Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bahaya Mencampur Bio Solar dengan Dexlite demi Kejar Harga Murah
Illustrasi mengisi bensin mobil (pexels.com/Engin Akyurt)
  • Mencampur BioSolar dan Dexlite demi penghematan justru menimbulkan reaksi kimia tidak stabil yang berpotensi merusak sistem pembakaran sensitif pada mesin diesel modern.
  • Perbedaan viskositas dan kandungan sulfur antar bahan bakar mengganggu kinerja pompa tekanan tinggi common rail, menyebabkan keausan dini serta biaya perbaikan yang jauh lebih mahal dari selisih harga bahan bakar.
  • Pencampuran bahan bakar memicu pembakaran tidak sempurna, menumpuk jelaga, serta mengencerkan oli mesin hingga mempercepat kerusakan komponen vital dan menurunkan nilai jual kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keinginan untuk menekan pengeluaran operasional kendaraan sering kali mendorong pemilik mobil diesel melakukan eksperimen bahan bakar yang berisiko. Mencampur BioSolar yang memiliki harga subsidi dengan Dexlite yang berkualitas lebih tinggi menjadi praktik yang marak dilakukan dengan harapan mendapatkan angka cetane rata-rata yang lebih baik namun dengan biaya yang tetap terjangkau.

Namun, di balik penghematan semu tersebut, terdapat ancaman serius yang mengintai kesehatan mesin dalam jangka panjang. Karakteristik kimiawi yang berbeda dari kedua jenis bahan bakar ini menciptakan reaksi yang tidak stabil di dalam tangki, yang pada akhirnya dapat memicu kerusakan berantai pada sistem pembakaran sensitif seperti teknologi common rail.

1. Ketidakstabilan kimiawi dan risiko penyumbatan filter

Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/Ekaterina Belinskaya)

BioSolar memiliki kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang cukup tinggi, yang bersifat higroskopis atau mudah menyerap air. Ketika dicampur dengan Dexlite dalam jangka waktu lama, sifat detergen dari bahan bakar berkualitas tinggi dapat meluruhkan endapan atau kotoran yang biasanya menempel pada dinding tangki akibat penggunaan BioSolar. Kotoran yang rontok ini kemudian akan tersuspensi di dalam campuran bahan bakar dan mengalir menuju sistem injeksi.

Akibatnya, filter solar akan bekerja berkali-kali lipat lebih keras untuk menyaring kotoran dan gumpalan gel yang terbentuk dari reaksi pencampuran tersebut. Jika filter tidak sanggup lagi menahan laju kotoran, partikel mikroskopis akan lolos dan menyumbat lubang-lubang halus pada nozzle injektor. Hal ini tidak hanya menurunkan performa mesin secara drastis, tetapi juga menyebabkan mesin sulit dihidupkan serta memicu getaran yang tidak wajar pada saat posisi diam atau idling.

2. Penurunan presisi sistem common rail akibat perbedaan viskositas

ilustrasi isi bensin di SPBU (pexels.com/Engin Akyurt)

Mesin diesel modern dengan sistem common rail sangat bergantung pada presisi tekanan tinggi untuk menghasilkan pengabutan bahan bakar yang sempurna. Dexlite dirancang dengan tingkat kekentalan atau viskositas yang rendah dan indeks cetane yang stabil untuk mendukung kinerja pompa tekanan tinggi. Pencampuran dengan BioSolar yang memiliki viskositas lebih tinggi dan kandungan sulfur yang lebih besar dapat mengganggu ritme kerja pompa tersebut.

Perbedaan massa jenis dan karakteristik pelumasan dari kedua bahan bakar ini membuat komponen pompa harus bekerja ekstra keras untuk menjaga tekanan yang konstan. Dalam jangka panjang, ketidakkonsistenan campuran ini menyebabkan keausan prematur pada piston pompa dan katup pengatur tekanan. Kerusakan pada komponen common rail dikenal memiliki biaya perbaikan yang sangat fantastis, yang jauh melampaui total selisih harga yang berhasil dihemat dari praktik mencampur bahan bakar selama berbulan-bulan.

3. Akumulasi karbon berlebih dan percepatan pengenceran oli

ilustrasi oli mobil (pexels.com/Daniel Andraski)

Dampak buruk lain dari pencampuran bahan bakar yang tidak ideal adalah pembakaran yang tidak sempurna di dalam ruang bakar. Indeks cetane yang tidak konsisten menyebabkan terjadinya hambatan pada proses penyalaan api, yang menyisakan residu karbon atau jelaga dalam jumlah besar. Jelaga ini tidak hanya menumpuk pada ujung injektor dan kepala piston, tetapi juga dapat menyelinap melewati ring piston dan masuk ke dalam bak penampungan oli mesin (oil pan).

Fenomena yang dikenal sebagai fuel dilution ini sangat berbahaya karena solar yang masuk akan mengencerkan oli mesin, sehingga daya lumas oli menurun secara signifikan. Oli yang sudah tercampur bahan bakar tidak akan mampu melindungi komponen mesin dari gesekan ekstrem, yang pada akhirnya memicu kerusakan fatal pada kruk as atau dinding silinder. Alih-alih mendapatkan keuntungan finansial, keputusan mencampur bahan bakar justru memperpendek usia pakai mesin secara keseluruhan dan menurunkan nilai jual kembali kendaraan secara drastis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team