Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Tidur Nyenyak di Hostel ala Backpacker, Nyaman Banget!

5 Tips Tidur Nyenyak di Hostel ala Backpacker, Nyaman Banget!
ilustrasi hostel (pexels.com/George Pak)
Intinya Sih
  • Artikel membahas tantangan tidur di hostel dan memberikan lima tips agar tetap bisa beristirahat nyaman meski berbagi kamar dengan orang asing.
  • Tips utama meliputi penggunaan earplug dan eye mask, memilih posisi ranjang sesuai kebutuhan, serta mencari hostel dengan tirai atau konsep kapsul untuk menjaga privasi.
  • Ditekankan pentingnya membawa perlengkapan pribadi seperti power bank dan lampu baca, serta menjaga kerapian barang menggunakan loker agar tidur lebih tenang dan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menghabiskan malam di hostel memang jadi pilihan paling cerdas buat kamu yang ingin menghemat bujet saat traveling. Selain harganya yang ramah di kantong, hostel juga jadi tempat paling asyik buat bertemu teman baru dari seluruh dunia.

Namun, harus diakui kalau tidur di kamar asrama (dormitory) bareng orang asing punya tantangannya tersendiri. Mulai dari suara dengkuran teman sekamar, lampu yang tiba-tiba menyala di tengah malam, sampai suara plastik kresek yang berisik bisa bikin kualitas tidurmu menurun. Kalau tidur gak nyenyak, petualanganmu besok pasti jadi kurang maksimal karena badan terasa lemas.

Tenang, kamu gak perlu khawatir. Supaya tetap bisa istirahat dengan kualitas hotel bintang lima di kasur hostel, coba terapkan beberapa tips tidur di hostel berikut ini, deh!

1. Earplug dan eye mask jadi senjata yang harus dimiliki

ilustrasi earplug
ilustrasi earplug (unsplash.com/Mark Paton)

Ini adalah "starter pack" yang gak boleh tertinggal di dalam tasmu. Saat menginap di hostel, kamu gak bisa mengontrol perilaku orang lain. Ada tipe traveler yang baru pulang dari pesta jam 2 pagi, tetapi ada juga yang harus bangun jam 4 pagi untuk mengejar penerbangan.

Gunakan earplug (penyumbat telinga) untuk meredam suara obrolan atau dengkuran yang mengganggu. Selain itu, pakailah eye mask (penutup mata). Alat ini sangat berguna ketika ada teman sekamar yang baru datang dan menyalakan lampu utama saat kamu sudah berada di alam mimpi. Dengan dua alat ini, duniamu akan terasa lebih tenang dan gelap, sehingga hormon melatonin pemicu tidur bisa bekerja maksimal.

2. Strategi memilih posisi ranjang

ilustrasi hostel
ilustrasi hostel (unsplash.com/Zoshua Colah)

Beberapa hostel membolehkan kamu memilih posisi ranjang, baik itu bunk bed atas maupun bawah. Keduanya punya kelebihan masing-masing yang bisa kamu sesuaikan dengan kenyamananmu.

Jika kamu tipe orang yang gak mau ribet, pilihlah kasur bawah. Kelebihannya, kamu lebih mudah menaruh barang, keluar-masuk ke ranjang, dan biasanya terasa lebih kokoh. Namun, kalau kamu lebih mengutamakan privasi, kasur atas sering kali jadi pilihan tepat. Tidur di atas meminimalisir kemungkinan orang lain duduk di pinggiran kasurmu dan biasanya terasa lebih terisolasi dari lalu-lalang orang di lantai kamar.

3. Cari hostel dengan konsep kapsul atau tirai

ilustrasi hostel
ilustrasi hostel (pexels.com/cottonbro studio)

Privasi adalah barang mewah di sebuah hostel. Sebelum melakukan pemesanan, coba cek foto-foto kamarnya di aplikasi. Sangat disarankan untuk mencari hostel yang menyediakan tirai penutup di setiap ranjangnya.

Lebih bagus lagi kalau kamu memilih hostel dengan konsep pod atau kapsul. Dengan adanya tirai atau dinding kapsul, kamu gak akan merasa sedang diawasi oleh orang asing. Kamu bebas berganti pakaian di dalam ranjang atau sekadar ingin merasa punya ruang pribadi tanpa gangguan visual dari luar. Tidur pun terasa lebih aman dan tenang.

4. Siapkan peralatan mandiri, seperti power bank dan lampu baca

ilustrasi hostel
ilustrasi hostel (pixabay.cm/gery)

Salah satu etika dasar di hostel adalah tidak menyalakan lampu utama saat malam hari jika sudah ada yang tidur. Agar kamu tetap bisa beraktivitas tanpa mengganggu orang lain, bawalah barang-barang penting secara mandiri.

Pastikan power bank selalu penuh agar kamu tidak perlu berebut colokan yang mungkin letaknya jauh dari jangkauan tangan. Selain itu, gunakan lampu baca kecil atau cukup manfaatkan senter HP jika ingin mencari sesuatu di dalam tas. Dengan begitu, kamu tetap bisa melihat dengan jelas tanpa harus menciptakan polusi cahaya yang bisa membangunkan teman sekamar.

5. Packing rapi dan manfaatkan loker

ilustrasi hostel
ilustrasi hostel (unsplash.com/Dmitriy Frantsev)

Suasana kamar yang berantakan ternyata bisa mempengaruhi tingkat stres dan kualitas tidur, lho. Jangan membiarkan barang-barangmu berserakan di area ranjang atau di lantai kamar. Selain bikin risih, barang yang berceceran juga berisiko hilang atau terinjak.

Gunakan loker yang sudah disediakan oleh pihak hostel untuk menyimpan tas besar dan barang berharga. Pastikan area di sekitar tempat tidurmu bersih. Dengan kondisi kamar yang rapi, pikiran kamu akan lebih rileks dan kamu gak perlu cemas memikirkan keamanan barang saat sedang terlelap.

Beberapa tips di atas bisa kamu terapkan agar pengalaman menginap di hostel tetap berkesan dan badan tetap segar. Tidur di hostel gak selamanya harus menderita, asalkan kamu tahu trik dan persiapan yang tepat. Selamat mencoba dan salam traveling!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Travel

See More