Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Buruk Pengendara Ini Membuat Aki Cepat Soak

ilustrasi mengemudi mobil
ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Michael Kahn)
Intinya sih...
  • Membiarkan mesin mati tapi aksesori tetap menyala
  • Terlalu sering melakukan perjalanan jarak pendek
  • Membiarkan kendaraan terlalu lama tidak digunakan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aki kendaraan sering dianggap sepele selama mesin masih bisa menyala dengan normal. Padahal, komponen ini punya peran krusial dalam menyuplai listrik ke berbagai sistem penting, mulai dari starter hingga fitur hiburan. Begitu aki melemah atau soak, kenyamanan berkendara langsung berubah jadi sumber stres.

Masalahnya, aki yang cepat soak sering kali bukan karena usia semata, tapi akibat kebiasaan pengendara sendiri. Tanpa sadar, rutinitas harian justru mempercepat penurunan performa aki. Memahami kebiasaan buruk ini bisa jadi langkah awal untuk menjaga kondisi kendaraan tetap prima. Yuk, cek kebiasaan apa saja yang diam-diam merusak aki kendaraan!

1. Membiarkan mesin mati tapi aksesori tetap menyala

ilustrasi mengemudi mobil
ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/Esmihel Muhammed)

Salah satu kebiasaan paling umum adalah membiarkan mesin mati sementara lampu, audio, atau charger ponsel tetap aktif. Aki akan terus menyuplai listrik tanpa bantuan pengisian dari alternator. Kondisi ini membuat daya aki terkuras secara perlahan tapi pasti.

Saat mesin mati, sistem charging system otomatis berhenti bekerja. Beban listrik yang terus berjalan memaksa aki bekerja sendirian hingga tegangannya turun drastis. Kalau kebiasaan ini sering terjadi, aki akan lebih cepat melemah meski usianya masih tergolong muda.

2. Terlalu sering melakukan perjalanan jarak pendek

ilustrasi mengemudi mobil
ilustrasi mengemudi mobil (pexels.com/Magda Ehlers)

Perjalanan jarak pendek terdengar sepele, tapi efeknya cukup berat bagi aki. Mesin yang hanya menyala sebentar gak memberi waktu cukup bagi alternator untuk mengisi ulang daya aki. Akibatnya, energi yang terpakai saat starter gak tergantikan secara optimal.

Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat kapasitas aki terus menurun. Sistem engine start tetap bekerja, tapi daya simpan aki semakin lemah. Kebiasaan ini sering terjadi di lingkungan perkotaan dengan jarak tempuh singkat dan lalu lintas padat.

3. Membiarkan kendaraan terlalu lama tidak digunakan

ilustrasi mobil parkir
ilustrasi mobil parkir (pexels.com/WAVYVISUALS)

Kendaraan yang jarang dipakai tetap membutuhkan perhatian ekstra. Meski mesin mati, beberapa sistem tetap menarik arus listrik dalam jumlah kecil. Fenomena ini dikenal sebagai parasitic drain yang pelan tapi konsisten.

Kalau kendaraan dibiarkan terlalu lama tanpa dinyalakan, daya aki akan terus berkurang. Dalam kondisi tertentu, aki bahkan bisa soak total sebelum kendaraan kembali digunakan. Menyalakan mesin secara berkala membantu menjaga siklus pengisian tetap berjalan.

4. Terlalu sering menyalakan dan mematikan mesin

ilustrasi starter mobil
ilustrasi starter mobil (freepik.com/prostooleh)

Kebiasaan menyalakan lalu mematikan mesin berulang kali dalam waktu singkat memberi beban berat pada aki. Setiap proses starter membutuhkan daya besar untuk menggerakkan engine. Kalau dilakukan terlalu sering, aki dipaksa bekerja ekstra tanpa jeda pemulihan.

Situasi ini sering terjadi saat kendaraan berhenti sebentar lalu kembali berjalan. Aki yang terus dipaksa menyuplai arus tinggi akan lebih cepat mengalami penurunan performa. Dalam jangka panjang, daya simpan aki gak lagi optimal.

5. Mengabaikan kondisi sistem kelistrikan kendaraan

ilustrasi servis mobil
ilustrasi servis mobil (pexels.com/Artem Podrez)

Aki gak bekerja sendirian, melainkan bergantung pada sistem kelistrikan secara keseluruhan. Kabel yang longgar, terminal berkarat, atau alternator bermasalah bisa menghambat proses pengisian. Sayangnya, kondisi ini sering diabaikan karena gejalanya gak langsung terasa.

Saat charging system gak bekerja optimal, aki akan terus kehilangan daya tanpa pernah terisi penuh. Beban listrik jadi tidak seimbang dan mempercepat kondisi soak. Pemeriksaan rutin sistem kelistrikan membantu mencegah kerusakan aki sebelum masalah membesar.

Aki kendaraan adalah komponen vital yang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan pengendara. Kesalahan kecil yang dilakukan berulang bisa berdampak besar pada umur pakai aki. Dengan memahami kebiasaan buruk yang sering terjadi, kondisi kendaraan bisa lebih terjaga. Perubahan rutinitas sederhana mampu membuat aki bertahan lebih lama dan perjalanan terasa lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Seni Mengalir di Kemacetan: Menguasai Teknik Mengemudi Pulse and Glide!

24 Jan 2026, 11:05 WIBAutomotive