ilustrasi traveler sedang membeli street food (freepik.com/freepik)
Musim hujan sering membuat orang malas berlama-lama di luar ruangan. Nah, inilah momen yang tepat untuk menjelajah kuliner lokal. Mencicipi makanan khas, terutama yang hangat seperti sup, soto, atau kopi lokal, bisa jadi cara seru menikmati suasana hujan.
Selain memanjakan lidah, wisata kuliner juga memberi pengalaman budaya baru. Setiap daerah memiliki cita rasa khas yang bisa diceritakan kembali sebagai bagian dari pengalaman liburan. Dengan begitu, meski hujan membatasi aktivitas, kamu tetap bisa pulang dengan cerita seru dan perut kenyang.
Liburan saat musim hujan memang membutuhkan effort ekstra, tetapi bukan berarti gak bisa menyenangkan. Dengan mengikuti lima travel hacks di atas, perjalananmu tetap bisa menyenangkan. Jadi, jangan biarkan hujan merusak mood liburanmu!
Apakah liburan saat musim hujan tetap bisa nyaman? | Bisa. Kuncinya memahami cuaca, menyiapkan perlengkapan yang tepat, dan membuat rencana perjalanan yang fleksibel. |
Perlengkapan wajib apa saat traveling di musim hujan? | Payung lipat, jas hujan tipis (cadangan sekali pakai), cover ransel/kantong plastik besar, serta sepatu tahan air atau sandal cepat kering. |
Bagaimana menyusun itinerary agar tidak berantakan saat hujan? | Siapkan opsi destinasi indoor (museum, galeri, mall, wisata kuliner) dan buat itinerary fleksibel: pindah ke indoor saat hujan deras, lanjut outdoor ketika hujan reda. |
Apa yang perlu dibawa untuk melindungi barang dan menjaga stamina? | Gunakan tas/dry bag/pouch tahan air plus ziplock untuk gadget & dokumen. Bawa obat dasar (flu/masuk angin), vitamin, dan minyak angin/balsem; manfaatkan hujan untuk eksplor kuliner hangat. |