Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Tekanan Ban Mobil Bisa Naik Saat Melaju di Jalan Tol?

Benarkah Tekanan Ban Mobil Bisa Naik Saat Melaju di Jalan Tol?
ilustrasi jalan tol (vecteezy.com/khoidir76)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Tekanan udara dalam ban mobil memang bisa naik saat melaju di jalan tol karena gesekan dan beban mekanis meningkatkan suhu, membuat molekul udara memuai.
  • Kenaikan tekanan sekitar dua hingga empat psi tergolong normal dan sudah diperhitungkan produsen; menurunkan tekanan sebelum berkendara justru berisiko menyebabkan ban pecah.
  • Sebelum perjalanan jauh, isi angin sesuai standar pabrikan saat ban masih dingin; penggunaan nitrogen disarankan karena lebih stabil terhadap perubahan suhu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Berkendara di jalan bebas hambatan atau jalan tol menuntut fokus yang tinggi serta kondisi kendaraan yang benar-benar prima. Salah satu komponen yang paling sering berinteraksi langsung dengan aspal dan menentukan keselamatan adalah kondisi karet bundar atau ban mobil.

Banyak pemilik kendaraan yang mengamati adanya fenomena unik berupa perubahan angka pada alat pengukur tekanan udara setelah menempuh perjalanan jauh. Muncul anggapan di kalangan pengemudi bahwa tekanan angin di dalam ban mobil dapat melonjak naik dengan sendirinya saat melaju kencang di jalur bebas hambatan.

1. Hukum fisika di balik kenaikan suhu udara di dalam ban mobil

ilustrasi jalan tol (freepik.com/freepik)
ilustrasi jalan tol (freepik.com/freepik)

Asumsi mengenai kenaikan tekanan udara pada ban mobil saat melaju di jalan tol adalah sebuah fakta ilmiah yang benar terjadi. Fenomena ini didasarkan pada hukum fisika dasar, di mana peningkatan temperatur di dalam ruang tertutup akan selalu diikuti oleh kenaikan tekanan gas. Saat mobil dipacu dengan kecepatan tinggi secara konstan, ban akan menerima beban mekanis yang sangat berat.

Permukaan karet ban yang berputar cepat akan terus bergesekan dengan permukaan aspal jalan tol yang cenderung bertekstur kasar dan panas. Selain gesekan aspal, kelenturan dinding ban yang bergerak naik turun saat menahan bobot mobil juga menghasilkan energi panas internal. Akumulasi dari kedua faktor ini akan menaikkan suhu udara di dalam ban, yang kemudian membuat molekul udara memuai dan meningkatkan tekanan kompresi.

2. Besaran lonjakan tekanan angin yang wajar selama perjalanan jauh

ilustrasi jalan tol (pexels.com/Kindel Media)
ilustrasi jalan tol (pexels.com/Kindel Media)

Kenaikan tekanan udara ini umumnya berkisar antara dua hingga empat pound per square inch dari angka pengukuran awal saat ban masih dingin. Lonjakan ini merupakan hal yang sepenuhnya normal dan sudah diantisipasi oleh para produsen ban terkemuka di dunia. Struktur anyaman kawat baja dan dinding karet ban telah dirancang sedemikian rupa untuk mampu menahan toleransi pemuaian tersebut tanpa risiko pecah.

Masalah baru akan muncul jika pemilik kendaraan sengaja mengurangi tekanan angin sesaat sebelum memasuki jalan tol dengan alasan takut ban meledak. Tindakan mengurangi tekanan ini justru sangat berbahaya karena membuat dinding ban menjadi terlalu lentur dan cepat panas akibat gaya gesek yang meluas. Peningkatan suhu yang ekstrem akibat kurangnya tekanan udara justru menjadi penyebab utama ban mobil mengalami pecah di tengah jalan tol.

3. Solusi pengaturan tekanan udara yang ideal sebelum berkendara jarak jauh

Ilustrasi jalan tol melalui CCTV Live (pexels.com/IvánRivero)
Ilustrasi jalan tol melalui CCTV Live (pexels.com/IvánRivero)

Langkah paling aman dalam mempersiapkan perjalanan lewat jalan tol adalah dengan selalu merujuk pada stiker informasi tekanan angin standar pabrikan. Pengisian angin sebaiknya dilakukan pada saat kondisi ban masih dingin atau mobil belum berjalan jauh agar angka pembacaan akurat. Mengikuti standar bawaan mobil menjamin volume udara di dalam ban memiliki ruang pemuaian yang pas saat suhu mulai meningkat nanti.

Penggunaan gas nitrogen juga sangat disarankan untuk mengisi ban mobil karena memiliki sifat molekul yang jauh lebih stabil dibandingkan angin biasa. Nitrogen memiliki kandungan air yang sangat minim, sehingga tingkat pemuaian dan kenaikan tekanannya jauh lebih rendah saat terkena suhu panas aspal tol. Melalui pemahaman yang benar mengenai sifat pemuaian ban, perjalanan di jalan tol akan terasa jauh lebih aman, nyaman, dan terhindar dari risiko kecelakaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More