Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jetour T2 Pamer Kekuatan Struktur, Tahan Beban hingga 350 kg

Jetour T2 Pamer Kekuatan Struktur, Tahan Beban hingga 350 kg
Jetour T2 dirancang tangguh, cocok untuk berbagai medan jalan (IDN Times/Fadhliansyah)
Intinya Sih
  • Jetour Indonesia mendemonstrasikan kekuatan struktur Jetour T2 yang mampu menahan beban lebih dari 350 kg, menegaskan fokus pada keamanan dan ketangguhan kendaraan jelang musim mudik.
  • Jetour T2 dibangun dengan 80 persen high-strength steel dan teknologi Hardtop Cage Body Monocoque, dilengkapi fitur visibilitas 540 derajat serta kemampuan melintasi genangan hingga 700 mm.
  • SUV ini mengusung ADAS Bosch Suite Level 2 untuk bantu pengemudi tetap aman, disertai program Free Check-Up dan Bengkel Siaga guna mendukung perjalanan mudik konsumen di seluruh Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menjelang periode mudik Lebaran, kebutuhan kendaraan yang aman dan tangguh menjadi perhatian penting bagi banyak pengemudi.

Kondisi perjalanan jarak jauh dengan lalu lintas padat serta variasi medan jalan menuntut kendaraan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki struktur dan teknologi keselamatan yang memadai.

Melihat kondisi tersebut, Jetour Indonesia menyoroti ketangguhan SUV andalannya, Jetour T2, melalui demonstrasi kekuatan struktur kendaraan dalam acara Media Iftar di MGP Space, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Pada demonstrasi tersebut, kendaraan memperlihatkan kemampuan struktur bodi yang mampu menahan beban lebih dari 350 kilogram sebagai bukti kekokohan konstruksinya.

1. Struktur bodi kokoh dengan material high-strength steel

JETOUR T2 Dirancang Tangguh Untuk Berbagai Medan,  Buktikan Kekuatannya Lewat Demonstrasi Struktur yang Kokoh.jpeg
Mampu menopang beban hingga 350 kg (Dok. Jetour)

Jetour T2 dirancang dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang mengandalkan penggunaan hingga 80 persen high-strength steel. Konstruksi ini memberikan stabilitas tinggi sekaligus meningkatkan perlindungan bagi penumpang saat kendaraan menghadapi berbagai kondisi jalan.

Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi fondasi utama dalam pengembangan kendaraan tersebut.

“Bagi Jetour, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan 80 persen high-strength steel, sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi dengan kemampuan static load hingga 300 kilogram serta torsion rigidity mencapai 31.000 Nm/degree,” jelasnya.

Ia menambahkan, demonstrasi kekuatan struktur dilakukan untuk menunjukkan bahwa ketangguhan kendaraan bukan sekadar klaim, melainkan bagian dari desain keamanan yang nyata.

2. Dilengkapi teknologi visibilitas dan kemampuan lintas medan

Test drive Jetour T2
Test drive Jetour T2 (IDN Times/Fadhliansyah)

Selain struktur bodi yang kuat, Jetour T2 juga dibekali sejumlah teknologi yang mendukung keselamatan dan kemudahan berkendara.

Salah satunya adalah 540 derajat Jetour Surround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan, termasuk tampilan sasis transparan untuk membantu pengemudi bermanuver di berbagai kondisi.

SUV ini juga dirancang dengan kemampuan Flood Ready & Terrain Ready, sehingga mampu menghadapi beragam kondisi jalan. Melalui fitur Wading Radar, kendaraan dapat mendeteksi kedalaman air secara real time dan melintasi genangan hingga 700 mm.

Ditambah lagi, ground clearance setinggi 220 mm membuat kendaraan lebih siap menghadapi jalan tidak rata atau medan yang sulit diprediksi selama perjalanan jauh.

3. Fitur ADAS dan layanan mudik untuk meningkatkan rasa aman

Identitas visual terbaru Jetour
Identitas visual terbaru Jetour (Dok. Jetour)

Jetour T2 juga dilengkapi ADAS Bosch Suite yang menggabungkan radar generasi kelima dan kamera generasi ketiga. Teknologi ini menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System yang membantu menjaga stabilitas kendaraan, mempertahankan jarak aman, serta memberikan dukungan keselamatan saat berkendara.

“Jika melihat karakter perjalanan mudik di Indonesia, tantangan utamanya adalah volume kendaraan yang sangat besar dalam waktu bersamaan serta durasi perjalanan yang panjang. Banyak pemudik menempuh ratusan hingga ribuan kilometer tanpa jeda yang cukup,” kata Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu pada kesempatan yang sama.

Untuk mendukung perjalanan konsumen selama musim mudik, Jetour Indonesia juga menghadirkan program Free Check-Up di 12 showroom pada 13–17 Maret 2026. Selain itu, tersedia Bengkel Siaga pada 18–24 Maret 2026 untuk pemeriksaan dan perbaikan ringan kendaraan.

Melalui kombinasi struktur kendaraan yang kokoh, teknologi keselamatan modern, serta dukungan layanan purna jual, Jetour berharap konsumen dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan percaya diri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Automotive

See More