Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tantangan Mengendarai Mobil Listrik di Jalan Raya, Pernah Mengalami?
ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/Charlie Deets)

Mobil listrik mungkin semakin populer sebagai alternatif kendaraan yang lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan mobil konvensional berbahan fosil. Melalui teknologi yang terus berkembang, tidak heran apabila banyak orang mulai beralih dengan menggunakan kendaraan listrik karena dianggap lebih efisien dan memberikan manfaat untuk jangka panjang.

Walau memang mobil listrik memiliki berbagai keunggulan, namun tetap saja ada berbagai tantangan yang harus dihadapi ketika berada di jalan raya .Oleh sebab itu, pahamilah beberapa tantangan utama yang harus kamu hadapi pada saat mengendarai mobil listrik di jalan raya.

1. Infrastruktur pengisian daya yang belum merata

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Kindel Media)

Salah satu tantangan terbesar pada saat mengendarai mobil listrik adalah keterbatasan dari jumlah stasiun pengisian daya. Hal ini karena di beberapa daerah perkotaan, mungkin stasiun pengisian daya bisa dengan mudah tersedia. Namun, di daerah pedesaan atau rute perjalanan yang relatif jauh, maka pengisian daya tersebut masih sangat sulit untuk ditemukan.

Tidak heran apabila para pengemudi harus lebih hati-hati dalam merencanakan perjalanannya, khususnya untuk perjalanan jarak jauh. Jika mobil listrik sampai kehabisan daya di tengah jalan tanpa adanya stasiun pengisian terdekat, maka ini akan menjadi masalah besar. Oleh karena itu, pemilik mobil harus memastikan bahwa mereka mengetahui lokasi pengisian daya sebelum memutuskan untuk bepergian jauh.

2. Waktu pengisian yang lebih lama jika dibandingkan dengan pengisian BBM

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Kindel Media)

Walau teknologi baterai serasa terus berkembang, namun ternyata waktu pengisian daya untuk mobil listrik tetap jauh lebih lama jika dibandingkan dengan mengisi bahan bakar di pom bensin. Mobil listrik pada umumnya membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga beberapa jam untuk bisa terisi penuh, namun hal ini tergantung pada jenis pengisiannya.

Penggunaan fast charging memang bisa mempercepat proses pengisian, namun sayangnya tidak semua stasiun pengisian daya dapat menyediakan fasilitas seperti ini. Selain itu, jika stasiun pengisian penuh, maka pengemudi harus menunggu giliran yang tentu akan semakin memperpanjang waktu perjalanan, sehingga harus bisa lebih sabar dan mengatur waktu perjalanan dengan baik.

3. Jarak tempuh yang masih terbatas

ilustrasi mobil Tesla (pexels.com/Matt Weissinger)

Walau beberapa mobil listrik terbaru sudah memiliki daya jelajah yang cukup jauh, namun sebagian besar masih memiliki keterbatasan jarak tempuh. Jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin atau diesel, maka mobil listrik akan lebih cepat kehabisan daya, khususnya ketika digunakan dalam kondisi lalu lintas yang padat atau ketika menggunakan fitur-fitur tambahan, seperti audio dan AC.

Tidak mengherankan apabila masalah pada jarak tempuh bisa menjadi kendala tersendiri bagi para pengemudi yang melakukan perjalanan jauh atau tidak memiliki akses ke stasiun pengisian daya secara mudah. Oleh karena itu, sebaiknya kamu dapat memantau kapasitas baterai yang telah disesuaikan dengan perjalanan agar nantinya tidak sampai mengalami kendala ketika berada di jalan.

4. Biaya perawatan baterai yang cukup tinggi

ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Rathaphon Nanthapreecha)

Salah satu komponen termahal yang terdapat pada mobil listrik adalah baterainya, sehingga hal ini perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membelinya. Walau mobil listrik memerlukan lebih sedikit perawatan jika dibandingkan dengan mobil konvensional, namun baterai yang digunakan tetap memiliki usia pakai dan harus diganti setelah beberapa tahun.

Jika terjadi degradasi atau kerusakan pada baterai, maka biaya penggantiannya bisa jadi sangat mahal, bahkan bisa mencapai setengah dari harga mobil itu sendiri. Oleh karena itu, para pemilik mobil harus benar-benar cermat dalam mempertimbangkan biaya jangka panjang, termasuk dalam hal ini adalah mengenai perawatan baterai dan juga kemungkinan penggantiannya di masa depan.

5. Kurangnya suara mesin yang menjadi masalah untuk keselamatan

ilustrasi mobil Tesla (pexels.com/Yehor Andrukhovych)

Seperti yang diketahui bahwa mobil listrik hampir tidak mengeluarkan suara pada saat berjalan yang sebetulnya kerap dianggap sebagai keunggulan untuk menunjang kenyamanan dan mengurangi polusi suara. Namun, ternyata kondisi ini bisa mendatangkan risiko keselamatan tersendiri, khususnya bagi pejalan kaki atau pengguna jalan lainnya yang mengandalkan suara kendaraan untuk menghindari risiko bahaya.

Di beberapa negara bahkan sudah mewajibkan regulasi mengenai mobil listrik yang harus dilengkapi dengan sistem suara buatan, sehingga bisa lebih mudah dideteksi oleh pejalan kaki atau pun pengendara lain. Oleh karena itu, para pengemudi mobil listrik tentu harus lebih waspada dan berhati-hati, khususnya ketika melintasi area yang banyak jalan kaki atau di lingkungan ramai.

Mengendarai mobil itu di jalan raya ternyata memiliki tantangan tersendiri di luar manfaat yang ditawarkannya. Oleh sebab itu, kamu harus mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk membeli dan mengendarai mobil listrik. Setidaknya memahami tantangan tersebut akan membuatmu lebih siap dalam menggunakan mobil listrik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article