Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Terjadi jika Mobil Terendam Banjir? Jangan Anggap Sepele!
ilustrasi mobil terendam banjir (pexels.com/Juan Moccagatta)
  • Air banjir dapat merusak mesin, terutama jika masuk ke ruang bakar.

  • Sistem kelistrikan dan cairan kendaraan berisiko mengalami korsleting atau terkontaminasi.

  • Interior bisa berjamur dan komponen logam lebih cepat berkarat jika tidak segera ditangani.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan sering membawa masalah yang tidak diinginkan bagi para pemilik kendaraan. Salah satu situasi yang paling ditakuti ialah saat mobil terendam banjir, baik karena hujan deras, luapan sungai, maupun genangan air yang tiba-tiba meninggi. Dalam banyak kasus, kerusakan akibat banjir tidak hanya terlihat dari luar, tetapi juga bisa mengintai di bagian-bagian penting kendaraan.

Banyak orang mengira mobil akan kembali normal setelah air surut dan kendaraan dikeringkan. Padahal, air banjir bisa menimbulkan berbagai masalah serius yang memengaruhi mesin, sistem kelistrikan, hingga keselamatan saat berkendara. Semakin lama mobil terendam, semakin besar pula risiko kerusakan yang harus ditanggung. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi ketika sebuah mobil terendam banjir?

1. Mesin bisa mengalami kerusakan serius

ilustrasi mobil (pexels.com/Sight See-RR)

Bagian yang paling dikhawatirkan saat mobil terendam banjir adalah mesin. Jika air masuk ke ruang bakar melalui saluran udara, mesin dapat mengalami kondisi yang dikenal sebagai hydrolock. Berbeda dengan udara, air tidak dapat dimampatkan. Ketika piston mencoba menekan air yang masuk ke dalam silinder, komponen internal mesin bisa bengkok atau bahkan patah.

Kerusakan seperti ini tergolong berat dan biaya perbaikannya bisa mencapai puluhan juta rupiah tergantung jenis kendaraan. Karena itu, mobil yang baru saja terendam banjir sebaiknya tidak langsung dinyalakan. Banyak kerusakan justru terjadi karena pemilik kendaraan mencoba menghidupkan mesin tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.

2. Sistem kelistrikan menjadi rentan bermasalah

ilustrasi AC mobil (unsplash.com/Olav Tvedt)

Mobil modern dipenuhi berbagai komponen elektronik yang mengatur hampir seluruh fungsi kendaraan. Ada electronic control unit (ECU), sensor, sistem injeksi, hingga fitur keselamatan, seperti anti-lock braking system (ABS) dan airbag. Semua bergantung pada jaringan kelistrikan yang kompleks. Saat air masuk ke area kabel dan konektor, risiko korsleting meningkat.

Bahkan, setelah mobil terlihat kering, kelembapan yang tersisa dapat memicu korosi pada terminal dan sambungan listrik. Akibatnya, berbagai gangguan bisa muncul secara bertahap. Lampu indikator menyala tanpa sebab, sensor tidak bekerja normal, hingga mesin sulit dihidupkan beberapa hari atau minggu setelah banjir.

3. Oli dan cairan kendaraan bisa terkontaminasi

ilustrasi oli mobil (pexels.com/Daniel Andraski)

Air banjir bukan hanya masuk ke bagian luar kendaraan. Dalam kondisi tertentu, air juga dapat bercampur dengan berbagai cairan penting di dalam mobil. Jika air masuk ke dalam mesin, oli dapat berubah warna menjadi kecokelatan seperti susu. Kondisi ini menandakan adanya kontaminasi yang mengurangi kemampuan oli dalam melumasi komponen mesin. Selain oli mesin, cairan transmisi, gardan, dan sistem rem juga berisiko tercampur air. Jika tidak segera diganti, komponen yang bergantung pada cairan tersebut bisa mengalami keausan lebih cepat dan kehilangan performa.

4. Interior mobil dapat berjamur

ilustrasi interior mobil (pexels.com/Mike Bird)

Kerusakan akibat banjir tidak hanya terjadi pada bagian mekanis. Interior kendaraan juga bisa mengalami dampak yang cukup mengganggu. Karpet, jok, busa peredam suara, dan berbagai material kain mampu menyerap air dalam jumlah besar.

Jika tidak dibersihkan dan dikeringkan secara menyeluruh, kelembapan yang tersisa akan menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri berkembang. Akibatnya, kabin mobil dapat mengeluarkan bau apak yang sulit dihilangkan. Dalam beberapa kasus, jamur juga dapat memicu alergi atau gangguan pernapasan bagi penggunanya.

5. Komponen logam lebih cepat berkarat

ilustrasi mobil (pexels.com/Grish Petrosyan)

Air banjir biasanya tidak terdiri dari air bersih. Genangan banjir sering mengandung lumpur, garam, limbah, hingga berbagai zat kimia yang mempercepat proses korosi. Komponen logam yang berada di bawah mobil menjadi bagian yang paling rentan. Rangka, baut, sistem pengereman, hingga suspensi dapat mulai berkarat jika tidak segera dibersihkan. Kerusakan akibat korosi sering kali tidak langsung terlihat. Namun, dalam jangka panjang, karat dapat melemahkan struktur dan mengurangi usia pakai berbagai komponen kendaraan.

Jika mobil terendam banjir, langkah pertama yang perlu dilakukan ialah jangan langsung menyalakan mesin. Lepaskan aki jika memungkinkan dan segera bawa kendaraan ke bengkel untuk diperiksa secara menyeluruh. Teknisi biasanya akan memeriksa apakah ada air yang masuk ke mesin, mengganti cairan yang terkontaminasi, membersihkan sistem kelistrikan, dan mengeringkan interior kendaraan. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerusakan.

Mobil yang terendam banjir memang tidak selalu berakhir rusak total. Namun, dampaknya bisa sangat luas dan sering kali tidak langsung terlihat. Karena itu, tindakan yang tepat setelah banjir menjadi kunci untuk menjaga kendaraan tetap aman dan layak digunakan dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article