Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Waktu yang Pas Buat Ganti Timing Belt Mobil

Ilustrasi timming belt (freepik.com/velimirisaevich)
Ilustrasi timming belt (freepik.com/velimirisaevich)

Mengganti timing belt adalah satu langkah perawatan penting untuk memastikan mobil tetap berjalan optimal. Timing belt berfungsi sebagai penghubung antara crankshaft dan camshaft, serta memastikan klep dan piston bekerja secara sinkron. Kalau timing belt putus atau aus, risikonya bisa berujung pada kerusakan mesin yang serius dan biaya perbaikan yang mahal.

Meski timing belt sering terlupakan karena tidak terlihat langsung, perannya yang vital membuatnya harus mendapatkan perhatian khusus. Apalagi, penggantian timing belt nggak bisa sembarangan menunggu sampai rusak. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengganti timing belt mobil? Yuk, simak waktu terbaik untuk melakukannya.

1. Sesuai rekomendasi produsen

Ilustrasi mesin mobil (Pexels/Anna Shvets)
Ilustrasi mesin mobil (Pexels/Anna Shvets)

Setiap mobil memiliki jadwal perawatan yang dianjurkan oleh produsennya, termasuk kapan timing belt perlu diganti. Umumnya, produsen mobil menyarankan untuk mengganti timing belt setelah menempuh jarak 60.000 hingga 100.000 kilometer. Untuk lebih jelasnya, informasi ini biasanya bisa kamu temukan di buku manual kendaraan.

Mengikuti rekomendasi ini adalah langkah yang bijak untuk mencegah risiko timing belt putus saat berkendara. Jangan tergoda untuk menunda penggantian, apalagi kalau mobil sering digunakan untuk perjalanan jauh. Timing belt yang dibiarkan terlalu lama bisa aus atau rapuh, sehingga memperbesar risiko kerusakan mesin secara mendadak.

2. Saat mendengar suara aneh dari mesin

Ilustrasi membersihkan mesin mobil (freepik.com/whatwolf)
Ilustrasi membersihkan mesin mobil (freepik.com/whatwolf)

Kalau kamu mendengar suara decitan atau bunyi tidak wajar dari mesin, bisa jadi timing belt mobil kamu sudah mulai aus. Suara ini biasanya muncul karena gesekan antar komponen yang sudah tidak bekerja dengan sempurna. Bunyi seperti ini perlu segera ditangani, karena jika dibiarkan, kondisi timing belt bisa semakin parah.

Timing belt yang sudah aus dapat berdampak pada performa mesin secara keseluruhan. Mesin mungkin akan terasa lebih berat atau kurang responsif. Jadi, kalau merasa ada yang tidak beres dengan suara mesin mobil, segera bawa ke bengkel untuk memastikan apakah timing belt masih dalam kondisi baik atau perlu diganti.

3. Setelah mobil terendam banjir

Sepanjang jalan Diponegoro Magatan digenangi banjir setiap turun hujan lebat. IDN Times/ Riyanto.
Sepanjang jalan Diponegoro Magatan digenangi banjir setiap turun hujan lebat. IDN Times/ Riyanto.

Mobil yang terendam banjir berpotensi mengalami berbagai masalah, termasuk pada timing belt. Air dan kotoran yang masuk ke area mesin akan menyebabkan timing belt cepat aus atau bahkan rusak. Dalam kondisi seperti ini, penggantian timing belt sering kali menjadi langkah pencegahan yang penting.

Banjir juga bisa menyebabkan oli atau pelumas bercampur dengan air, yang pada akhirnya memengaruhi elastisitas timing belt. Jadi, setelah mobil kamu terendam banjir, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pada komponen timing belt, hal ini demi keamanan dan kenyamanan berkendara.

4. Setelah membeli mobil bekas

Ilustrasi jual beli mobil (freepik.com/freepik)
Ilustrasi jual beli mobil (freepik.com/freepik)

Kalau kamu baru saja membeli mobil bekas, pastikan untuk memeriksa kondisi timing belt. Mobil bekas mungkin memiliki riwayat perawatan yang tidak selalu tercatat dengan lengkap. Oleh karena itu, mengganti timing belt bisa menjadi langkah preventif yang bijaksana.

Dengan mengganti timing belt setelah membeli mobil bekas, kamu bisa lebih tenang saat menggunakannya. Lagipula, penggantian ini juga bisa menjadi awal yang baik untuk merawat mobil kamu sesuai dengan jadwal yang kamu tetapkan sendiri. Jangan lupa untuk menggunakan timing belt berkualitas agar awet dan tahan lama.

5. Jika mobil jarang dipakai dalam waktu lama

Ilustrasi timming belt mobil (freepik.com/norgal)
Ilustrasi timming belt mobil (freepik.com/norgal)

Timing belt tidak hanya aus karena penggunaan, tetapi juga karena usia. Ketika mobil kamu sering terparkir dan jarang dipakai, material timing belt tetap bisa saja mengalami pengerasan atau retak seiring waktu. Idealnya, timing belt diganti setiap lima tahun sekali, meskipun jarak tempuh belum mencapai rekomendasi pabrikan.

Mobil yang jarang dipakai juga cenderung mengalami masalah lain seperti pengeringan pelumas, yang bisa mempercepat kerusakan timing belt. Jadi, kalau mobil lebih sering di garasi daripada di jalan, pastikan untuk tetap memeriksa kondisi timing belt secara rutin.

Mengganti timing belt sesuai jadwal adalah langkah kecil yang bisa menyelamatkan mobil dari kerusakan besar. Jangan lupa untuk selalu memeriksa buku manual kendaraan dan berkonsultasi dengan mekanik terpercaya saat menentukan waktu penggantian timing belt. Pada dasarnya, mobil yang dirawat dengan baik akan memberikan rasa nyaman dan aman saat dikendarai. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us