Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Menghindari Keramaian di Tembok Besar China
Tembok Besar China (unsplash.com/ William Olivieri)
  • Artikel memberikan lima strategi agar wisatawan bisa menikmati Tembok Besar China tanpa terjebak keramaian, mulai dari pemilihan lokasi hingga waktu kunjungan yang tepat.
  • Disarankan memilih area seperti Mutianyu, Jinshanling, atau Simatai yang lebih sepi dibanding Badaling, serta datang di hari kerja dan sebelum pukul 09.00 pagi.
  • Wisatawan juga diingatkan untuk menghindari periode Golden Week dan berjalan lebih jauh ke menara pengawas terujung agar mendapatkan suasana tenang dan pemandangan autentik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Tembok Besar China pasti masuk dalam bucket list liburanmu. Namun, ada satu kenyataan pahit yang sering dihadapi traveler, yakni lautan manusia. Alih-alih merasa keren ala prajurit dinasti, kamu malah merasa seperti sedang antre sembako karena saking padatnya turis.

Tenang, kamu gak perlu membatalkan niat buat ke Tembok Besar China. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa menikmati megahnya tembok raksasa ini tanpa harus kegencet turis yang ramai. Penasaran gimana caranya? Simak beberapa tips ampuh cara menghindari keramaian selama liburan di Tembok Besar China berikut ini!

1. Pilih bagian tembok yang tepat

Tembok Besar Mutianyu (pexels.com/Mehmet Yasin Kabaklı)

Kesalahan paling umum yang dilakukan turis adalah langsung menuju Badaling. Memang, bagian ini yang paling dekat dengan Beijing dan aksesnya sangat mudah. Tapi risikonya, Badaling adalah area yang paling ramai dan sering kali terlihat seperti lautan manusia di foto-foto viral.

Kalau kamu ingin suasana yang lebih santai, coba beralih ke dua bagian ini.

  • Mutianyu: Ini adalah jalan tengah yang sempurna. Mutianyu lebih sepi dibanding Badaling, tapi tetap memiliki fasilitas yang lengkap seperti kereta gantung dan perosotan (toboggan) yang seru buat turun.

  • Jinshanling atau Simatai: Kalau kamu tipe petualang, dua lokasi ini adalah juaranya. Jaraknya memang lebih jauh dari Beijing, tapi kamu bakal disuguhi pemandangan Tembok Besar yang asli, menantang, dan yang paling penting adalah sepi! Cocok buat kamu yang hobi hiking.

2. Atur jadwal di hari kerja

Tembok Besar Mutianyu (unsplash.com/Victoriano Izquierdo)

Waktu adalah kunci. Kalau kamu datang di hari Sabtu atau Minggu, siap-siap saja berbagi ruang dengan ribuan orang lainnya. Untuk pengalaman yang lebih privat, pilihlah waktu kunjungan pada hari kerja, tepatnya antara hari Selasa—Kamis.

Pada hari-hari tersebut, volume turis domestik biasanya menurun drastis, karena mereka sedang bekerja atau sekolah. Kamu pun bisa lebih leluasa mengambil foto tanpa ada gangguan "bocor" dari orang asing di latar belakang fotomu.

3. Tiba sepagi mungkin, kalau bisa sebelum pukul 09.00

Tembok Besar China (pexels.com/Mehmet Yasin Kabaklı)

Tembok Besar China bukan tempat untuk kamu yang hobi bangun siang saat liburan. Strategi terbaik adalah datang sepagi mungkin. Idealnya, kamu sudah harus menginjakkan kaki di area gerbang masuk sebelum pukul 09.00 pagi.

Kenapa pukul 09.00? Karena biasanya bus-bus wisata besar dari agen tur mulai berdatangan pada jam tersebut. Dengan sampai lebih awal, kamu punya waktu sekitar 1—2 jam untuk menikmati keheningan puncak tembok sebelum gerombolan besar datang memenuhi jalur pendakian.

4. Hindari libur nasional China alias Golden Week

Tembok Besar China (unsplash.com/Jeremy Huang)

Ini adalah aturan emas yang gak boleh kamu langgar. Jangan pernah merencanakan kunjungan pada minggu pertama bulan Oktober. Waktu tersebut adalah Golden Week atau Libur Nasional China.

Pada periode ini, jutaan orang di China akan bepergian secara bersamaan. Tembok Besar akan berubah menjadi sangat sesak dan perjalanan kamu tidak akan terasa nyaman sama sekali. Selain itu, harga akomodasi dan transportasi biasanya akan melonjak tajam. Jadi, pastikan kamu mengecek kalender hari libur di China sebelum memesan tiket pesawat, ya!

5. Berjalanlah lebih jauh ke menara pengawas terujung

Tembok Besar China (unsplash.com/Jamie Street)

Kebanyakan turis hanya punya tenaga atau waktu untuk berfoto di sekitar area dekat pintu masuk atau menara pengawas pertama dan kedua. Begitu mereka merasa sudah mendapatkan foto yang bagus, mereka biasanya akan berhenti atau kembali turun.

Nah, di sinilah peluang kamu. Teruslah berjalan lebih jauh ke arah menara-menara pengawas yang lebih tinggi atau lebih ujung. Semakin jauh kamu berjalan, semakin sedikit orang yang kamu temui. Kamu akan menemukan titik-titik tersembunyi yang benar-benar sepi, di mana hanya ada kamu dan kemegahan sejarah di depan mata.

Jika kamu menggunakan cable car untuk naik, cobalah turun di titik tertinggi dan berjalanlah menurun. Cara ini jauh lebih santai bagi kaki kamu daripada harus mendaki dari bawah, sehingga kamu punya energi ekstra untuk mengeksplorasi bagian tembok yang lebih sepi.

Gimana? Ternyata gak sulit buat menikmati Tembok Besar China tanpa gangguan keramaian, kan? Dengan perencanaan yang matang, momen liburan kamu pasti bakal jadi pengalaman yang gak terlupakan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team