Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi wanita duduk di tepi sungai
ilustrasi wanita duduk di tepi sungai (pexels.com/Leah Newhouse)

Intinya sih...

  • Pilih destinasi yang minim keramaian, seperti desa, pegunungan, atau penginapan di tepi danau.

  • Batasi penggunaan gadget sejak awal liburan untuk memberi ruang pada pikiran untuk bernapas.

  • Susun agenda yang longgar dan fleksibel agar memberi ruang untuk spontanitas dan refleksi diri.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa liburan, tapi pikiran tetap penuh dan sulit tenang? Di tengah rutinitas yang serbacepat, banyak orang justru pulang dari liburan dengan tubuh lelah dan kepala makin ramai. Kalau kamu merindukan jeda yang benar-benar hening, quietcation bisa jadi jawaban yang selama ini dicari, lho.

Quietcation adalah konsep liburan yang fokus pada ketenangan, tanpa agenda padat dan minim distraksi. Liburan jenis ini cocok buat kamu yang ingin mengistirahatkan pikiran, bukan sekadar pindah lokasi. Supaya manfaatnya terasa maksimal, ada beberapa tips menjalani quitecation agar pikiran benar-benar istirahat yang bisa diperhatikan berikut ini.

1. Pilih destinasi yang minim keramaian

ilustrasi pegunungan (pexels.com/Marek Piwnicki)

Destinasi memegang peran besar dalam keberhasilan quietcation. Pilih tempat yang jauh dari pusat keramaian, seperti desa, pegunungan, atau penginapan di tepi danau. Suasana yang tenang akan membantu pikiran lebih mudah masuk ke mode istirahat.

Hindari lokasi wisata populer yang penuh turis dan aktivitas bising. Lingkungan yang sepi membuat kamu lebih peka terhadap suara alam dan diri sendiri. Dari sini, proses relaksasi mental bisa berjalan lebih alami.

2. Batasi penggunaan gadget sejak awal

ilustrasi layar ponsel (pixabay.com/JESHOOTS-com)

Quietcation tidak akan efektif jika kamu masih terus terpaku pada layar ponsel. Cobalah menetapkan batasan penggunaan gadget sejak hari pertama liburan. Matikan notifikasi yang tidak penting agar pikiran tidak terusik urusan luar.

Gunakan ponsel hanya untuk kebutuhan penting seperti komunikasi darurat atau dokumentasi seperlunya. Dengan mengurangi paparan layar, otak punya ruang untuk bernapas. Perlahan, kamu akan merasakan pikiran menjadi lebih ringan.

3. Susun agenda yang longgar dan fleksibel

ilustrasi menulis agenda (pexels.com/energepic.com)

Salah satu kunci quietcation adalah tidak memiliki jadwal yang terlalu padat. Biarkan hari berjalan dengan ritme santai tanpa tuntutan harus ke banyak tempat. Agenda yang longgar memberi ruang untuk spontanitas dan refleksi diri.

Kamu bisa mengisi waktu dengan kegiatan sederhana, seperti membaca, berjalan santai, atau sekadar duduk menikmati pemandangan. Tidak ada keharusan untuk selalu produktif selama liburan. Justru di situlah esensi quietcation terasa.

4. Ciptakan rutinitas tenang selama liburan

ilustrasi perempuan minum teh (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Rutinitas kecil yang menenangkan bisa membantu pikiran cepat beradaptasi dengan suasana quietcation. Mulai hari dengan minum teh hangat, meditasi singkat, atau journaling ringan. Kebiasaan ini memberi sinyal pada tubuh bahwa kamu sedang berada di fase istirahat.

Di malam hari, usahakan tidur lebih awal tanpa distraksi berlebih. Hindari menonton konten yang terlalu merangsang emosi. Rutinitas sederhana ini membuat kualitas istirahat mental semakin optimal.

5. Dengarkan kebutuhan diri sendiri

ilustrasi wanita duduk di bangku (pexels.com/Tobi)

Quietcation adalah momen terbaik untuk kembali terhubung dengan diri sendiri. Dengarkan apa yang benar-benar kamu butuhkan, bukan apa yang terlihat menyenangkan di media sosial. Jika ingin diam seharian, itu sepenuhnya sah.

Tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan aktivitas tertentu hanya demi dokumentasi. Fokuslah pada perasaan nyaman dan tenang yang muncul. Dari sana, kamu bisa memahami batas dan kebutuhan mentalmu dengan lebih jujur.

Quietcation bukan tentang pergi jauh atau menghabiskan banyak biaya, melainkan memberi ruang hening untuk diri sendiri. Saat pikiran mulai tenang, kamu akan menyadari bahwa istirahat sejati sering kali hadir dalam kesederhanaan. Siapa tahu, quietcation ini justru jadi hadiah terbaik yang pernah kamu berikan untuk dirimu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team