Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Membuang Oli Bekas agar Tidak Mencemari Lingkungan
ilustrasi ganti oli mobil (magnific.com/ASphotofamily)
  • Penggantian oli rutin menghasilkan limbah berbahaya yang tidak boleh dibuang ke tanah atau saluran air karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Sebelum menguras oli, matikan mesin dan tunggu suhunya menurun; tampung oli dalam wadah bersih, kokoh, berukuran cukup, serta tertutup rapat.
  • Oli bekas harus dipisahkan dari cairan lain, disimpan di tempat sejuk jauh dari panas dan anak-anak, lalu diserahkan ke bengkel atau pengelola limbah resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Salah satu bentuk perawatan rutin kendaraan yang wajib kamu lakukan adalah penggantian oli mesin secara berkala. Oli memiliki peran penting dalam menjaga performa mesin agar tetap optimal. Oleh karena itu, penggantiannya tidak boleh terlewatkan.

Setelah melakukan penggantian, kamu akan memiliki oli bekas yang perlu diperhatikan penanganannya. Limbah oli tersebut tidak boleh dibuang di sembarang tempat karena sifatnya yang berbahaya. Kamu perlu memahami cara penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

1. Matikan mesin

ilustrasi kunci mobil (unsplash.com/Jonathan Castañeda)

Sebelum mulai menguras oli, pastikan kamu sudah mematikan mesin terlebih dahulu. Setelah itu, tunggulah selama beberapa menit sampai suhu mesin agak menurun. Proses pendinginan ini penting untuk menjaga keselamatan kamu.

Langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko terkena cipratan oli yang masih panas. Oli panas dapat menyebabkan luka bakar jika mengenai kulit. Dengan menunggu suhu turun, proses penggantian oli dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

2. Siapkan wadah yang tepat

ilustrasi oli mobil (magnific.com/peoplecreations)

Siapkan wadah penampung yang bersih, kokoh, dan tertutup rapat agar tidak mudah bocor. Pastikan wadah tersebut memiliki ukuran yang cukup untuk menampung seluruh oli bekas. Wadah yang layak akan memudahkan kamu dalam proses pembuangan selanjutnya.

Jangan biarkan oli bekas mengalir langsung ke tanah atau ke dalam saluran air. Perbuatan tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius. Limbah oli mengandung zat berbahaya yang sulit terurai secara alami.

3. Pindahkan ke wadah yang tertutup rapat

ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Tim Mossholder)

Setelah semua oli bekas berhasil dikuras dari mesin, segera pindahkan ke dalam wadah yang berbeda. Pastikan wadah tersebut memiliki penutup yang rapat dan aman. Kamu bisa menggunakan jeriken atau botol bekas yang kondisinya masih layak.

Wadah tertutup berfungsi untuk mencegah oli tumpah selama penyimpanan. Selain itu, penutup yang rapat juga menghindari risiko kontaminasi dan bau menyengat. Dengan begitu, limbah oli dapat disimpan sementara dengan lebih aman sebelum dibuang.

4. Hindari mencampur oli bekas dengan limbah lain

ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Dextar Vision)

Jangan mencampurkan oli bekas dengan jenis cairan lain seperti bensin atau solar. Campuran tersebut akan membuat proses daur ulang menjadi lebih sulit dilakukan. Kualitas oli bekas pun akan semakin menurun jika terkontaminasi.

Selain itu, hindari mencampurnya dengan cairan rem, air radiator, air biasa, maupun bahan kimia lainnya. Setiap cairan memiliki karakteristik dan penanganan limbah yang berbeda-beda. Dengan memisahkannya, kamu telah membantu menjaga proses pengolahan limbah tetap aman dan efektif.

5. Simpan di tempat aman

ilustrasi oli mobil (unsplash.com/Dextar Vision)

Letakkan wadah oli bekas di area yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pastikan lokasinya aman dan sulit dijangkau oleh anak-anak. Penyimpanan yang aman akan mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Jauhkan wadah tersebut dari kompor, sumber panas, atau area yang berpotensi menimbulkan api. Hal ini penting karena oli bekas merupakan bahan yang mudah terbakar. Dengan penempatan yang tepat, keamanan di sekitar kamu akan lebih terjaga.

Oli bekas tidak boleh dibuang sembarangan karena berbahaya bagi lingkungan. Simpan dalam wadah tertutup, jangan dicampur cairan lain, dan letakkan di tempat aman. Kemudian setorkan ke bengkel atau tempat pengelola limbah resmi untuk didaur ulang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article