Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahaya Salah Pilih Cover Mobil, Bisa Bikin Cat Baret-baret
ilustrasi cover mobil (pexels.com/sadece.tarik)

Penggunaan penutup kendaraan sering kali dianggap sebagai solusi paling praktis untuk melindungi bodi mobil dari debu, kotoran, dan paparan cuaca. Banyak pemilik kendaraan membeli penutup mobil secara asal tanpa memperhatikan kualitas serta jenis bahan kain yang digunakan.

Niat awal untuk menjaga kebersihan bodi mobil justru bisa berubah menjadi bencana ketika bahan penutup yang digunakan terlalu kasar. Memilih penutup kendaraan secara cermat menjadi hal yang sangat penting agar kondisi cat tetap terjaga dengan sempurna.

1. Gesekan bahan kain kasar yang memicu timbulnya baret halus

ilustrasi cover mobil (pexels.com/Lorenzo Aita)

Bahan penutup kendaraan yang berkualitas rendah biasanya memiliki serat kain yang cenderung kaku dan bertekstur kasar. Saat penutup dipasang atau dilepas, gesekan antara serat kasar tersebut dengan bodi mobil akan menimbulkan baret halus atau swirl mark. Baret halus ini akan makin terlihat jelas ketika bodi mobil terpapar sinar matahari secara langsung.

Risiko baret akan makin parah jika terdapat butiran debu atau pasir halus yang terjebak di antara penutup dan permukaan cat. Gesekan yang terjadi saat angin bertiup akan membuat butiran debu tersebut menggores lapisan pelindung cat secara berulang. Oleh karena itu, bahan bagian dalam penutup kendaraan harus memiliki tekstur yang sangat lembut seperti microfiber.

2. Efek perangkap kelembapan dari bahan yang tidak memiliki sirkulasi

ilustrasi cover mobil (pexels.com/Ansel Lee)

Selain masalah tekstur kasar, penutup kendaraan berbahan plastik murah sering kali tidak memiliki pori-pori sirkulasi udara yang baik. Ketika mobil ditutupi dalam kondisi lembap atau terkena sisa air hujan, uap air akan terperangkap di bawah lapisan penutup. Kondisi ini menciptakan efek rumah kaca yang sangat berbahaya bagi kesehatan lapisan cat bodi.

Air yang terperangkap dalam jangka waktu lama akan bereaksi dengan kimia cat dan memunculkan bercak jamur atau water spot yang membandel. Noda air ini sangat sulit dihilangkan hanya dengan pencucian biasa dan membutuhkan proses pemolesan ulang yang memakan biaya. Penggunaan bahan yang memiliki sistem sirkulasi udara menjadi syarat mutlak untuk menghindari kelembapan tinggi.

3. Risiko bahan luntur yang meresap dan merusak warna asli cat

ilustrasi cover mobil (pexels.com/Shuaizhi Tian)

Bahan penutup kendaraan berkualitas rendah sering kali menggunakan zat pewarna kain yang tidak stabil saat terkena panas dan air. Saat terjemur terik matahari atau terguyur hujan deras, warna dari penutup kendaraan tersebut bisa luntur dan menempel pada bodi mobil. Zat warna yang luntur ini dapat meresap hingga ke dalam pori-pori lapisan clear coat cat kendaraan.

Proses pembersihan warna luntur yang sudah meresap ke dalam lapisan cat sangatlah rumit dan sering kali membutuhkan pengecatan ulang. Kerugian finansial yang ditimbulkan tentu jauh lebih besar dibandingkan harga penutup kendaraan itu sendiri. Menginvestasikan dana pada penutup kendaraan berbahan aman dan berkualitas tinggi merupakan tindakan pencegahan yang sangat bijak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article