Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bolehkah Oli Motor Bebek Digunakan di Skuter Matik?

Ilustrasi oli motor (wahanahonda.com)
Ilustrasi oli motor (wahanahonda.com)
Intinya sih...
  • Perbedaan spesifikasi standar JASO MA dan JASO MB
  • Dampak terhadap efisiensi bahan bakar dan suhu mesin
  • Risiko keausan komponen internal dalam jangka panjang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penggunaan oli mesin yang tepat merupakan kunci utama dalam menjaga performa dan keawetan komponen internal sepeda motor. Sering kali muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa semua jenis pelumas mesin motor memiliki fungsi yang sama, sehingga muncul keinginan untuk menggunakan oli motor bebek pada motor transmisi otomatis atau skutik demi alasan kepraktisan atau ketersediaan stok.

Namun, secara teknis terdapat perbedaan mendasar pada konstruksi mesin dan sistem transmisi antara kedua jenis kendaraan tersebut. Pemahaman mengenai spesifikasi pelumas sangat penting agar mesin tidak mengalami kerusakan jangka panjang akibat penggunaan oli yang tidak sesuai dengan peruntukan desain aslinya yang telah ditetapkan oleh pabrikan.

1. Perbedaan spesifikasi standar jaso ma dan jaso mb

ilustrasi mengganti oli motor (Suzuki.co.id)
ilustrasi mengganti oli motor (Suzuki.co.id)

Perbedaan paling krusial antara oli motor bebek dan skutik terletak pada standar JASO (Japanese Automotive Standards Organization). Oli untuk motor bebek umumnya memiliki kode JASO MA, yang dirancang khusus untuk mesin dengan kopling basah. Pelumas ini mengandung zat aditif gesek yang berfungsi agar kopling tidak mengalami selip saat menyalurkan tenaga. Sebaliknya, mesin skutik menggunakan standar JASO MB yang memiliki karakter lebih licin karena sistem koplingnya bertipe kering dan terpisah dari ruang mesin.

Jika oli motor bebek yang memiliki sertifikasi JASO MA dipaksakan masuk ke dalam mesin skutik, kinerja pelumasan memang tetap berjalan, namun tingkat gesekan internalnya tidak akan seefisien oli JASO MB. Karakter oli MA yang menahan gesekan justru akan membuat komponen mesin skutik bekerja lebih berat. Hal ini berpotensi memicu suhu mesin yang lebih cepat panas karena oli tersebut tidak dirancang untuk meminimalkan friksi seekstrem pelumas khusus skutik yang memang berfokus pada efisiensi energi.

2. Dampak terhadap efisiensi bahan bakar dan suhu mesin

Ilustrasi mengganti oli motor (Istimewa)
Ilustrasi mengganti oli motor (Istimewa)

Mesin skutik secara alami beroperasi pada putaran mesin yang lebih tinggi dan suhu yang lebih panas dibandingkan motor bebek karena posisinya yang tertutup oleh bodi plastik (fairing). Oli khusus skutik diformulasikan untuk memiliki ketahanan panas yang lebih baik serta kekentalan yang tetap stabil meski suhu sedang tinggi. Penggunaan oli motor bebek yang cenderung memiliki koefisien gesek lebih tinggi akan menyebabkan mesin skutik bekerja ekstra keras untuk menghasilkan tenaga yang sama.

Beban kerja yang meningkat ini secara otomatis akan berdampak pada konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros. Karena oli motor bebek tidak memberikan tingkat kelicinan maksimal pada ruang bakar skutik, piston dan dinding silinder akan mengalami hambatan gerak yang lebih besar. Dalam jangka panjang, penggunaan yang salah ini tidak hanya menguras isi dompet untuk pembelian bensin, tetapi juga mempercepat degradasi kualitas oli itu sendiri sehingga mesin menjadi lebih berisik dan kasar.

3. Risiko keausan komponen internal dalam jangka panjang

ilustrasi bengkel motor (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
ilustrasi bengkel motor (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Setiap pelumas membawa paket aditif yang telah disesuaikan dengan kebutuhan material logam di dalam mesin. Oli motor bebek sering kali memiliki tingkat kekentalan yang berbeda dengan standar kebutuhan skutik modern yang umumnya membutuhkan oli encer untuk mencapai celah-celah sempit. Jika mesin skutik mendapatkan pelumasan yang terlalu kental atau tidak sesuai aditifnya, aliran oli menuju kepala silinder bisa terhambat saat mesin baru dinyalakan di pagi hari.

Kegagalan pelumasan pada detik-detik awal mesin bekerja merupakan penyebab utama terjadinya baret pada dinding silinder dan kerusakan pada bagian camshaft. Meski efeknya tidak terasa secara instan dalam satu atau dua hari, akumulasi penggunaan oli yang tidak tepat akan memperpendek umur pakai mesin secara signifikan. Memilih pelumas yang sesuai dengan kode yang tertera pada buku manual kendaraan adalah langkah paling bijak untuk memastikan motor tetap responsif, bertenaga, dan memiliki nilai jual kembali yang terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Sering Dianggap Sepele, Ini Kesalahan Pengemudi Pemula!

22 Jan 2026, 12:08 WIBAutomotive