Struktur pengembangan kendaraan listrik milik pabrikan raksasa BYD dilaporkan tengah bertransisi menuju sistem kerja yang lebih terdesentralisasi. Langkah berani ini diambil untuk merespons pelambatan pasar yang cukup masif dan mendadak pada paruh pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan terkini yang dilansir dari situs carnewschina.com, produsen otomotif asal Tiongkok ini akan memecah Lembaga Riset Rekayasa Otomotif pusat menjadi lima pusat riset merek yang berbeda. Transformasi struktural berskala besar ini mendefinisikan ulang cara grup perusahaan dalam mengoordinasikan puluhan ribu tenaga kerja rekayasa mereka.
