Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Lama Masa Kedaluwarsa Bensin? Ternyata Begini Faktanya
ilustrasi isi bensin, BBM (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Bensin punya masa simpan terbatas, umumnya tiga hingga enam bulan, dan kualitasnya menurun lebih cepat jika sering terpapar udara, suhu tinggi, atau kelembapan.
  • Bensin kedaluwarsa bisa menyebabkan pembakaran tidak sempurna, mesin sulit dihidupkan, performa menurun, serta muncul endapan yang berisiko menyumbat sistem bahan bakar.
  • Penyimpanan terbaik dilakukan di wadah khusus tertutup rapat di tempat sejuk dan teduh, sambil rutin menyalakan mesin agar bensin tetap bersirkulasi dengan baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bensin itu bisa rusak kalau disimpan kelamaan. Katanya, bensin cuma bisa bagus sekitar tiga sampai enam bulan, kadang bisa sampai setahun kalau disimpan di tempat yang rapat dan sejuk. Kalau terlalu lama, bensin bisa bikin mesin susah nyala dan jadi kotor. Jadi bensin harus disimpan dengan benar dan jangan dibiarkan lama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang mengira bensin dapat disimpan tanpa batas waktu selama berada di dalam tangki atau jeriken. Padahal, bahan bakar juga memiliki masa simpan dan kualitasnya akan terus menurun seiring waktu.

Jika dibiarkan terlalu lama tanpa digunakan, bensin bisa mengalami perubahan sifat kimia yang berdampak pada performa mesin. Karena itu, penting memahami berapa lama bensin masih layak digunakan dan faktor apa saja yang memengaruhi kualitasnya.

1. Bensin tidak langsung basi, tetapi kualitasnya menurun

ilustrasi mobil isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Bensin merupakan campuran berbagai senyawa hidrokarbon yang dirancang agar mudah menguap dan terbakar di dalam ruang bakar. Seiring waktu, komponen yang paling ringan akan menguap lebih dulu, sementara sebagian senyawa lainnya dapat mengalami oksidasi akibat kontak dengan udara. Proses tersebut membuat kualitas bensin perlahan menurun.

Dalam kondisi penyimpanan yang baik, bensin umumnya dapat bertahan sekitar tiga hingga enam bulan tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan. Jika disimpan di wadah kedap udara dan berada di tempat yang sejuk, masa simpannya bahkan bisa mendekati satu tahun. Sebaliknya, bensin yang tersimpan di tangki kendaraan yang jarang digunakan lebih cepat mengalami penurunan mutu karena sering terpapar perubahan suhu dan kelembapan.

2. Bensin kedaluwarsa bisa memicu masalah pada mesin

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Ketika kualitas bensin mulai menurun, proses pembakaran di dalam mesin menjadi tidak seoptimal saat bahan bakar masih segar. Mesin bisa lebih sulit dihidupkan, putaran stasioner menjadi kurang stabil, akselerasi terasa berat, hingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Pada kendaraan modern, kondisi ini juga dapat memicu lampu indikator mesin menyala apabila pembakaran berlangsung tidak sempurna.

Selain itu, bensin yang terlalu lama disimpan berpotensi membentuk endapan atau gum, yaitu residu lengket hasil oksidasi bahan bakar. Endapan tersebut dapat menyumbat filter bensin, injektor, atau saluran bahan bakar. Jika dibiarkan terus-menerus, biaya perbaikan yang muncul tentu jauh lebih besar dibandingkan sekadar mengganti bahan bakar yang sudah tidak layak pakai.

3. Simpan bensin dengan cara yang benar

ilustrasi isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Apabila bensin harus disimpan dalam jeriken, gunakan wadah khusus yang memang dirancang untuk bahan bakar. Wadah tersebut mampu mengurangi penguapan sekaligus meminimalkan masuknya udara dan uap air. Simpan di tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari langsung, serta jauh dari sumber panas atau api.

Untuk kendaraan yang jarang digunakan, usahakan tetap menyalakan mesin secara berkala atau menggunakannya sesekali agar bahan bakar terus bersirkulasi. Mengisi tangki hingga cukup penuh juga dapat membantu mengurangi ruang udara di dalam tangki sehingga proses oksidasi berlangsung lebih lambat. Jika kendaraan diparkir dalam waktu sangat lama, penggunaan fuel stabilizer juga dapat membantu memperpanjang masa simpan bensin.

Kualitas bensin memang tidak hilang dalam semalam, tetapi juga tidak bertahan selamanya. Semakin lama bahan bakar disimpan, semakin besar pula kemungkinan terjadi perubahan komposisi yang dapat memengaruhi performa mesin.

Karena itu, gunakan bensin dalam waktu yang wajar dan hindari menyimpan bahan bakar terlalu lama. Bensin yang masih segar bukan hanya menjaga performa kendaraan tetap optimal, tetapi juga membantu memperpanjang usia komponen pada sistem bahan bakar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article