui perkembangan terkini, maka penumpang pun bisa menyesuaikan rencana dengan lebih matang dan tepat. Cara ini juga dapat menghindari risiko kesalahpahaman yang diakibatkan karena informasi yang mungkin tidak tepat.

2. Manfaatkan fasilitas bandara

ilustrasi bandara (pexels.com/Godwin Torres)

Bandara pada umumnya menyediakan berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan selama menunggu delay pesawat. Area duduk yang terasa nyaman, fasilitas pengisian daya, hingga ruang ibadah bisa membantu untuk meminimalisir risiko ketidaknyamanan.

Menggunakan fasilitas yang tersedia dapat membuat waktu tunggu pun menjadi terasa lebih singkat. Para penumpang bisa memanfaatkan area makan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar dan prima.

3. Siapkan hiburan dan aktivitas pribadi

ilustrasi mendengarkan musik (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Delay yang lama sebetulnya bisa diatasi dengan cara mengisi waktu melalui aktivitas ringan. Kebiasaan membaca buku, mendengarkan musik, hingga menonton film bisa membantu untuk mengalihkan perhatian dari rasa bosan yang mungkin dialami.

Aktivitas sederhana bisa membantu untuk memastikan suasana hati tetap stabil dan terjaga dengan baik. Dengan hiburan yang ada, maka waktu menunggu pun bisa terasa lebih produktif dan tidak sampai melelahkan.

4. Jaga kondisi fisik dan emosi

ilustrasi bandara (pexels.com/Anna Shvets)

Menunggu terlalu lama bisa mempengaruhi kondisi fisik dan emosi apabila hal ini tidak disikapi dengan cara yang baik. Penumpang harus benar-benar paham bagaimana caranya menjaga asupan cairan dan istirahat selama berada di bandara agar tidak mengalami kelelahan berlebih.

Mengelola emosi dengan bersikap tenang dapat membantu meminimalisir risiko stres yang diakibatkan karena keterlambatan. Sikap positif ini akan membuat situasi delay pun jadi lebih mudah dihadapi tanpa mengalami masalah berlebih.

Delay pesawat yang cukup lama memang terasa melelahkan, namun bisa dihadapi dengan cara yang tepat. Melalui persiapan dan informasi yang jelas, maka perjalanan akan terasa lebih nyaman dan terkendali. Hadapi delay dengan cara yang tepat agar tidak membuatmu mengalami kelelahan berlebih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian