Yamaha Ajak Guru SMK Pelajari Dinamika Industri Sepeda Motor

- PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing menerima kunjungan guru SMK jurusan pemasaran dalam program Kementerian Pendidikan untuk memperkuat kompetensi tenaga pendidik melalui pengalaman langsung di industri otomotif.
- Para guru mempelajari proses manufaktur, sistem mutu, serta strategi marketing Yamaha agar pembelajaran di sekolah lebih relevan dengan kebutuhan dan tren industri sepeda motor yang terus berkembang.
- Kunjungan mencakup tur lini produksi dan diskusi bersama tim Yamaha Institute guna membahas tantangan serta peluang pengembangan talenta vokasi di bidang sales dan pemasaran otomotif.
Jakarta, IDN Times - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing menerima kunjungan para guru sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan pemasaran dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan factory visit tersebut berlangsung di pabrik Yamaha, Pulo Gadung, Jakarta, pada 5 Juni 2026.
Agenda ini diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat SMK.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas yang ditujukan untuk memperkuat kompetensi tenaga pendidik melalui keterlibatan langsung dengan pelaku industri.
1. Yamaha buka akses pembelajaran bagi guru SMK

Yamaha menyebut kunjungan pabrik menjadi salah satu sarana untuk memperluas pertukaran pengetahuan antara dunia pendidikan dan industri. Para guru diajak mengenal proses kerja manufaktur sepeda motor, termasuk pengembangan strategi penjualan dan pemasaran.
Assistant General Manager Sales PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Hendri Kartono, mengatakan perusahaan ingin memberi ruang belajar bagi pelaku pendidikan agar memiliki gambaran lebih dekat mengenai kebutuhan industri.
“Sebagai wujud nyata dan komitmen kami dalam memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan dan profesi, kami terus melakukan inovasi dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pelaku pendidikan untuk datang dan belajar bersama kami di Yamaha,” ujar Hendri Kartono.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi upaya Yamaha untuk menunjukkan peran perusahaan dalam mendukung penguatan talenta yang siap memasuki dunia kerja, terutama di sektor manufaktur dan pemasaran otomotif.
2. Guru mempelajari manufaktur hingga strategi pemasaran

Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai perjalanan Yamaha di Indonesia, penerapan teknologi manufaktur, serta sistem pengendalian mutu.
Yamaha juga menjelaskan pengembangan strategi marketing dan sales yang dijalankan perusahaan selama lebih dari 51 tahun di Indonesia.
Materi itu diarahkan untuk memperluas pemahaman guru terhadap dinamika bisnis sepeda motor, termasuk perubahan tren pemasaran yang terus berkembang. Dengan begitu, materi pembelajaran di sekolah diharapkan dapat lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Yamaha menilai keterlibatan tenaga pendidik dalam agenda seperti ini penting karena guru berperan dalam membentuk kompetensi siswa sebelum memasuki dunia kerja.
Kolaborasi dengan industri pun diharapkan dapat memperkuat kesiapan lulusan SMK di bidang pemasaran dan penjualan.
3. Peserta melihat langsung lini produksi Yamaha

Selain sesi pemaparan, para guru berkesempatan melihat langsung proses produksi sepeda motor di pabrik Yamaha. Rangkaian kunjungan mencakup engine assembly process, body assembly process, hingga final inspection sebelum kendaraan dipasarkan.
Peserta juga berdiskusi dengan tim Yamaha Institute mengenai tantangan dan peluang di sektor sales serta marketing sepeda motor. Diskusi tersebut membahas strategi agar talenta Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Melalui kunjungan ini, Yamaha menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekosistem vokasi dan profesi di Indonesia.


















