Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Jarak Ideal Tangan dan Setir agar Nyaman Saat Berkendara Jauh?
ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Noah Gremmert)
  • Jarak setir perlu membuat siku sedikit menekuk dan bahu rileks, agar lengan leluasa bergerak serta mengurangi kelelahan saat perjalanan jauh.
  • Posisi terlalu dekat membatasi manuver dan berisiko membuat tubuh kaku; NHTSA merekomendasikan jarak minimal 25 sentimeter antara tengah setir dan tulang dada.
  • Atur jok terlebih dahulu agar pedal dan sandaran nyaman, lalu sesuaikan setir; lakukan jeda berkala untuk mencegah tubuh terlalu lama dalam posisi sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Saat naik mobil jauh, tangan memegang setir jangan terlalu jauh atau terlalu dekat. Siku harus sedikit bengkok dan bahu santai. Dada sebaiknya berjarak kira-kira 25 sentimeter dari tengah setir agar airbag punya ruang. Atur jok dulu supaya kaki nyaman menginjak pedal, lalu atur setir. Berhenti istirahat juga ya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Posisi tangan terhadap setir sering dianggap hanya berkaitan dengan kenyamanan. Padahal, jarak antara tubuh, tangan, dan lingkar kemudi juga berpengaruh terhadap kontrol kendaraan, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh.

Setir yang terlalu jauh dapat membuat lengan dan bahu cepat lelah. Sebaliknya, posisi yang terlalu dekat membuat ruang gerak tangan terbatas dan bisa menimbulkan masalah ketika harus melakukan manuver secara cepat.

1. Sisakan sedikit tekukan pada siku

Ilustrasi memegang setir mobil (freepik.com/standret)

Tidak ada satu angka mutlak yang berlaku untuk semua pengemudi karena panjang lengan, bentuk tubuh, dan desain kabin setiap mobil berbeda. Patokan yang lebih penting adalah memastikan siku tidak terkunci lurus ketika kedua tangan memegang setir. Siku sebaiknya tetap sedikit menekuk sehingga lengan mempunyai ruang untuk bergerak.

Posisi tersebut membuat bahu tetap rileks dan mengurangi kebutuhan untuk menjulurkan tubuh ke depan. Saat berkendara jauh, perbedaan kecil ini cukup terasa karena tangan dan bahu harus mempertahankan posisi selama berjam-jam. Jika tangan terasa tertarik ke depan atau bahu terus menegang, kemungkinan posisi setir masih terlalu jauh.

2. Jangan terlalu dekat dengan setir

ilustrasi setir teleskopik pada mobil (freepik.com/pvproduction)

Mendekatkan jok atau menarik setir terlalu dekat memang dapat membuat tangan lebih mudah menjangkau kemudi. Namun, posisi tersebut juga mengurangi ruang gerak lengan ketika setir harus diputar. Pengemudi bisa lebih cepat merasa kaku, terutama ketika menghadapi banyak tikungan atau lalu lintas yang membutuhkan koreksi arah.

Jarak tubuh terhadap setir juga berkaitan dengan sistem airbag. National Highway Traffic Safety Administration merekomendasikan pengemudi menjaga jarak setidaknya 10 inci atau sekitar 25 sentimeter antara bagian tengah setir dan tulang dada, selama tetap dapat mengendalikan kendaraan dengan baik. Posisi tersebut membantu memberikan ruang bagi airbag untuk mengembang ketika terjadi benturan.

3. Atur jok lebih dulu sebelum setir

Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir (freepik.com/freepik)

Cara mendapatkan jarak yang tepat bukan dengan langsung menarik setir mendekati tubuh. Atur posisi jok terlebih dahulu agar kaki dapat mengoperasikan pedal dengan nyaman dan punggung tetap menempel pada sandaran. Setelah itu, atur ketinggian dan jarak setir jika mobil memiliki fitur tilt dan telescopic steering.

Setelah semuanya disesuaikan, coba pegang setir dengan kedua tangan dan pastikan siku masih sedikit menekuk serta bahu tetap rileks. Tangan juga sebaiknya tidak perlu melepaskan punggung dari sandaran ketika menjangkau bagian atas setir. Untuk perjalanan jauh, posisi seperti ini membantu mengurangi kelelahan sekaligus menjaga kontrol kendaraan tetap konsisten. Jangan lupa melakukan jeda secara berkala agar tubuh tidak terus berada dalam posisi yang sama selama perjalanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article