Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Oli Motor Tiba-tiba Bocor di Jalan, Ini Solusi Daruratnya

Oli Motor Tiba-tiba Bocor di Jalan, Ini Solusi Daruratnya
ilustrasi motor mogok (unsplash.com/John Canelis)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pengendara harus segera menepi di tempat aman dan mematikan mesin untuk mencegah kebocoran oli makin parah serta menghindari risiko kerusakan mesin.
  • Pemeriksaan visual dilakukan pada area bawah mesin, baut pembuangan, filter oli, dan kepala silinder guna menemukan sumber pasti kebocoran.
  • Sumbatan darurat bisa dibuat dengan sabun atau lem besi portabel sebelum menambah oli baru agar kendaraan dapat berjalan perlahan menuju bengkel terdekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menemukan cairan pelumas mesin menetes deras atau membasahi area mesin di tengah perjalanan tentu menjadi situasi yang sangat menegangkan. Keberadaan zat cair ini sangat krusial karena berfungsi sebagai pelindung utama dari gesekan ekstrem antar-komponen logam di dalam ruang bakar.

Jika kebocoran dibiarkan begitu saja tanpa adanya tindakan penanganan yang cepat, mesin kendaraan berisiko mengalami panas berlebih atau bahkan mati total secara permanen. Oleh karena itu, pengendara harus memahami langkah-langkah darurat yang tepat untuk meminimalkan kerusakan mekanis yang lebih parah.

1. Segera tepikan kendaraan di tempat aman dan matikan mesin

Ilustrasi motor mogok (pexels/Mahsum Oğrak)
Ilustrasi motor mogok (pexels/Mahsum Oğrak)

Langkah pertama yang wajib dilakukan saat menyadari adanya kebocoran adalah segera menyalakan lampu sein kiri dan mengarahkan kendaraan ke bahu jalan yang aman. Pastikan posisi berhenti tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan lain dan berada di permukaan jalan yang rata agar mudah dilakukan pengecekan.

Setelah berhasil menepi, matikan mesin kendaraan sesegera mungkin guna menghentikan sirkulasi dan tekanan pompa oli yang bisa membuat cairan semakin banyak terbuang. Biarkan mesin berada dalam kondisi mati selama beberapa menit agar suhu panasnya sedikit menurun sebelum tangan menyentuh area yang mengalami kebocoran.

2. Lakukan pemeriksaan visual untuk mencari sumber kebocoran cairan

ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)
ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

Setelah suhu mesin dirasa cukup aman, lakukan pengamatan secara teliti pada bagian bawah bak mesin serta area sekitar baut pembuangan oli. Kerusakan yang paling sering terjadi di tengah jalan biasanya bersumber dari baut pembuangan yang kendur akibat guncangan atau paking pembungkus mesin yang sudah robek.

Selain bagian bawah, periksa juga area filter oli serta penutup kepala silinder untuk memastikan apakah ada retakan akibat benturan benda keras seperti batu jalanan. Mengetahui titik pasti sumber keluarnya cairan akan sangat membantu dalam menentukan apakah kerusakan tersebut masih bisa diperbaiki sementara atau tidak.

3. Terapkan sumbatan darurat dan tambahkan cairan pelumas baru

ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Jika kebocoran bersumber dari retakan kecil pada bak mesin, sumbatan darurat dapat dibuat dengan menggunakan sabun batangan atau lem besi portabel. Caranya adalah dengan membersihkan area sekitar retakan dari sisa minyak, kemudian menekankan sabun atau lem tersebut ke dalam celah agar aliran cairan terhenti sesaat.

Setelah sumbatan terpasang, periksa stik indikator oli untuk melihat seberapa banyak volume cairan yang masih tersisa di dalam mesin. Jika volume berada di bawah batas minimum, belilah oli baru di toko terdekat dan tuangkan ke dalam mesin agar kendaraan memiliki cukup pelumas untuk berjalan perlahan menuju bengkel terdekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More