ilustrasi isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)
Apabila bensin harus disimpan dalam jeriken, gunakan wadah khusus yang memang dirancang untuk bahan bakar. Wadah tersebut mampu mengurangi penguapan sekaligus meminimalkan masuknya udara dan uap air. Simpan di tempat yang teduh, tidak terkena sinar matahari langsung, serta jauh dari sumber panas atau api.
Untuk kendaraan yang jarang digunakan, usahakan tetap menyalakan mesin secara berkala atau menggunakannya sesekali agar bahan bakar terus bersirkulasi. Mengisi tangki hingga cukup penuh juga dapat membantu mengurangi ruang udara di dalam tangki sehingga proses oksidasi berlangsung lebih lambat. Jika kendaraan diparkir dalam waktu sangat lama, penggunaan fuel stabilizer juga dapat membantu memperpanjang masa simpan bensin.
Kualitas bensin memang tidak hilang dalam semalam, tetapi juga tidak bertahan selamanya. Semakin lama bahan bakar disimpan, semakin besar pula kemungkinan terjadi perubahan komposisi yang dapat memengaruhi performa mesin.
Karena itu, gunakan bensin dalam waktu yang wajar dan hindari menyimpan bahan bakar terlalu lama. Bensin yang masih segar bukan hanya menjaga performa kendaraan tetap optimal, tetapi juga membantu memperpanjang usia komponen pada sistem bahan bakar.