Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Kualitas Suku Cadang OEM Benar-benar Setara dengan Ori?

Apakah Kualitas Suku Cadang OEM Benar-benar Setara dengan Ori?
Ilustrasi Mesin Mobil Tetap Awet Muda (pexels.com/Jose Richardo)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Suku cadang original dijual resmi oleh pemegang merek kendaraan dengan garansi penuh, sedangkan OEM dibuat oleh produsen pihak ketiga yang juga memasok komponen untuk pabrikan mobil.
  • Kualitas material dan presisi suku cadang OEM setara dengan versi original karena diproduksi menggunakan cetak biru, fasilitas, dan standar kontrol kualitas yang sama.
  • Harga suku cadang OEM lebih murah hingga tiga puluh persen dibandingkan versi original, namun umumnya tidak disertai garansi dari jaringan diler resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Dunia perawatan kendaraan sering kali membingungkan pemilik mobil atau sepeda motor saat dihadapkan pada pilihan suku cadang. Ketika harus mengganti komponen yang rusak, pihak bengkel biasanya akan menawarkan beberapa opsi yang memiliki perbedaan harga cukup signifikan.

Dua istilah yang paling sering muncul dan memicu perdebatan adalah suku cadang original dan oem atau original equipment manufacturer. Banyak orang yang masih ragu dan mempertanyakan apakah kualitas komponen oem benar-benar mampu menyamai performa suku cadang asli bawaan pabrik.

1. Perbedaan OEM dan Ori

ilustrasi mesin mobil
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Suku cadang original merupakan komponen resmi yang dikemas dan dijual langsung oleh pemegang merek kendaraan melalui diler resmi mereka. Komponen ini memiliki jaminan kecocokan mutlak karena merupakan suku cadang yang sama persis dengan yang terpasang pada mobil baru. Pemilik kendaraan yang membeli komponen ini biasanya akan mendapatkan garansi resmi yang berlaku di seluruh jaringan bengkel resmi.

Sementara itu, suku cadang oem diproduksi oleh perusahaan eksternal yang sebenarnya ditunjuk langsung oleh pabrikan mobil untuk membuat komponen tersebut. Sebagai contoh, sebuah pabrikan mobil tidak membuat sendiri rem atau busi mereka, melainkan memesannya dari perusahaan pelat merah spesialis rem. Ketika perusahaan spesialis tersebut menjual komponen yang sama menggunakan merek mereka sendiri ke pasar bebas, itulah yang disebut oem.

2. Perbandingan tingkat kualitas material dan presisi dimensi antar komponen

ilustrasi mengecek mesin mobil
ilustrasi mengecek mesin mobil (pexels.com/Tim Samuel)

Secara teknis, kualitas material dan tingkat presisi dari suku cadang oem dapat dikatakan setara atau bahkan sama persis dengan komponen original. Hal ini terjadi karena kedua komponen tersebut lahir dari cetakan, fasilitas pabrik, dan standar kontrol kualitas yang sama. Bahan baku besi, karet, maupun sirkuit elektrikal yang digunakan tidak memiliki perbedaan spesifikasi karena dibuat berdasarkan cetak biru asli dari pabrikan mobil.

Satu-satunya perbedaan fisik yang paling mencolok biasanya hanya terletak pada cap logo merek kendaraan dan desain kemasan luar. Komponen original akan menampilkan logo eksklusif pabrikan mobil pada badan suku cadang, sedangkan komponen oem hanya menggunakan logo perusahaan pembuatnya. Oleh karena itu, secara fungsi mekanis dan ketahanan pakai di dalam mesin, suku cadang oem memiliki ketangguhan yang sebanding.

3. Selisih harga di pasar dan kebijakan garansi yang menjadi pertimbangan

ilustrasi mesin mobil sport
ilustrasi mesin mobil sport (unsplash.com/Kailun Zhang)

Keunggulan utama yang membuat suku cadang oem sangat diminati di pasaran adalah harga jualnya yang jauh lebih bersahabat bagi kantong. Komponen oem bisa didapatkan dengan harga dua puluh hingga tiga puluh persen lebih murah daripada komponen berlogo original diler. Selisih harga ini terjadi karena jalur distribusi oem tidak melewati rantai birokrasi pemegang merek yang panjang dan bebas dari pajak kemewahan merek.

Namun, hal yang perlu diperhatikan sebagai bahan pertimbangan adalah mengenai jaminan atau kebijakan garansi setelah pemasangan. Suku cadang oem umumnya tidak mendapatkan dukungan garansi dari jaringan diler resmi kendaraan jika terjadi kerusakan di kemudian hari. Memahami kesetaraan kualitas ini membantu pemilik kendaraan dalam mengambil keputusan cerdas untuk menghemat biaya perawatan tanpa harus mengorbankan faktor keselamatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More