BYD Bangun 6.682 Unit Stasiun Pengisian Daya Cepat di China

- BYD membangun 6.682 stasiun pengisian daya cepat di 321 kota Tiongkok dengan kapasitas hingga 1.500 kW per konektor, menargetkan total 20.000 unit melalui proyek Flash Charging China.
- Laju pembangunan sempat melambat setelah awalnya agresif, dengan baru tercapai 33,4% dari target tahunan; BYD harus menambah lebih dari 13 ribu unit lagi untuk memenuhi rencana akhir tahun.
- BYD memperluas jaringan ke pasar global dengan target 6.000 stasiun di luar Tiongkok, didukung teknologi baterai bilah generasi kedua yang siap digunakan pada berbagai model mobil listrik premium.
Penyediaan infrastruktur pengisian daya yang cepat dan merata menjadi kunci utama dalam mempercepat transisi menuju era kendaraan listrik global. Produsen otomotif raksasa asal Tiongkok, BYD, terus menunjukkan komitmen penuhnya dalam membangun ekosistem pendukung yang masif bagi para konsumennya.
Melalui langkah strategis ini, kendala utama berupa waktu tunggu pengisian daya yang lama berhasil dipangkas secara ekstrem demi kenyamanan berkendara. Proyek ambisius ini tidak hanya berfokus pada pasar domestik, melainkan telah mulai merambah ke wilayah mancanegara.
1. Capaian ribuan unit pengisian kilat dan target interkoneksi nasional

BYD secara resmi mengumumkan keberhasilannya dalam mendirikan 6.682 unit stasiun pengisian daya kilat di daratan Tiongkok. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari situs carnewschina.com, ribuan fasilitas pengisian daya super cepat tersebut kini telah tersebar luas dan menjangkau 321 kota. Pengumuman mengejutkan ini dibagikan bersamaan dengan momen peluncuran produk kendaraan terbaru mereka di pasar domestik, yaitu BYD Great Tang.
Stasiun pengisian mandiri ini menawarkan performa yang luar biasa dengan kemampuan menyalurkan daya listrik searah hingga 1.500 kilowatt per konektor. Berkat spesifikasi tingkat tinggi tersebut, mobil listrik yang kompatibel hanya membutuhkan waktu 9 menit untuk mengisi daya dari 10% ke 97%. Fasilitas ini menjadi fondasi penting bagi misi perusahaan dalam menciptakan jaringan interkoneksi berskala nasional yang diberi nama Flash Charging China dengan target akhir 20.000 unit di Tiongkok.
2. Fluktuasi kecepatan pembangunan dan tantangan pemenuhan target tahunan

Laju pembangunan jaringan pengisian daya super cepat ini sebenarnya sempat mencatatkan rekor pertumbuhan yang sangat agresif pada awal peluncurannya. Pabrikan yang berbasis di Shenzhen ini sempat berhasil memasang 5.000 unit pengisian hanya dalam kurun waktu 27 hari pertama sejak diluncurkan maret lalu. Namun, data terkini menunjukkan bahwa ritme perluasan jaringan tersebut mulai mengalami perlambatan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Situs carnewschina.com memaparkan bahwa hingga pertengahan Juni, perusahaan baru berhasil memenuhi sekitar 33,4% dari total target tahunan tersebut. Guna memenuhi target ambisius di akhir tahun, perusahaan harus bergegas memasang 13.318 unit tambahan pada paruh kedua tahun ini. Kondisi ini menjadi tantangan besar yang sangat menguji kapasitas logistik dan manajemen konstruksi internal pabrikan di sisa waktu yang ada.
3. Ekspansi jaringan ke pasar global dan kesiapan teknologi baterai baru

Selain fokus menggarap pasar domestik, perusahaan ini juga gencar melebarkan sayap infrastrukturnya menuju pasar internasional dengan target 6.000 unit pengisian kilat di luar Tiongkok. Sebanyak 3.000 stasiun dialokasikan khusus untuk daratan Eropa, di mana Jerman dan Inggris tercatat telah mulai mengoperasikan stasiun pengisian daya perdana, termasuk target 300 stasiun di Inggris. Langkah ini berjalan beriringan dengan performa ekspor mereka yang kuat, di mana BYD mencatatkan penjualan global sebesar 376.990 unit pada Mei lalu.
Meskipun demikian, kemampuan pengisian daya kilat ini hanya dapat dinikmati secara optimal oleh jajaran mobil terbaru yang mengusung teknologi baterai bilah generasi kedua. Model-model premium seperti Yangwang U7, Yangwang U8L, Denza N9, Denza Z9 GT, Fang Cheng Bao Ti3, Fang Cheng Bao Ti7, BYD Seal 07, BYD Sealion 06, BYD Song Ultra EV, BYD Han EV, hingga BYD Yuan Plus telah dikonfirmasi siap memanfaatkan fasilitas daya raksasa ini sepenuhnya. Melalui kesiapan ekosistem terintegrasi yang diproyeksikan menyumbang 30% dari total penjualan tahunan ini, performa kendaraan ramah lingkungan tersebut dipastikan akan terus tumbuh pesat secara global.


















