Rolling Resistence Bikin Boros Bensin hingga 30 Persen!

- Riset Universitas Teknologi Delft mengungkap bahwa 20–30% konsumsi bahan bakar mobil terbuang hanya untuk melawan hambatan gulir ban, menjadikannya faktor penting dalam efisiensi energi kendaraan.
- Hambatan gulir terjadi akibat kehilangan histeresis saat karet ban terus berubah bentuk dan menghasilkan panas, memaksa mesin membakar lebih banyak bensin untuk mempertahankan performa.
- Inovasi eco-tires dengan campuran silika menggantikan sebagian karbon hitam terbukti menekan hambatan gulir, meningkatkan efisiensi bahan bakar, serta membantu mengurangi emisi karbon di perkotaan.
Efisiensi konsumsi bahan bakar pada kendaraan sering kali hanya dikaitkan dengan kapasitas mesin, bobot mobil, atau pola berkendara. Banyak pemilik kendaraan yang mengira bahwa fungsi roda hanyalah sebagai media penyalur tenaga mesin menuju permukaan jalan raya tanpa memengaruhi efisiensi secara langsung.
Namun, sebuah riset mendalam yang dilakukan oleh Universitas Teknologi Delft atau tu delft di Belanda berhasil mengungkap fakta sebaliknya. Komponen ban ternyata memegang peran yang sangat krusial dalam menentukan seberapa sering sebuah kendaraan harus mampir ke stasiun pengisian bahan bakar.
1. Persentase konsumsi bahan bakar yang habis akibat hambatan gulir roda

Hasil penelitian dari tu delft menunjukkan angka yang sangat mengejutkan terkait energi kendaraan yang terbuang di area roda. Sekitar 20 persen hingga 30 persen dari total konsumsi bahan bakar pada sebuah mobil habis digunakan murni hanya untuk mengatasi hambatan gulir ban atau rolling resistance. Sementara pada kendaraan roda dua atau sepeda motor, hambatan gulir ini memakan porsi sekitar 15 persen dari energi bahan bakar.
Gaya hambat ini bekerja secara konstan melawan arah laju kendaraan selama roda berputar di atas permukaan jalan. Nilai persentase yang cukup besar tersebut membuktikan bahwa ban bukan sekadar komponen pasif, melainkan sebuah variabel utama dalam efisiensi energi. Semakin tinggi tingkat hambatan gulir dari ban yang digunakan, maka akan semakin boros pula konsumsi bahan bakar dari kendaraan tersebut.
2. Fenomena kehilangan histeresis akibat deformasi karet ban secara berulang

Para peneliti di tu delft membedah secara mekanis mengapa hambatan gulir tersebut dapat menyedot energi bahan bakar yang begitu besar. Ketika kendaraan melaju, bagian ban yang menyentuh tanah akan mengalami perubahan bentuk atau deformasi secara terus-menerus akibat tekanan bobot kendaraan. Sifat elastis karet ban membuatnya memampat saat menapak aspal dan kembali mengembang setelah berputar ke atas.
Proses perubahan bentuk yang terjadi ribuan kali per menit ini menciptakan sebuah fenomena gesekan internal yang disebut dengan hysteresis loss atau kehilangan histeresis. Hambatan ini muncul karena karet ban memerlukan energi untuk berubah bentuk, namun energi tersebut tidak kembali seutuhnya saat karet kembali ke bentuk semula. Energi yang hilang ini berubah menjadi energi panas yang terbuang sia-sia, sehingga mesin terpaksa membakar bensin lebih banyak.
3. Lahirnya teknologi ban ramah lingkungan melalui pencampuran senyawa silika

Kesimpulan dari riset tu delft ini pada akhirnya menjadi landasan penting yang melahirkan inovasi teknologi ban ramah lingkungan atau eco-tires modern. Guna menekan kerugian energi akibat efek histeresis, para produsen ban mulai merombak formula senyawa kimia pembentuk karet roda. Langkah strategis dilakukan dengan cara mencampurkan senyawa silika khusus untuk menggantikan sebagian material karbon hitam atau carbon black.
Penggunaan material silika ini terbukti secara ilmiah mampu mengurangi tingkat hilangnya energi panas saat karet ban mengalami defleksi mekanis di jalanan. Keunggulan utama dari formulasi baru ini adalah mampu menurunkan nilai hambatan gulir secara drastis untuk menghemat bahan bakar tanpa mengorbankan daya cengkeram pada permukaan jalan yang basah. Melalui adopsi teknologi hasil riset ini, efisiensi berkendara dapat ditingkatkan sekaligus membantu mengurangi emisi karbon di area perkotaan.
















