Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Membuka Jendela di Jalan Tol Bikin Laju Mobil Tak Stabil?
ilustrasi membuka kaca jendela mobil (unsplash.com/serjan midili)
  • Membuka jendela saat melaju di tol mengacaukan aliran udara, menciptakan turbulensi dalam kabin yang membuat kemudi terasa ringan dan mobil sulit dikendalikan.
  • Udara yang masuk tanpa jalur keluar menimbulkan gaya hambat tak stabil, mengganggu keseimbangan bodi dan bisa menyebabkan mobil bergeser tiba-tiba saat berpindah jalur.
  • Dalam kecepatan tinggi, ketidakstabilan akibat jendela terbuka meningkatkan risiko oversteer atau understeer saat manuver darurat, sehingga disarankan menjaga jendela tetap tertutup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang yang nyetir mobil di jalan tol nggak boleh buka jendela kalau mobilnya lagi kencang. Kalau jendela dibuka, angin masuk ke dalam mobil dan bikin mobil goyang-goyang. Suaranya juga jadi berisik dan setirnya susah dikontrol. Sekarang orang disuruh nutup jendela biar mobil tetap stabil dan aman di jalan cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Berkendara di jalan tol dengan kecepatan tinggi menuntut konsentrasi penuh dan kondisi kendaraan yang prima. Salah satu kebiasaan yang kadang dilakukan oleh pengemudi adalah membuka jendela mobil, baik untuk mencari udara segar maupun demi menghemat bahan bakar. Namun, banyak anggapan yang beredar di dunia otomotif bahwa tindakan ini bisa memengaruhi keseimbangan dan kestabilan berkendara.

Ternyata, anggapan tersebut bukan sekadar mitos belaka melainkan sebuah fakta ilmiah yang berkaitan dengan ilmu aerodinamika kendaraan. Pabrikan mobil telah merancang bodi kendaraan sedemikian rupa agar bisa membelah angin dengan mulus saat melaju kencang. Ketika jendela dibuka dalam kecepatan tinggi, aliran udara yang semula teratur akan mengalami perubahan drastis yang memengaruhi kontrol kemudi.

1. Munculnya efek turbulensi udara di dalam kabin mobil

Ilustrasi jendela mobil tertutup (unsplash.com/daanstevens)

Saat semua jendela mobil tertutup rapat, udara dari arah depan akan mengalir lancar melewati kap mesin, kaca depan, hingga ke atap dan bagian belakang mobil. Namun, ketika jendela dibuka saat mobil melaju di atas kecepatan 80 kilometer per jam, aliran udara tersebut akan langsung berbelok masuk ke dalam kabin. Udara yang masuk dengan volume besar dan kecepatan tinggi ini akan menciptakan turbulensi atau pusaran angin yang kuat di dalam ruangan kemudi.

Pusaran angin ini menciptakan tekanan udara yang tidak merata di dalam mobil, yang sering kali ditandai dengan suara gemuruh yang bising dan getaran pada langit-langit kabin. Tekanan udara yang bergejolak di dalam kabin secara tidak langsung akan mendorong dinding-dinding interior mobil dari dalam. Hal inilah yang memicu munculnya sensasi limbung atau melayang, sehingga kemudi terasa menjadi lebih ringan dan sulit untuk dijaga kelurusannya.

2. Terjadinya gaya hambat yang merusak keseimbangan bodi

ilustrasi membuka jendela mobil (pexels.com/Mikhail Volkov)

Membuka jendela di jalan bebas hambatan juga memicu terjadinya fenomena yang dikenal dengan istilah aerodynamic drag atau gaya hambat udara. Udara yang masuk ke dalam kabin tidak memiliki jalan keluar yang sepadan, sehingga tertahan di area jok belakang dan bertindak seperti parasut tak terlihat. Gaya hambat ini secara paksa menarik dan menahan laju kendaraan dari arah belakang dengan kekuatan yang tidak konsisten.

Akibat adanya gaya penahan yang tidak stabil ini, distribusi bobot dan keseimbangan mobil saat melaju akan terganggu. Efek buruknya akan sangat terasa ketika mobil sedang berpindah jalur atau saat berpapasan dengan kendaraan besar seperti bus dan truk kontainer. Hambatan udara yang tidak seimbang pada sisi kiri dan kanan mobil dapat membuat bodi kendaraan sedikit bergeser secara tiba-tiba tanpa disengaja oleh pengemudi.

3. Risiko fatal saat bermanuver dalam kecepatan tinggi

ilustrasi sopir bus (pixabay.com/Ciara Houghton)

Ketidakstabilan yang disebabkan oleh jendela terbuka akan mencapai titik paling berbahaya ketika mobil harus melakukan manuver darurat secara mendadak. Misalnya, saat pengemudi harus menghindari lubang atau benda asing di tengah jalan tol dengan memutar kemudi secara cepat. Dalam kondisi normal dengan jendela tertutup, suspensi dan ban mobil akan bekerja secara optimal sesuai dengan perhitungan aerodinamika pabrikan.

Namun, dengan adanya tambahan gaya dorong angin yang tidak teratur dari dalam kabin, respons mobil terhadap gerakan kemudi bisa menjadi terlalu liar atau terlambat. Mobil menjadi lebih rentan mengalami gejala oversteer atau understeer yang bisa menyebabkan kendaraan melintir dan kehilangan kendali sepenuhnya. Oleh karena itu, demi keselamatan bersama, menutup jendela rapat-rapat dan menggunakan ac secara bijak adalah pilihan mutlak saat berkendara di jalan tol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article