Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arti Titik Kuning dan Merah di Ban Baru, Ternyata Ada Maknanya

Arti Titik Kuning dan Merah di Ban Baru, Ternyata Ada Maknanya
ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret
Intinya Sih
Gini Kak
  • Titik kuning di ban menandai bagian paling ringan yang harus disejajarkan dengan lubang pentil velg agar keseimbangan roda lebih optimal.
  • Titik merah menunjukkan area paling tinggi dan keras pada ban, yang perlu dipasangkan dengan titik terendah velg untuk mencegah getaran saat berkendara.
  • Penyelarasan tepat antara titik kuning dan merah membantu proses balancing lebih efisien, mengurangi penggunaan timah pemberat, serta meningkatkan kenyamanan dan keawetan ban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat memperhatikan dinding samping ban mobil yang baru dibeli, sering kali terlihat noda bulat kecil berwarna kuning atau merah yang mencolok. Banyak pemilik kendaraan yang menganggap tanda tersebut hanyalah sisa coretan dari proses QC pabrik atau sekadar noda kotor yang harus segera dibersihkan demi estetika. Akibat ketidaktahuan ini, tidak sedikit orang yang langsung menggosoknya hingga hilang menggunakan sabun saat mencuci mobil untuk pertama kalinya.

Padahal, titik-titik warna tersebut bukanlah noda tanpa makna, melainkan sebuah panduan presisi yang sengaja disematkan oleh produsen ban. Tanda bulat ini menyimpan rahasia penting mengenai karakteristik fisik ban yang sangat memengaruhi kenyamanan serta keselamatan berkendara. Memahami fungsi di balik kode warna ini akan membantu memastikan bahwa proses pemasangan roda di bengkel telah dilakukan dengan standar profesional yang benar.

1. Titik kuning sebagai penanda bagian paling ringan pada struktur ban

Ilustrasi ban mobil (Freepik/peoplecreations)
Ilustrasi ban mobil (Freepik/peoplecreations)

Dalam proses manufaktur di pabrik, sebuah ban mobil tidak pernah bisa diproduksi dengan tingkat kebulatan bobot yang seratus persen sempurna. Sambungan lembaran karet dan tapak ban di dalam struktur ban selalu menyisakan satu titik spesifik yang memiliki berat sedikit lebih ringan dibandingkan dengan area lainnya. Produsen ban menandai titik dengan berat paling minimum atau lightest point ini menggunakan tanda bulat berwarna kuning.

Di sisi lain, velg roda mobil juga memiliki karakteristik fisik yang serupa, di mana bagian yang paling berat biasanya terletak di sekitar lubang pentil udara karena adanya komponen logam tambahan di area tersebut. Oleh karena itu, seorang montir profesional akan menyelaraskan posisi titik kuning pada ban agar tepat lurus dengan lubang pentil pada velg. Metode penyelarasan bobot ini berfungsi untuk meminimalkan penggunaan timah penyeimbang saat roda masuk ke tahap balancing.

2. Titik merah sebagai indikator titik paling tinggi dan keras

Ilustrasi ban mobil (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi ban mobil (Freepik/Drazen Zigic)

Berbeda dengan tanda kuning yang berfokus pada distribusi bobot, titik merah berkaitan erat dengan dimensi fisik dan tingkat kelenturan karet ban. Ketika ban berputar di bawah tekanan beban mobil, struktur ban akan mengalami pemuaian dan penekanan yang tidak sama rata di setiap sudutnya. Tanda bulat merah ini digunakan untuk menunjukkan area ban yang memiliki titik paling tinggi atau bagian dinding ban yang paling keras (uniformity).

Velg mobil modern sering kali juga memiliki tanda berupa titik cekung atau stiker khusus yang menunjukkan titik paling rendah pada kelengkungannya. Montir yang berpengalaman akan memasang ban dengan cara mempertemukan titik merah pada ban dengan titik terendah pada velg tersebut guna saling meniadakan ketidaksempurnaan bentuk. Penyelarasan dimensi ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya getaran halus pada kemudi saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi di jalan tol.

3. Pentingnya penyelarasan ganda demi proses balancing yang sempurna

ilustrasi ban mobil (pexels.com/olly)
ilustrasi ban mobil (pexels.com/olly)

Ketika ban dan velg dipasang dengan mengabaikan panduan kode warna ini, kedua komponen tersebut berisiko saling memperparah ketidakseimbangan yang sudah ada. Jika titik paling berat pada velg bertemu dengan titik paling berat pada ban, roda akan menjadi sangat tidak stabil saat berputar. Akibatnya, mesin balancing di bengkel akan mendeteksi penyimpangan yang besar dan memaksa montir untuk menempelkan terlalu banyak timah pemberat pada velg.

Penggunaan timah penyeimbang yang berlebihan sebenarnya merupakan indikasi bahwa ban tidak terpasang secara efisien sejak awal proses perakitan. Dengan mengikuti panduan titik warna merah dan kuning, roda mobil akan berputar dengan tingkat kebulatan yang mendekati sempurna secara alami sebelum dibantu oleh timah. Hasil akhir dari ketelitian pemasangan ini adalah putaran roda yang jauh lebih mulus, keausan ban yang merata, serta kenyamanan kabin yang bebas dari getaran mengganggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More