Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Changan Nilai Kepastian Insentif Penting untuk Pasar EV
Rute yang dilakukan Changan Deepal S05 terdiri dari berbagai kondisi jalan (Dok. Changan)
  • Changan Indonesia menilai ketidakpastian insentif kendaraan listrik membuat banyak calon konsumen menunda pembelian hingga ada kejelasan kebijakan dari pemerintah.
  • Pihak Changan berharap pemerintah kembali memberikan insentif karena dapat menjaga daya beli masyarakat, memberi kepastian harga jual, dan mempercepat adopsi kendaraan listrik.
  • Belum adanya kepastian insentif dinilai berpotensi memperlambat pertumbuhan pasar EV nasional, meski Changan tetap melanjutkan ekspansi produk seperti peluncuran S05 di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketidakpastian kelanjutan insentif kendaraan listrik dari pemerintah dinilai masih memengaruhi minat beli masyarakat. Changan Indonesia mengungkapkan sebagian calon konsumen memilih menunda keputusan pembelian sambil menunggu kepastian kebijakan tersebut.

Kondisi ini juga dirasakan menjelang peluncuran Changan S05. Menurut perusahaan, kejelasan insentif tidak hanya berpengaruh terhadap harga jual kendaraan, tetapi juga dapat mempercepat pertumbuhan pasar mobil listrik di Indonesia.

1. Konsumen memilih menunggu kepastian insentif

Changan Deepal S05 REEV (Dok. Changan)

Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, mengatakan fenomena konsumen yang menunda pembelian sudah terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Banyak calon pembeli memilih menunggu keputusan pemerintah terkait insentif kendaraan listrik.

Menurutnya, situasi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku industri yang tengah memperluas pasar kendaraan elektrifikasi.

“Itu sebenarnya sudah terjadi dari kemarin-kemarin. Ada beberapa customer yang memang masih menunggu. Sebagai pelaku industri, saat ini kami juga sama-sama menunggu kepastian mengenai insentif itu,” ujar Ridjal Mulyadi di Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

2. Insentif dinilai memberi kepastian harga jual

Tampilan faschia Changan Deepal S07 (IDN Times/Fadhliansyah)

Ridjal berharap pemerintah kembali memberikan insentif kendaraan listrik. Selain membantu menjaga daya beli masyarakat, kebijakan tersebut juga memberikan kepastian bagi produsen dalam menentukan harga jual kendaraan.

Apalagi, saat ini sejumlah pabrikan masih menghadapi tantangan lain, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah yang turut memengaruhi biaya produksi dan impor kendaraan.

“Kalau dari kami tentu berharap ada insentif. Karena itu memberikan kepastian terhadap harga jual, kemudian juga bisa mempercepat proses elektrifikasi sehingga lebih banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik,” katanya.

3. Ketidakpastian berpotensi memperlambat pertumbuhan pasar EV

Interior Changan Deepal S07 terasa minimalis namun modern (IDN Times/Fadhliansyah)

Ridjal tidak menampik bahwa belum adanya kepastian mengenai insentif dapat memengaruhi laju pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional.

Menurutnya, ketika konsumen memilih menunggu, penjualan kendaraan listrik juga berpotensi bergerak lebih lambat dibandingkan jika kebijakan sudah ditetapkan.

Meski begitu, Changan tetap melanjutkan rencana ekspansi produknya di Indonesia. Setelah menghadirkan Lumin dan S07, perusahaan bersiap meluncurkan S05 dan telah mengisyaratkan akan menambah model baru dalam waktu mendatang.

“Kalau kondisinya masih belum pasti seperti sekarang, memang ada potensi pasar menjadi lebih lambat. Namun kami tetap akan melengkapi lini produk Changan di Indonesia,” lanjut pria ramah ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article