Penyebab Tangan Terasa Kebas Saat Naik Motor?

- Getaran mesin yang merambat ke setang motor dapat menekan saraf perifer, menghambat aliran darah, dan memicu sensasi kesemutan atau mati rasa pada tangan pengendara.
- Posisi berkendara yang terlalu condong ke depan membuat pergelangan tangan menahan beban tubuh, menyebabkan tekanan statis dan berkurangnya pasokan oksigen ke otot lengan bawah.
- Pemilihan sarung tangan yang terlalu ketat atau tanpa bantalan peredam getaran bisa memperparah gangguan sirkulasi darah serta meningkatkan risiko kebas saat berkendara.
Mengendarai sepeda motor dalam waktu lama sering kali menimbulkan sensasi tidak nyaman pada bagian tubuh tertentu. Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan oleh para pengendara adalah munculnya rasa kesemutan atau mati rasa pada bagian telapak hingga jari tangan.
Kondisi yang mengganggu kenyamanan berkendara ini sebaiknya tidak dianggap remeh begitu saja. Sensasi kaku dan hilangnya kepekaan saraf pada tangan saat memegang kemudi umumnya dipicu oleh kombinasi faktor posisi tubuh serta kondisi teknis kendaraan.
1. Penekanan saraf akibat getaran mekanis setang motor

Penyebab utama dari munculnya rasa mati rasa ini adalah paparan getaran mesin yang merambat langsung ke bagian setang kemudi. Ketika telapak tangan mencengkeram karet kemudi dalam waktu yang lama, getaran konstan tersebut akan menekan jaringan saraf perifer dan mengganggu aliran darah di sekitar pergelangan.
Kondisi ini lambat laun memicu peradangan pada saluran sempit di pergelangan tangan yang dilewati oleh saraf median. Akibatnya, hantaran sinyal saraf menuju ujung jari menjadi terhambat, sehingga memunculkan sensasi seperti tertusuk jarum atau bahkan mati rasa total saat perjalanan berlangsung.
2. Posisi berkendara yang terlalu condong ke depan

Gaya berkendara atau ergonomi sepeda motor yang kurang ideal juga memegang peranan besar dalam memicu keluhan ini. Jenis motor dengan setang rendah cenderung memaksa posisi tubuh pengendara bertumpu sepenuhnya pada pergelangan tangan untuk menahan beban tubuh bagian atas.
Tekanan statis yang berlangsung terus-menerus ini membuat pembuluh darah di sekitar lengan bawah terjepit dan mengurangi pasokan oksigen ke otot. Jika posisi cengkeraman tangan pada tuas gas terlalu kaku, ketegangan otot akan meningkat dan mempercepat timbulnya rasa kaku serta lelah yang luar biasa.
3. Penggunaan sarung tangan yang kurang tepat saat perjalanan

Banyak pengendara yang kurang menyadari bahwa pemilihan perlengkapan berkendara yang salah bisa memperburuk gejala kesemutan. Ukuran pelindung tangan yang terlalu sempit atau ketat akan langsung memotong jalur sirkulasi darah pada area pergelangan dan telapak tangan.
Selain ukuran, ketiadaan lapisan bantalan peredam getaran pada bagian dalam pelindung tangan juga membuat telapak menerima benturan mekanis secara langsung. Oleh karena itu, penting untuk memilih perlengkapan yang pas dan memiliki sirkulasi udara yang baik demi menjaga kesehatan saraf tangan selama berkendara.



















