Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Plafon Mobil Mengendur yang Jarang Disadari
ilustrasi orang di dalam mobil (pexels.com/Nikita Krasnov)
  • Panas berlebih di kabin dan paparan sinar matahari terus-menerus membuat lem plafon melemah, menyebabkan kain plafon mobil mudah kendur.
  • Usia kendaraan, kerusakan busa penopang, serta kebocoran atap mempercepat pelepasan kain plafon dari rangka mobil.
  • Material plafon yang tidak cocok dengan iklim tropis memperburuk daya rekat lem dan busa, sehingga perawatan rutin jadi penting agar plafon tetap awet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Plafon mobil bisa turun karena banyak hal. Kalau mobil sering panas di bawah matahari, lemnya bisa lemah. Kalau mobil sudah tua, lem dan busanya juga bisa rusak. Kadang atap bocor bikin air masuk dan bikin lembap. Ada juga bahan plafon yang tidak kuat di cuaca panas. Sekarang orang disuruh hati-hati supaya plafon tidak kendur lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Penurunan plafon mobil biasanya muncul tanpa gejala yang jelas sejak awal. Kamu mungkin baru menyadarinya ketika kain plafon sudah mulai menggantung. Padahal proses pelepasan lem pada plafon terjadi secara bertahap dan memakan waktu.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh faktor sederhana yang berlangsung terus-menerus. Adapun, masalah plafon mengendur jangan sampai kamu biarkan saja. Kamu perlu tahu apa saja penyebab plafon mobil jadi mengendur.

1. Suhu kabin terlalu tinggi

ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Burst)

Suhu di dalam kabin yang terlalu panas akibat parkir di bawah terik matahari dapat merusak lem plafon. Panas ekstrem membuat daya rekat lem menurun secara perlahan. Akibatnya, kain plafon mobil kamu menjadi lebih mudah kendur.

Kerusakan ini terjadi karena lem plafon terus-menerus terpapar suhu tinggi. Seiring waktu, lem yang semula kuat kehilangan kemampuannya untuk merekatkan kain. Jika dibiarkan, plafon akan turun dan mengganggu kenyamanan berkendara kamu.

2. Faktor usia kendaraan

ilustrasi mobil (unsplash.com/Silver Ringvee)

Seiring bertambahnya usia kendaraan, kualitas lem pada plafon mobil akan menurun dengan sendirinya. Perekat yang sudah lama dipakai cenderung mengering dan menjadi rapuh. Kondisi ini membuat daya rekat lem tidak lagi optimal.

Akibatnya, kain plafon pada mobil kamu lebih mudah terlepas dari busa dasarnya. Proses pelepasan biasanya dimulai dari sudut lalu menyebar ke bagian tengah. Jika tidak segera diperbaiki, plafon yang mengendur dapat mengganggu kenyamanan berkendara kamu.

3. Lapisan busa rusak

ilustrasi mobil (unsplash.com/Jon Koop)

Busa di balik kain plafon berperan sebagai penopang sekaligus peredam suara agar kabin terlihat rapi. Busa ini membantu kain menempel dengan kuat pada rangka atap mobil. Tanpa busa yang baik, plafon mobil kamu akan mudah kendur.

Jika busa mulai getas atau hancur karena usia dan panas, kain plafon kehilangan dasar yang kokoh. Lem tidak lagi memiliki permukaan yang kuat untuk merekat dengan sempurna. Kondisi ini membuat plafon turun dan mengganggu kenyamanan di dalam kabin kamu.

4. Atap mobil bocor

ilustrasi tangan (pexels.com/Jem Sanchez)

Kebocoran kecil pada bagian atap mobil sering tidak langsung terlihat dari luar. Air yang merembes masuk akan terserap ke lapisan busa plafon secara perlahan. Kelembapan tersebut merusak daya rekat lem tanpa kamu sadari.

Akibatnya, kain plafon menjadi lebih berat dan mudah terlepas dari rangka atap. Lem yang terus terpapar air akan melemah dan kehilangan fungsinya. Jika dibiarkan, plafon mobil kamu dapat turun dan menimbulkan bau apek di dalam kabin.

5. Pengaruh material

ilustrasi mobil (unsplash.com/David Beneš)

Sebagian mobil, terutama model lama dari Eropa, menggunakan material plafon yang kurang cocok untuk iklim tropis. Bahan perekat dan busa pada mobil tersebut lebih sensitif terhadap suhu dan kelembapan. Kondisi ini membuat plafon kamu lebih rentan mengalami kerusakan.

Suhu panas dan udara lembap yang tinggi mempercepat penurunan kualitas lem serta busa plafon. Seiring waktu, daya rekat melemah dan kain plafon menjadi mudah kendur. Oleh karena itu, pemilik mobil jenis ini perlu lebih teliti merawat kabin agar plafon tetap awet.

Plafon mobil turun karena lem dan busa melemah akibat panas, lembap, usia, serta kualitas bahan yang kurang cocok. Rutin merawat kabin dan hindari parkir lama di bawah matahari agar plafon mobil kamu tetap awet.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article