Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Catat! Ini Pantangan Buat Mobil yang Sudah Dilapisi Nano Coating
ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Garvin St. Villier)

Perlindungan nano coating menjadi pilihan populer untuk menjaga kilau cat serta memberikan lapisan pelindung ekstra pada bodi kendaraan. Pengaplikasian lapisan kimia ini mampu membuat tampilan mobil selalu terlihat berkilau seperti baru dan memberikan efek daun talas saat terkena air.

Namun, daya tahan lapisan pelindung ini sangat bergantung pada cara perawatan yang dilakukan setelah proses pengaplikasian selesai. Ada beberapa pantangan utama yang wajib dihindari agar lapisan pelindung tersebut tidak cepat mengelupas atau rusak secara permanen.

1. Mencuci kendaraan menggunakan sabun pembersih ber-ph tidak seimbang

ilustrasi cuci mobil (unsplash.com/Clément M.)

Penggunaan sabun cuci piring, detergen pakaian, atau shampo mobil bermutu rendah merupakan pantangan besar bagi kendaraan ber-coating. Bahan kimia keras dan kadar asam atau basa yang tinggi pada produk tersebut dapat mengikis lapisan pelindung tipis pada bodi. Pengikisan secara terus-menerus akan membuat lapisan pelindung menipis dan kehilangan efek mengilapnya dalam waktu singkat.

Sangat disarankan untuk selalu menggunakan shampo khusus kendaraan dengan nilai ph netral saat membersihkan bodi mobil. Penggunaan sabun yang tepat akan menjaga struktur kimia dari lapisan pelindung agar tetap menempel dengan kuat pada permukaan cat. Kebiasaan ini akan memastikan perlindungan terhadap paparan sinar matahari dan kotoran dapat bertahan hingga bertahun-tahun.

2. Menyapu kotoran keras atau debu tebal saat permukaan bodi kering

ilustrasi cuci mobil (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kebiasaan mengusap atau menyapu kotoran burung, getah pohon, dan debu tebal secara langsung saat bodi kering sangat berisiko merusak lapisan. Gesekan partikel kasar yang dipaksa bergeser di atas permukaan bodi akan menimbulkan goresan halus atau swirl mark. Lapisan pelindung yang seharusnya menjaga cat justru bisa tergores akibat teknik pembersihan yang salah.

Proses pembersihan kotoran menempel harus dilakukan dengan melunakkannya terlebih dahulu menggunakan semprotan air bersih. Setelah kotoran melunak, usap permukaan secara perlahan menggunakan kain mikrofiber yang bersih dan lembut tanpa memberikan tekanan berlebih. Langkah hati-hati ini akan mencegah timbulnya baret halus yang dapat merusak estetika kilau nano coating.

3. Membiarkan air hujan atau sisa pencucian mengering dengan sendirinya

ilustrasi wiper (unsplash.com/Erik Mclean)

Mengabaikan tetesan air hujan atau sisa air pencucian hingga mengering akibat terik matahari dapat memicu timbulnya water spot atau jamur kaca dan cat. Meskipun lapisan pelindung memiliki sifat menolak air, kandungan mineral dalam air yang tertinggal akan mengkristal saat menguap. Kristal mineral ini dapat menempel sangat kuat dan merusak kebeningan lapisan paling luar.

Setiap kali kendaraan terkena air hujan atau selesai dicuci, pengeringan harus segera dilakukan menggunakan lap mikrofiber berkualitas baik. Membiarkan air mengering sendiri di bawah sinar matahari langsung akan menyulitkan proses pembersihan noda air di kemudian hari. Kedisiplinan dalam mengeringkan bodi menjadi kunci utama untuk memelihara efek kilau yang tahan lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article