Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BYD Pecah Pusat Riset Jadi 5 Divisi demi Atasi Penurunan Penjualan
BYD Atto 3 (byd.arista-group.co.id)
  • BYD membagi lembaga riset pusatnya menjadi lima divisi merek otonom untuk mempercepat inovasi dan menyesuaikan strategi pengembangan kendaraan listrik di tengah perlambatan pasar.
  • Setiap merek seperti Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang kini memiliki tanggung jawab keuangan mandiri guna meningkatkan efisiensi biaya serta transparansi kinerja bisnis.
  • Restrukturisasi ini ditujukan mengatasi tumpang tindih produk dan merespons penurunan penjualan 20% dalam lima bulan pertama 2026 dengan fokus pada efisiensi teknik terdesentralisasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Struktur pengembangan kendaraan listrik milik pabrikan raksasa BYD dilaporkan tengah bertransisi menuju sistem kerja yang lebih terdesentralisasi. Langkah berani ini diambil untuk merespons pelambatan pasar yang cukup masif dan mendadak pada paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan terkini yang dilansir dari situs carnewschina.com, produsen otomotif asal Tiongkok ini akan memecah Lembaga Riset Rekayasa Otomotif pusat menjadi lima pusat riset merek yang berbeda. Transformasi struktural berskala besar ini mendefinisikan ulang cara grup perusahaan dalam mengoordinasikan puluhan ribu tenaga kerja rekayasa mereka.

1. Pemecahan lini rekayasa dan otonomi penuh lima merek utama

BYD Sealion 7 (byd.com)

Di bawah kerangka kerja baru ini, divisi teknik inti di pusat hanya akan berfungsi sebagai wadah penyimpanan teknologi dasar. Unit terpusat ini memegang tanggung jawab eksklusif atas pengembangan kimia baterai blade, platform listrik terdedikasi, serta arsitektur elektronik dasar. Sementara untuk aplikasi kendaraan individu, perencanaan produk, serta penyetelan sasis dialihkan sepenuhnya ke tim periferal yang terpisah.

Fasilitas riset yang baru didirikan ini akan mendapatkan otoritas independen untuk menentukan definisi produk dan perencanaan kendaraan masing-masing. Merek Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang masing-masing akan mengoperasikan divisi otonom secara mandiri. Personel dari unit teknik terpusat yang lama akan ditransfer secara langsung untuk mengisi tim merek spesifik tersebut.

2. Penerapan akuntabilitas keuangan dan optimalisasi efisiensi biaya

BYD Seal (byd.com)

Selain melakukan rekayasa ulang pada struktur organisasi, pabrikan ini juga akan menerapkan mekanisme akuntansi laba-rugi yang independen untuk setiap portofolio. Merek Dynasty, Ocean, Denza, dan Fang Cheng Bao diwajibkan untuk beroperasi di bawah arahan pembiayaan mandiri. Sementara itu, merek ultra-mewah Yangwang mendapatkan pengecualian sementara dari target profitabilitas jangka pendek ini.

Setiap merek nantinya akan menghadapi penagihan biaya dengan tarif pasar ketika mengakses aset teknologi bersama milik korporasi. Penyelesaian internal ini bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi biaya produksi, meskipun kerangka manajemen terdesentralisasi berisiko meningkatkan kompleksitas organisasi. Penggunaan teknologi bersama juga berpotensi memicu persaingan internal yang ketat untuk memperebutkan sumber daya perusahaan.

3. Resolusi tumpang tindih produk akibat penurunan volume penjualan

BYD M6 DM (byd.com)

Perubahan haluan organisasi ini secara khusus ditujukan untuk menyelesaikan masalah tumpang tindih lini produk di berbagai rentang harga. Aset kendaraan BYD saat ini mencakup model entri seharga 100.000 yuan hingga kendaraan performa mewah seharga 1.000.000 yuan. Sebelumnya, penyebaran platform terpusat menyebabkan terjadinya kanibalisasi konsumen antara lini Ocean dan Dynasty yang memiliki harga mirip.

Pergeseran operasional ini merupakan respons langsung terhadap penurunan volume penjualan sebesar 20 persen dalam lima bulan pertama tahun dua ribu dua puluh enam. Penurunan metrik yang menghasilkan angka penjualan sebesar 1,405 juta kendaraan ini menegaskan pentingnya transisi dari skala volume murni menuju efisiensi teknik terdesentralisasi. Strategi struktural baru ini meniru kerangka kerja terdesentralisasi yang sukses diterapkan oleh Geely Automobile untuk menstabilkan margin jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team

Related Article