Ini Modifikasi Bumper Mobil yang Sebaiknya Kamu Hindari

- Modifikasi bumper mobil perlu mempertimbangkan fungsi keselamatan, bukan hanya tampilan, karena perubahan tertentu bisa mengurangi perlindungan saat benturan.
- Pemasangan bull bar atau bumper besi pada mobil harian dapat mengganggu kerja airbag dan memperparah kerusakan akibat benturan.
- Bumper aftermarket berkualitas rendah atau yang menutupi sensor keselamatan bisa membuat fitur seperti pengereman otomatis tidak akurat dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Banyak pemilik mobil memodifikasi bumper agar tampil lebih sporty atau berbeda dari versi standar. Selama tidak mengubah fungsi utamanya, modifikasi tentu bukan masalah. Namun, beberapa perubahan justru dapat mengurangi perlindungan saat terjadi benturan dan mengganggu fitur keselamatan mobil.
Karena itu, modifikasi bumper sebaiknya tidak hanya mengejar estetika. Ada beberapa jenis ubahan yang lebih baik dihindari karena risikonya jauh lebih besar dibanding manfaat yang didapat. Nah, berikut tiga di antaranya.
1. Memasang bull bar atau bumper besi pada mobil harian

Bull bar atau bumper besi memang membuat tampilan mobil terlihat lebih gagah dan berkarakter. Karena alasan itu, aksesori ini cukup populer di kalangan pemilik SUV maupun double cabin. Kendati begitu, penggunaannya pada mobil harian justru patut dipertimbangkan kembali.
Pasalnya, bumper bawaan pabrik telah dirancang untuk bekerja selaras dengan zona remuk dan sistem keselamatan, termasuk kantung udara atau airbag. Menggantinya dengan bumper besi yang jauh lebih kaku dapat mengubah karakter benturan sehingga berisiko mengganggu kinerja airbag saat tabrakan terjadi. Tak hanya itu, benturan yang tidak terserap optimal bisa diteruskan ke sasis kendaraan sehingga akan memperparah kerusakan.
2. Menutup sensor keselamatan yang berada di bumper

Bumper mobil modern bukan lagi sekadar pelindung bodi. Di baliknya sering terpasang sensor parkir, radar, atau kamera yang mendukung berbagai fitur keselamatan. Semua komponen tersebut membutuhkan posisi yang presisi agar mampu membaca kondisi di sekitar kendaraan.
Pemasangan body kit atau bumper aftermarket yang menutupi sensor dapat membuat sistem bekerja kurang akurat. Akibatnya, fitur seperti pengereman otomatis atau sensor parkir bisa terlambat mendeteksi objek. Padahal, teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengemudi menghindari risiko tabrakan.
3. Menggunakan bumper aftermarket dengan kualitas seadanya

Bumper aftermarket memang menawarkan banyak pilihan desain dengan harga yang menggiurkan. Sayangnya, tidak semuanya dibuat menggunakan material dan standar produksi yang baik. Perbedaan kualitas biasanya baru terasa ketika bumper menerima benturan.
Material yang terlalu tipis lebih mudah retak meski hanya tersenggol ringan. Dudukan yang kurang presisi pula dapat membuat bumper bergeser atau menimbulkan celah setelah digunakan dalam waktu tertentu. Jika ingin mengganti bumper, pilih produk yang kualitasnya mendekati atau setara dengan komponen bawaan pabrik.


















