Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BYD Siapkan Teknologi Baterai yang Sel Terendam Cairan Pendingin
Baterai mobil BYD Atto 2 (byd.com/eu)
  • BYD mengajukan paten kabinet baterai dengan modul sel direndam langsung dalam cairan pendingin dielektrik, untuk memperpendek jalur perpindahan panas.
  • Desain membagi kabinet menjadi ruang bawah berisi baterai terendam cairan dan ruang atas untuk komponen listrik, dengan koneksi ditempatkan di bagian atas ruang cairan.
  • Paten CN 122868832 A ditujukan bagi perangkat penyimpanan energi dan belum memastikan penerapan pada mobil listrik atau rencana produksi komersial BYD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BYD membuat rencana baterai baru. Sel baterainya mau direndam dalam cairan khusus yang tidak menghantarkan listrik, supaya panasnya cepat hilang. Baterai ada di ruang bawah, lalu bagian listrik ada di ruang atas agar aman. Sekarang ini masih paten saja. BYD belum bilang kapan teknologi ini dipakai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BYD mengajukan paten baru yang memperkenalkan konsep pendinginan baterai berbeda dari sistem yang umum digunakan saat ini. Dalam desain tersebut, modul sel baterai ditempatkan langsung di dalam cairan pendingin dielektrik yang tidak menghantarkan listrik.

Menurut laporan CarNewsChina.com, paten tersebut diterbitkan China National Intellectual Property Administration (CNIPA) pada 5 Oktober 2026 dengan nomor CN 122868832 A. Paten yang diajukan pada Maret 2025 itu mencakup kabinet baterai dan perangkat penyimpanan energi dengan desain dua ruang terpisah.

1. Sel baterai direndam langsung dalam cairan

ilustrasi BYD Seal (byd.com)

Pada sistem pendinginan baterai konvensional, cairan pendingin biasanya mengalir melalui saluran atau pelat pendingin yang ditempatkan di dekat modul baterai. Panas dari sel kemudian berpindah melalui beberapa lapisan material sebelum akhirnya mencapai media pendingin.

Konsep yang dijelaskan BYD berbeda karena modul sel ditempatkan langsung di dalam cairan dielektrik. Dengan cara tersebut, permukaan modul yang bersentuhan dengan cairan dapat mentransfer panas secara langsung. Jalur perpindahan panas menjadi lebih pendek sehingga sistem berpotensi mengelola temperatur baterai dengan lebih efektif.

2. BYD memisahkan ruang baterai dan komponen listrik

BYD Atto 3 (byd.com)

Tantangan utama sistem pendinginan imersi bukan hanya bagaimana membuang panas, tetapi juga bagaimana menjaga komponen listrik tetap aman. BYD mengatasinya dengan membagi kabinet menjadi dua ruang. Ruang bagian bawah berisi modul baterai yang terendam cairan, sedangkan ruang atas digunakan untuk komponen kelistrikan.

Paten tersebut juga menjelaskan bagaimana koneksi listrik dari modul baterai menuju komponen di ruang kering dapat melewati batas antara kedua ruang. Jalur koneksi diarahkan melalui bagian atas ruang berisi cairan. Posisi tersebut membantu mengurangi tekanan hidrostatik pada titik penyegelan dibandingkan jika koneksi ditempatkan lebih dalam di dalam cairan.

3. Masih sebatas paten untuk sistem penyimpanan energi

BYD Atto 3 meluncur di Beijing Motor Show 2026 (byd.com)

Desain baru ini berbeda dari arsitektur baterai produksi BYD dan sejumlah produsen lain yang masih menggunakan pendinginan tidak langsung. BYD MC Cube, misalnya, menggunakan baterai Blade dalam arsitektur cell-to-system, sementara sistem MC Cube-T menggunakan pendinginan cair. CATL juga memiliki sistem penyimpanan energi dengan pelat pendingin yang ditempatkan di luar modul baterai.

Penting dicatat, paten CN 122868832 A belum berarti teknologi tersebut akan langsung digunakan pada mobil listrik produksi massal. Dokumen tersebut secara spesifik mencakup kabinet baterai dan perangkat penyimpanan energi, bukan menyatakan penerapannya pada kendaraan penumpang. BYD juga belum mengumumkan rencana produksi komersial untuk teknologi ini. Meski begitu, konsep tersebut menunjukkan upaya BYD mencari cara baru untuk mengelola panas baterai dengan menempatkan sel secara langsung di dalam media pendingin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article