Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Isuzu Karawang Cetak 300 Ribu Unit Mobil, Ekspor ke 25 Negara

Isuzu Karawang Cetak 300 Ribu Unit Mobil, Ekspor ke 25 Negara
Isuzu cetak 300 ribu unit kendaraan di pabrik Karawang (IDN Times/Fadhliansyah)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Isuzu Astra Motor Indonesia mencatat produksi ke-300 ribu unit di pabrik Karawang sejak beroperasi pada 2015, menandai peran penting Indonesia dalam jaringan manufaktur global Isuzu.
  • Peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 46,45 persen pada model Traga memperkuat industri komponen lokal dan membuka lapangan kerja bagi ratusan karyawan di Karawang.
  • Sejak 2019, kendaraan buatan Isuzu Karawang telah diekspor ke 25 negara, termasuk Jepang dan Afrika Selatan, menunjukkan daya saing ekspor otomotif Indonesia di pasar global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mencatat pencapaian baru dengan memproduksi 300 ribu unit kendaraan di Isuzu Karawang Plant (IKP), Karawang, Jawa Barat.

Angka tersebut diraih dalam waktu sekitar satu dekade sejak pabrik mulai beroperasi pada 2015, sekaligus mempertegas peran Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur kendaraan komersial Isuzu untuk pasar global.

Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan kapasitas produksi yang terus meningkat, tetapi juga menunjukkan kontribusi Isuzu terhadap industri otomotif nasional melalui peningkatan kandungan lokal, penciptaan lapangan kerja, hingga ekspor kendaraan ke berbagai negara. Berikut tiga fakta menarik di balik pencapaian tersebut.

1. Produksi 300 ribu unit jadi tonggak penting Isuzu di Indonesia

Sejumlah orang berdiri di atas panggung pabrik Isuzu Karawang dengan latar belakang truk dan gedung Isuzu berwarna merah.
Pabrik Karawang sudah ekspor ke 25 negara (IDN Times/Fadhliansyah)

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Masayasu Hideshima, menyebut pencapaian ini menjadi sejarah penting bagi perjalanan Isuzu di Tanah Air.

Menurutnya, Isuzu Karawang Plant telah berkembang menjadi fasilitas manufaktur berstandar global yang menjadi bagian penting dari jaringan produksi Isuzu di dunia.

“Sejak mulai beroperasi pada tahun 2015, pabrik ini telah berkembang menjadi fasilitas manufaktur berstandar global yang menjadi kebanggaan Indonesia sekaligus bagian penting dari jaringan produksi Isuzu dunia,” ujar President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Masayasu Hideshima, Senin (20/7/2026).

Saat ini fasilitas tersebut memproduksi berbagai kendaraan komersial seperti Isuzu ELF, Isuzu GIGA, dan Isuzu Traga. Selain itu, pabrik juga merakit kendaraan UD Trucks, yakni UD Quester dan UD Kuzer untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.

2. Tingkat TKDN tinggi dorong industri komponen lokal

IMG_4176.jpeg
Test drive Isuzu Traga AC (IDN Times/Fadhliansyah)

Selain meningkatkan kapasitas produksi, Isuzu juga terus memperbesar penggunaan komponen dalam negeri pada setiap produknya. Saat ini TKDN Isuzu Traga mencapai 46,45 persen, disusul Isuzu GIGA sebesar 38,07 persen dan Isuzu ELF sebesar 33,04 persen.

Peningkatan kandungan lokal tersebut disebut memberikan efek berganda bagi industri nasional. Isuzu Karawang Plant kini mempekerjakan 884 karyawan, sementara keterlibatan vendor lokal juga mendorong proses transfer teknologi sehingga industri komponen Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global yang diterapkan Isuzu.

3. Kendaraan buatan Karawang sudah diekspor ke 25 negara

IMG_4064.jpeg
Isuzu bawa Traga dengan fitur AC (IDN Times/Fadhliansyah)

Tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, Isuzu Karawang Plant juga menjadi basis ekspor kendaraan komersial sejak 2019. Hingga kini kendaraan produksi Karawang telah dikirim ke 25 negara, termasuk Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama.

Hideshima menegaskan Isuzu akan terus memperkuat daya saing manufaktur Indonesia melalui peningkatan kualitas produk, ekspor, serta pengembangan kendaraan yang lebih ramah lingkungan guna memenuhi regulasi emisi di berbagai negara.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing manufaktur nasional, memperbesar kontribusi ekspor, serta menghadirkan kendaraan komersial yang mampu menjadi mitra bisnis terbaik bagi pelanggan di Indonesia maupun pasar global,” jelas Masayasu Hideshima.

Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More