Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Duh! Biaya Ganti Baterai Tesla Lebih Mahal dari Harga Mobil Bekasnya

Mobil Tesla Y (tesla.com)
Mobil Tesla Y (tesla.com)
Intinya sih...
  • Estimasi biaya penggantian baterai yang fantastis - Harga ganti baterai Tesla Model S mencapai Rp231,5 juta, dua kali lipat dari harga mobil bekas.
  • Lonjakan harga untuk peningkatan kapasitas baterai - Upgrade ke kapasitas baterai 90 kWh memerlukan biaya hingga Rp389,45 juta.
  • Solusi pihak ketiga dan masa depan nilai kendaraan listrik - Pemilik mobil tua dihadapkan pada biaya perbaikan yang tidak sepadan dengan nilai ekonomi kendaraan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mobil listrik sering kali dipuja karena akselerasinya yang instan, kabin yang senyap, serta biaya operasional harian yang jauh lebih murah dibandingkan kendaraan konvensional. Namun, di balik segala kecanggihan tersebut, tersimpan risiko finansial yang besar ketika komponen utama seperti paket baterai mulai mengalami penurunan performa atau mengalami kerusakan permanen.

Sebuah kasus nyata yang dialami pemilik Tesla Model S tahun 2013 di Amerika Serikat menjadi peringatan keras bagi para pengguna kendaraan listrik mengenai biaya perawatan jangka panjang. Estimasi biaya yang dikeluarkan oleh pusat layanan resmi, seperti dikutip dari Carscoops, menunjukkan bahwa harga untuk melakukan pembaruan atau penggantian baterai kini bisa mencapai dua kali lipat dari nilai jual kendaraan itu sendiri di pasar mobil bekas.

1. Estimasi biaya penggantian baterai yang fantastis

Ilustrasi Tesla (tesla.com)
Ilustrasi Tesla (tesla.com)

Berdasarkan laporan dari laman Carscoops yang bersumber dari unggahan pengguna Reddit di Wisconsin, pemilik Tesla Model S lawas tersebut terkejut saat menerima rincian biaya penggantian baterai. Untuk mengganti paket baterai standar kapasitas 60 kWh, Tesla mematok harga total sebesar 13.830 dolar AS atau sekitar Rp231,5 juta. Biaya ini terdiri dari harga unit baterai sebesar Rp221,8 juta dan jasa pemasangan yang memakan waktu kurang dari tiga jam.

Angka tersebut terasa sangat berat mengingat baterai 60 kWh merupakan varian terkecil yang pernah diproduksi oleh Tesla untuk model tersebut. Bagi pemilik mobil yang usianya sudah mencapai satu dekade, biaya ini sering kali setara atau bahkan lebih tinggi dari harga pasar mobil itu sendiri. Hal ini menempatkan pemilik kendaraan pada posisi sulit, di mana biaya perbaikan tidak lagi sebanding dengan nilai aset yang mereka miliki.

2. Lonjakan harga untuk peningkatan kapasitas baterai

Mobil Tesla Y (tesla.com)
Mobil Tesla Y (tesla.com)

Situasi menjadi jauh lebih ekstrem jika pemilik kendaraan berniat melakukan peningkatan (upgrade) ke kapasitas baterai yang lebih besar, yakni 90 kWh. Untuk opsi ini, biaya baterainya saja dibanderol sebesar 18.000 dolar AS (Rp301,35 juta), belum termasuk biaya tambahan sebesar 4.500 dolar AS (Rp75,3 juta) hanya untuk membuka akses kapasitas penuh melalui perangkat lunak. Jika ditotal dengan komponen pendukung dan jasa pasang, biaya keseluruhan mencapai 23.262 dolar AS atau setara Rp389,45 juta.

Jumlah fantastis ini hampir dua kali lipat dari harga pasar Tesla Model S tahun 2013 yang saat ini umumnya dijual di kisaran 10.000 hingga 15.000 dolar AS (Rp167 juta hingga Rp251 juta). Secara finansial, melakukan upgrade pada mobil tua tersebut dianggap sebagai keputusan yang tidak rasional karena dana yang dikeluarkan jauh melampaui harga jual kembali kendaraan setelah diperbaiki.

3. Solusi pihak ketiga dan masa depan nilai kendaraan listrik

Ilustrasi Tesla (tesla.com)
Ilustrasi Tesla (tesla.com)

Meskipun banyak pemilik Tesla yang berhasil mencapai jarak tempuh ratusan ribu kilometer tanpa kendala baterai, degradasi tetap menjadi momok yang tidak bisa dihindari. Bagi mereka yang menghadapi masalah serupa, selain membeli baterai resmi dari Tesla, terdapat opsi penyedia pihak ketiga yang menawarkan harga lebih kompetitif. Namun, tetap saja biaya yang dikeluarkan untuk pemasangan baterai pada mobil listrik berusia sepuluh tahun ke atas sering kali dianggap tidak sepadan dengan nilai ekonomi kendaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Perbedaan Mobil Mild Hybrid, Full Hybrid, dan PHEV: Mana Paling Canggih?

28 Jan 2026, 11:05 WIBAutomotive