ilustrasi setir mobil (pexels.com/Diana )
Rasa kantuk saat berkendara lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi tubuh pengemudi. Kurang tidur, kelelahan, perjalanan monoton, konsumsi makanan berlebihan, hingga kurangnya aktivitas fisik sebelum berkendara merupakan faktor yang terbukti lebih berperan dalam memicu kantuk dibandingkan warna interior mobil.
Selain itu, perjalanan jarak jauh di jalan tol yang lurus dan minim gangguan visual juga dapat membuat konsentrasi menurun. Dalam kondisi seperti ini, pengemudi sebaiknya beristirahat setiap beberapa jam untuk meregangkan otot dan memulihkan fokus. Membuka sedikit jendela, mengubah posisi duduk, atau mendengarkan musik dengan volume yang wajar juga dapat membantu menjaga kewaspadaan selama perjalanan.
Sebagian produsen mobil bahkan tetap menggunakan interior hitam pada berbagai model premium karena dianggap mampu mengurangi pantulan cahaya di kaca depan. Pantulan yang lebih sedikit dapat membantu pengemudi melihat kondisi jalan dengan lebih jelas, terutama saat siang hari. Faktor keselamatan ini menjadi salah satu alasan mengapa warna hitam tetap populer hingga sekarang.
Jadi, anggapan bahwa kabin mobil serba hitam membuat pengemudi lebih cepat mengantuk tidak sepenuhnya benar. Warna interior memang dapat menciptakan suasana yang lebih tenang dan nyaman, tetapi pengaruhnya relatif kecil dibandingkan faktor lain seperti kualitas tidur, suhu kabin, kondisi fisik, dan lamanya perjalanan.