Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BYD Kembangkan Blade Battery Gen 2 Selama Enam Tahun
BYD perkenalkan generasi kedua Blade Battery (IDN Times/Fadhliansyah)
  • BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua di Indonesia setelah pengembangan enam tahun, dengan kepadatan energi diklaim naik 5 persen melalui sistem transportasi ion FlashPass.

  • Baterai ini dirancang untuk pengisian berdaya tinggi dengan pengelolaan panas lebih baik; BYD mengklaim pengujian keselamatan tidak memicu thermal runaway, asap, api, atau ledakan.

  • Blade Battery Gen 2 dipadukan dengan Flash Charging hingga 1.500 kW, yang diklaim dapat mengisi kendaraan kompatibel dari 10 ke 70 persen dalam sekitar lima menit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
selama enam tahun

BYD mengembangkan Blade Battery generasi kedua dengan fokus pada kepadatan energi, pengisian daya, dan keselamatan.

Rabu (14/10/2026)

Liu Xueliang menyatakan inovasi BYD ditujukan agar kendaraan listrik semakin praktis dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua di Indonesia, dengan peningkatan kepadatan energi, dukungan pengisian cepat, dan pengelolaan panas yang diklaim lebih baik.
  • Who?
    BYD mengembangkan teknologi ini. Liu Xueliang, Vice President BYD Co., Ltd. dan General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, menyampaikan tujuan inovasi tersebut.
  • Where?
    Blade Battery generasi kedua diperkenalkan BYD di Indonesia.
  • When?
    Liu Xueliang menyampaikan keterangan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Pengembangan baterai berlangsung selama enam tahun.
  • Why?
    Pengembangan dilakukan untuk meningkatkan kepadatan energi, mempercepat pengisian daya, memperbaiki pengelolaan panas, serta mendukung keselamatan penggunaan kendaraan listrik.
  • How?
    BYD menggunakan sistem transportasi ion FlashPass serta optimalisasi katode, elektrolit, dan anode. Baterai dipadukan dengan Flash Charging hingga 1.500 kW dan telah menjalani pengujian keselamatan menurut klaim perusahaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BYD membuat baterai baru untuk mobil listrik. Namanya Blade Battery generasi dua. Baterai ini dibuat selama enam tahun. Kata BYD, baterai ini bisa menyimpan energi lebih banyak dan diisi lebih cepat. Mereka juga bilang baterai ini sudah diuji supaya tidak mudah panas, berasap, atau terbakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengembangan Blade Battery generasi kedua menunjukkan upaya BYD untuk menjadikan kendaraan listrik lebih praktis tanpa mengesampingkan aspek keselamatan. Dengan kepadatan energi yang diklaim meningkat, pengelolaan panas yang diperbaiki, serta pengujian ketahanan yang telah dilakukan, teknologi ini mencerminkan fokus pada manfaat penggunaan sehari-hari dan efisiensi ekosistem kendaraan listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan teknologi kendaraan listrik.

Baterai terbaru ini dikembangkan selama enam tahun dengan fokus pada peningkatan kepadatan energi, kecepatan pengisian daya, serta keselamatan dalam penggunaan sehari-hari.

BYD mengklaim kepadatan energi Blade Battery generasi kedua meningkat lima persen dibandingkan generasi sebelumnya. Teknologi ini juga dirancang untuk mendukung pengisian daya berdaya tinggi dengan pengelolaan panas yang lebih baik.

1. Kepadatan energi meningkat lima persen

Di dalam kabin, Danza menyempurnakan fungsi pijat pada kursi baris pertama dan kedua serta menambah ruang kaki baris ketiga sebesar 60 mm (IDN Times/Fadhliansyah)

Peningkatan kepadatan energi menjadi salah satu pembaruan utama Blade Battery generasi kedua. BYD mengembangkan sistem transportasi ion FlashPass untuk mengurangi hambatan internal dan meningkatkan efisiensi perpindahan energi di dalam sel baterai.

Teknologi tersebut menggabungkan sejumlah pengembangan pada katode, elektrolit, dan anode. Optimalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan kecepatan perpindahan ion sekaligus membantu mengendalikan panas selama proses pengisian daya.

2. Pengisian cepat tanpa mengabaikan keselamatan

BYD juga bawa 2nd gen Blade Battery (IDN Times/Fadhliansyah)

BYD memastikan Blade Battery generasi kedua telah melewati serangkaian pengujian keselamatan, termasuk uji penusukan paku yang dilakukan bersamaan dengan proses Flash Charging.

Menurut perusahaan, pengujian tersebut tidak memicu thermal runaway, asap, maupun api setelah 500 siklus pengisian.

Baterai ini juga diklaim mampu melewati pengujian hubungan arus pendek paksa pada empat sel secara bersamaan tanpa kebakaran atau ledakan, bahkan ketika suhu mencapai lebih dari 700 derajat Celsius. Hasil tersebut merupakan klaim berdasarkan pengujian yang disampaikan BYD.

3. Dipadukan dengan Flash Charging

BYD Flash Charging resmi rilis di Indonesia (IDN Times/Fadhliansyah)

Blade Battery generasi kedua dikembangkan untuk bekerja bersama teknologi Flash Charging yang menawarkan daya hingga 1.500 kW.

Kombinasi keduanya diklaim memungkinkan kendaraan kompatibel mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen dalam sekitar lima menit dan mencapai 97 persen dalam sembilan menit pada suhu normal.

Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan inovasi tersebut ditujukan untuk membuat kendaraan listrik semakin praktis.

"Bagi BYD, inovasi teknologi bukan sekadar tentang menciptakan terobosan baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas," ujar Liu, Rabu (14/10/2026).

BYD menyatakan pengembangan baterai dan pengisian daya akan terus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih efisien dan terintegrasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article