Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tanda Ban Mobil Harus Segera Diganti Meski Tapak Masih Tebal

5 Tanda Ban Mobil Harus Segera Diganti Meski Tapak Masih Tebal
ilustrasi mengganti ban mobil (pexels.com/Ron Lach)
Intinya Sih
  • Banyak pengendara salah kaprah menilai kondisi ban hanya dari ketebalan tapak, padahal faktor usia dan struktur internal juga menentukan keamanan berkendara.
  • Lima tanda ban harus diganti meliputi retakan halus, tekstur getas, usia melebihi batas aman, muncul benjolan di sisi ban, serta getaran tidak wajar saat berkendara.
  • Mengabaikan tanda-tanda kerusakan ban dapat meningkatkan risiko pecah atau kehilangan kendali, sehingga penggantian tepat waktu penting demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak pemilik mobil masih menganggap ketebalan tapak sebagai satu-satunya indikator kondisi ban. Padahal, kondisi ban jauh lebih kompleks dari sekadar tampilan luar. Ada berbagai faktor lain yang memengaruhi keamanan berkendara, mulai dari usia ban hingga struktur internal yang gak terlihat secara langsung.

Mengabaikan tanda-tanda kerusakan ban bisa berujung pada risiko serius, terutama saat berkendara jarak jauh atau dalam kecepatan tinggi. Ban yang terlihat masih tebal belum tentu aman digunakan jika sudah mengalami penurunan kualitas. Yuk kenali tanda-tanda penting yang menunjukkan ban mobil sudah waktunya diganti agar perjalanan tetap aman dan nyaman!

1. Muncul retakan halus pada permukaan ban

ilustrasi ban mobil meletus
ilustrasi ban mobil meletus (freepik.com/garetsvisual)

Retakan halus pada permukaan ban sering dianggap sebagai hal sepele. Padahal, kondisi ini menunjukkan bahwa karet ban mulai mengalami penuaan dan kehilangan elastisitas. Faktor seperti paparan panas, sinar matahari, dan perubahan suhu ekstrem menjadi penyebab utama munculnya retakan ini.

Jika retakan semakin banyak dan terlihat jelas, risiko ban pecah saat digunakan akan meningkat. Struktur karet yang sudah rapuh gak mampu menahan tekanan dengan optimal. Mengganti ban pada kondisi ini adalah langkah penting untuk menjaga keselamatan selama berkendara.

2. Ban terasa getas dan keras saat disentuh

ilustrasi menggant ban mobil
ilustrasi menggant ban mobil (pexels.com/Artem Podrez)

Ban yang masih layak pakai umumnya memiliki tekstur yang lentur dan sedikit elastis. Namun, seiring waktu, karet ban bisa mengalami perubahan menjadi lebih keras atau getas. Kondisi ini sering terjadi pada ban yang jarang digunakan tetapi sudah berusia cukup lama.

Ban yang getas cenderung kehilangan daya cengkeram terhadap permukaan jalan. Hal ini sangat berbahaya terutama saat melewati jalan basah atau licin. Mengganti ban yang sudah kehilangan elastisitas akan membantu menjaga stabilitas kendaraan.

3. Usia ban sudah melebihi batas aman

ilustrasi menggant ban mobil
ilustrasi menggant ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Banyak orang gak menyadari bahwa ban memiliki masa pakai, meskipun jarang digunakan. Umumnya, ban mobil memiliki usia maksimal sekitar lima hingga enam tahun sejak tanggal produksi. Informasi ini bisa dilihat pada kode DOT yang tertera di sisi ban.

Seiring bertambahnya usia, kualitas karet akan menurun meskipun tapak masih terlihat tebal. Ban yang sudah melewati batas usia cenderung lebih rentan terhadap kerusakan. Mengganti ban berdasarkan usia adalah langkah preventif yang sangat disarankan.

4. Terjadi benjolan pada sisi ban

illustrasi mengecek ban mobil (freepik.com/freepik)
illustrasi mengecek ban mobil (freepik.com/freepik)

Benjolan pada sisi ban merupakan tanda kerusakan serius pada struktur internal. Kondisi ini biasanya terjadi akibat benturan keras, seperti menghantam lubang atau trotoar. Benjolan menunjukkan bahwa lapisan dalam ban sudah melemah.

Ban dengan kondisi seperti ini sangat berisiko mengalami pecah secara tiba-tiba. Mengabaikan tanda ini dapat membahayakan keselamatan selama perjalanan. Mengganti ban segera adalah keputusan yang tepat untuk menghindari risiko lebih besar.

5. Getaran tidak wajar saat berkendara

ilustrasi pria mengemudi mobil
ilustrasi pria mengemudi mobil (pexels.com/Norma Mortenson)

Getaran yang terasa saat berkendara sering kali dianggap sebagai masalah pada kaki-kaki kendaraan. Namun, kondisi ban juga bisa menjadi penyebab utama getaran tersebut. Ban yang sudah gak seimbang atau mengalami deformasi dapat memengaruhi kenyamanan berkendara.

Jika getaran tetap terasa meskipun roda sudah dilakukan balancing, kemungkinan besar ban mengalami kerusakan internal. Kondisi ini gak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan. Mengganti ban menjadi solusi terbaik untuk mengembalikan performa kendaraan.

Ban mobil memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan selama berkendara. Kondisinya harus selalu diperhatikan, gak hanya dari tampilan luar tetapi juga dari berbagai tanda lain yang sering terabaikan. Mengganti ban pada waktu yang tepat adalah investasi penting untuk keamanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More