Perjalanan tanpa itinerary sering dianggap sebagai bentuk kebebasan paling murni dalam menikmati momen traveling. Banyak orang merasa, kalau semuanya terlalu diatur, justru rasa petualangan berkurang dan kesannya hanya berpindah tempat tanpa rasa kejutan. Namun, di balik kesan bebas itu, selalu ada tantangan yang sebenarnya perlu dipikirkan lebih matang.
Di sisi lain, perjalanan spontan kadang menyimpan cerita tak terduga yang justru menambah pengalaman hidup. Ada momen ketika ketidakpastian justru menciptakan kenangan paling berharga, meskipun tetap ada risiko lelah secara fisik dan mental. Jadi, pertanyaan besarnya adalah, apakah traveling tanpa itinerary masih seru atau justru menyiksa diri? Mari kupas dari berbagai sisi.
