Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal Ini Sering Diabaikan, Bikin Konsumsi BBM Mobil Makin Boros

ilustrasi mengisi bensin mobil
ilustrasi mengisi bensin mobil (pexels.com/Erik Mclean)
Intinya sih...
  • Tekanan ban yang jarang dicekTekanan ban sering dianggap sepele, padahal kurang angin meningkatkan hambatan gulir dan menguras BBM tanpa terasa.
  • Kebiasaan memanaskan mesin terlalu lamaMemahami karakter mesin modern membantu pengemudi lebih bijak dan efisien sejak awal perjalanan.
  • Akselerasi dan pengereman yang agresifBerkendara lebih halus dan konsisten membantu mesin bekerja lebih efisien.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pengemudi merasa sudah berkendara dengan wajar, tapi jarum indikator BBM tetap cepat turun. Kondisi ini sering dianggap wajar karena macet atau jarak tempuh yang jauh, padahal penyebabnya bisa datang dari kebiasaan kecil yang luput dari perhatian. Hal-hal sepele ini bekerja pelan tapi konsisten menggerogoti efisiensi bahan bakar.

Mobil modern memang dirancang semakin efisien, tapi efisiensi itu sangat bergantung pada cara pemakaian sehari-hari. Tanpa disadari, kebiasaan berkendara dan perawatan ringan punya pengaruh besar terhadap konsumsi BBM. Kalau mau dompet lebih aman dan mobil tetap prima, penting banget memahami faktor-faktor tersembunyi ini. Yuk, simak satu per satu hal yang sering diabaikan tapi efeknya nyata ke konsumsi BBM!

1. Tekanan ban yang jarang dicek

ilustrasi mengecek kondisi ban mobil
ilustrasi mengecek kondisi ban mobil (freepik.com/prostooleh)

Tekanan ban sering dianggap urusan sepele karena mobil masih bisa melaju normal. Padahal, ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir dan membuat mesin bekerja lebih keras. Kondisi ini pelan-pelan menguras BBM tanpa terasa.

Saat tekanan ban gak sesuai rekomendasi pabrikan, permukaan ban lebih banyak bersentuhan dengan aspal. Gesekan bertambah dan efisiensi energi menurun secara signifikan. Mengecek tekanan ban secara rutin adalah langkah sederhana yang dampaknya besar terhadap konsumsi BBM.

2. Kebiasaan memanaskan mesin terlalu lama

ilustrasi menyalakan mobil (freepik.com/freepik)
ilustrasi menyalakan mobil (freepik.com/freepik)

Memanaskan mesin memang penting, tapi durasinya sering berlebihan. Mesin modern sebenarnya hanya butuh waktu singkat sebelum siap diajak jalan. Memanaskan mesin terlalu lama hanya membuat BBM terbakar sia-sia dalam kondisi idle.

Saat mesin berada di kondisi idle terlalu lama, pembakaran terjadi tanpa pergerakan kendaraan. Ini sama saja dengan membuang BBM tanpa jarak tempuh. Memahami karakter mesin modern membantu pengemudi lebih bijak dan efisien sejak awal perjalanan.

3. Akselerasi dan pengereman yang agresif

ilustrasi mengemudi mobil
ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Luke Miller)

Cara menginjak pedal gas punya pengaruh besar terhadap konsumsi BBM. Akselerasi mendadak membuat mesin menyemprotkan BBM lebih banyak dalam waktu singkat. Kebiasaan ini sering muncul tanpa sadar, terutama di lalu lintas padat.

Begitu juga dengan pengereman kasar yang menghilangkan momentum kendaraan. Energi yang sudah terpakai jadi terbuang dan harus digantikan dengan tambahan BBM saat akselerasi ulang. Berkendara lebih halus dan konsisten membantu mesin bekerja lebih efisien.

4. Beban berlebih di dalam mobil

ilustrasi beban mobil
ilustrasi beban mobil (pexels.com/Karola G)

Barang-barang yang menumpuk di bagasi sering dianggap gak masalah karena jarang terlihat. Padahal, beban berlebih meningkatkan bobot kendaraan dan memaksa mesin bekerja ekstra. Setiap kilogram tambahan berkontribusi pada konsumsi BBM yang lebih tinggi.

Mobil yang membawa beban berlebih juga mengalami peningkatan drag dan penurunan respons mesin. Efeknya mungkin gak langsung terasa, tapi jelas berdampak dalam perjalanan harian. Mengosongkan barang yang gak perlu adalah langkah sederhana untuk efisiensi jangka panjang.

5. Jarang melakukan servis ringan berkala

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Servis ringan sering ditunda karena mobil masih terasa normal. Padahal, filter udara kotor, oli yang sudah menurun kualitasnya, dan busi aus bisa membuat pembakaran gak optimal. Mesin akhirnya butuh lebih banyak BBM untuk performa yang sama.

Perawatan berkala menjaga semua komponen bekerja selaras dan efisien. Mesin yang sehat menghasilkan pembakaran lebih bersih dan hemat bahan bakar. Servis rutin bukan sekadar soal performa, tapi juga investasi jangka panjang untuk konsumsi BBM yang lebih terkendali.

Konsumsi BBM yang boros sering kali berasal dari kebiasaan kecil yang terlihat sepele. Mulai dari tekanan ban hingga gaya berkendara, semuanya saling berkaitan dan berdampak nyata. Dengan lebih sadar terhadap detail-detail ini, efisiensi BBM bisa meningkat tanpa harus mengubah mobil. Perjalanan pun terasa lebih ringan, nyaman, dan ramah untuk kondisi keuangan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

5 Tanda Kamu Harus Segera Jual Mobilmu, sebelum Bolak-balik Bengkel

20 Jan 2026, 22:12 WIBAutomotive