Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Transmisi Matik Terasa Jedug Saat Mesin Dingin, Ini Penyebabnya!

Transmisi Matik Terasa Jedug Saat Mesin Dingin, Ini Penyebabnya!
ilustrasi transmisi mobil (pexels.com/OFFPAD PRODUCTIONS)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Hentakan pada transmisi matik saat mesin dingin disebabkan oleh oli transmisi yang mengental, membuat perpindahan gigi terasa kasar di awal penggunaan.
  • Kekentalan oli menghambat tekanan hidrolis optimal, menyebabkan kopling dalam girboks bekerja tidak stabil dan menimbulkan suara jedug sesaat.
  • Memanaskan mesin beberapa menit sebelum berkendara membantu mencairkan oli, menstabilkan tekanan hidrolis, dan membuat perpindahan gigi kembali halus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Memulai aktivitas di pagi hari dengan mengendarai mobil matik tentu diharapkan dapat memberikan kenyamanan yang instan. Namun, tidak jarang pemilik kendaraan dikagetkan oleh munculnya hentakan kasar atau gejala jedug yang cukup keras ketika memindahkan tuas transmisi untuk pertama kalinya saat mobil baru dinyalakan.

Fenomena menghentak ini biasanya hanya muncul secara sementara dan perlahan menghilang seiring berjalannya waktu setelah kendaraan dikendarai beberapa kilometer. Meskipun terkesan sepele karena menghilang saat suhu mesin mulai hangat, gejala fisik ini sebenarnya menyimpan penjelasan teknis yang erat kaitannya dengan kondisi pelumasan di dalam sistem transmisi otomatis.

1. Efek pengentalan fluida akibat suhu rendah di pagi hari

ilustrasi transmisi mobil
ilustrasi transmisi mobil (pexels.com/Dextar Vision)

Faktor utama yang memicu munculnya hentakan keras saat tuas persneling dipindahkan dalam kondisi suhu rendah adalah sifat alami dari oli transmisi otomatis atau automatic transmission fluid (atf). Ketika kendaraan didiamkan semalaman dalam kondisi cuaca dingin, kekentalan atau viskositas cairan pelumas ini akan meningkat secara drastis menjadi jauh lebih pekat.

Cairan pelumas yang mengental tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat bersirkulasi melewati celah-celah sempit di dalam komponen kotak roda gigi. Hambatan sirkulasi ini membuat sistem komputer transmisi sedikit terlambat dalam menyalurkan oli, sehingga proses perpindahan gigi menjadi tidak berjalan sehalus biasanya dan menimbulkan efek entakan.

2. Belum tercapainya tekanan hidrolis yang optimal pada sistem mekanis

ilustrasi transmisi mobil matik
ilustrasi transmisi mobil matik (pexels.com/MOHAMAD ALOUL)

Sistem transmisi otomatis konvensional sangat bergantung pada kekuatan tekanan hidrolis untuk menggerakkan plat kopling basah dan mengatur perpindahan rasio gigi secara otomatis. Tekanan hidrolis ini dihasilkan secara mekanis oleh pompa oli yang berputar mengikuti ritme putaran mesin utama kendaraan.

Akibat kondisi oli yang masih terlalu kental, pompa tidak mampu langsung menyalurkan tekanan fluida secara konstan menuju komponen katup solenoid. Kurangnya pasokan tekanan hidrolis sesaat ini membuat komponen kopling di dalam girboks terbebas secara mendadak, yang kemudian melepaskan gaya kejut mekanis berupa suara jedug yang mengganggu kenyamanan.

3. Pentingnya ritual memanaskan mesin demi menjaga kesehatan komponen

ilustrasi transmisi mobil
ilustrasi transmisi mobil (pexels.com/Vlad Deep)

Untuk mengantisipasi sekaligus mencegah terjadinya benturan mekanis yang berpotensi memperpendek usia pakai girboks, ritual memanaskan mesin sebelum melaju sangat penting untuk diterapkan. Biarkan mesin mobil menyala dalam posisi diam atau idle selama beberapa menit sebelum memindahkan tuas dari posisi p menuju d atau r.

Durasi pemanasan yang cukup akan memberikan waktu bagi suhu cairan pelumas untuk naik secara perlahan hingga mencapai tingkat kekentalan yang ideal untuk bekerja. Ketika cairan atf sudah kembali encer, sirkulasi tekanan di dalam valve body akan langsung berjalan dengan sangat lancar dan responsif, sehingga perpindahan gigi kembali terasa sangat halus dan bebas dari gejala menghentak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More