Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Tanda Kerusakan Baterai Mobil Listrik setelah Benturan

3 min read
5 Tanda Kerusakan Baterai Mobil Listrik setelah Benturan
ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (freepik.com/freepik)
  • Setelah benturan, waspadai panas abnormal, bau kimia menyengat, suara mendesis, atau asap dari bawah mobil; segera menjauh dan hubungi layanan darurat.
  • Gangguan pengisian, peringatan baterai, atau jarak tempuh yang berubah dapat muncul akibat kerusakan, meski perlu pemeriksaan teknis karena penyebabnya bisa berbeda.
  • Penyok pada bagian bawah, pelindung baterai berubah bentuk, atau cairan merembes harus ditangani teknisi resmi; jangan menyentuh, menyalakan, atau memeriksa baterai sendiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baterai merupakan salah satu komponen terpenting pada mobil listrik karena menyimpan energi untuk menggerakkan kendaraan. Ketika mobil mengalami benturan atau kecelakaan, kondisi baterai perlu mendapat perhatian khusus, meskipun kerusakan dari luar tidak selalu terlihat.

Masalahnya, kerusakan baterai tidak selalu langsung menimbulkan gejala. Ada kondisi tertentu yang baru menunjukkan tanda-tanda setelah beberapa waktu, mulai dari perubahan suhu hingga gangguan pengisian daya. Mengenali gejalanya sejak awal penting untuk mengurangi risiko kebakaran dan bahaya lainnya.

  1. 1. Muncul panas tidak normal dan bau menyengat

    cara klaim asuransi baterai mobil listrik
    ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

    Salah satu tanda yang perlu diwaspadai setelah benturan adalah suhu yang meningkat secara tidak wajar di sekitar bagian bawah mobil, terutama area tempat baterai berada. Kerusakan internal dapat memicu hubungan pendek atau reaksi kimia yang menghasilkan panas. Namun, suhu baterai yang hangat setelah berkendara belum tentu menandakan kerusakan karena sistem baterai memang menghasilkan panas saat digunakan.

    Perhatikan pula jika muncul bau kimia yang menyengat, suara mendesis, atau asap dari bagian bawah kendaraan. Gejala tersebut dapat mengindikasikan kerusakan serius pada baterai lithium-ion. Jika salah satunya muncul setelah kecelakaan, segera menjauh dari kendaraan dan hubungi layanan darurat. Jangan menyentuh baterai atau mencoba memeriksa sumber masalah sendiri.

  2. 2. Pengisian daya terganggu dan jarak tempuh berubah

    ilustrasi baterai mobil listrik
    ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

    Benturan yang merusak komponen baterai atau sistem kelistrikan dapat menyebabkan pengisian daya terganggu. Misalnya, proses pengisian berhenti berulang kali, mobil tidak dapat menerima daya seperti biasanya, atau sistem menampilkan peringatan terkait baterai. Meski demikian, gangguan tersebut juga bisa berasal dari pengisi daya, konektor, atau komponen lain sehingga pemeriksaan teknis tetap diperlukan.

    Perubahan jarak tempuh juga bisa menjadi petunjuk, terutama jika kapasitas baterai yang ditampilkan menurun secara tidak biasa setelah benturan. Mobil mungkin membutuhkan pengisian daya lebih sering daripada sebelumnya. Akan tetapi, jarak tempuh dipengaruhi pula oleh kecepatan, suhu, penggunaan pendingin kabin, dan kondisi jalan. Karena itu, perubahan tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan baterai mengalami kerusakan.

  3. 3. Muncul peringatan sistem atau kerusakan fisik

    ilustrasi baterai mobil listrik
    ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)

    Mobil listrik modern umumnya dilengkapi sistem pemantauan baterai yang dapat mendeteksi sejumlah kondisi tidak normal. Setelah benturan, perhatikan indikator peringatan pada panel instrumen, khususnya pesan yang berkaitan dengan baterai tegangan tinggi, sistem kelistrikan, atau gangguan daya. Jangan mengabaikan peringatan meskipun mobil masih dapat berjalan seperti biasa.

    Kerusakan fisik seperti bagian bawah mobil penyok, pelindung baterai berubah bentuk, atau cairan yang merembes juga perlu diwaspadai. Jangan menyentuh cairan yang tidak diketahui asalnya atau mencoba menyalakan mobil untuk menguji kondisinya. Setelah benturan keras, sebaiknya kendaraan diperiksa teknisi resmi yang memiliki kompetensi menangani baterai tegangan tinggi. Jika muncul asap, panas ekstrem, atau suara mendesis, segera menjauh dan hubungi layanan darurat. Pemeriksaan profesional merupakan langkah paling aman untuk memastikan kondisi baterai sebelum mobil kembali digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More