Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Alasan Kotoran Burung Bikin Mobil Jadi Terlihat Kusam

3 Alasan Kotoran Burung Bikin Mobil Jadi Terlihat Kusam
ilustrasi mobil (unsplash.com/Joydeep Sensarma)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kotoran burung mengandung asam urat tinggi yang bisa mengikis lapisan pelindung cat mobil, terutama saat terkena panas matahari.
  • Lapisan cat yang terkikis membuat permukaan mobil rentan oksidasi, menyebabkan warna buram dan noda putih sulit hilang.
  • Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran burung dapat menembus hingga lapisan dasar cat dan menimbulkan noda permanen yang butuh perbaikan mahal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Cat mobil yang terkena kotoran burung berisiko menjadi kusam. Selain itu, mobil bisa kehilangan kilapnya. Oleh karena itu, jangan menganggap remeh bercak kotoran burung yang menempel.

Semakin lama kotoran dibiarkan, kerusakan pada permukaan cat akan semakin parah. Segera bersihkan kotoran burung agar kondisi cat mobil kamu tetap terjaga. Kenapa kotoran burung bisa bikin mobil jadi kusam? Berikut alasannya.

1. Mengandung sifat asam

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Ryu Orn)

Zat asam urat pada kotoran burung memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Komponen inilah yang menjadi penyebab utama kerusakan cat kendaraan. Jika menempel terlalu lama, asam tersebut dapat mengikis lapisan pelindung cat mobil kamu.

Panas dari sinar matahari membuat reaksi kimia antara asam urat dan permukaan cat berlangsung lebih cepat. Kondisinya menyerupai proses korosi ringan yang mengikis cat sedikit demi sedikit. Lama-kelamaan lapisan clear coat akan rusak dan tampilan cat menjadi kusam.

2. Rentan oksidasi

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Benjamin Ranger)

Lapisan clear coat yang sudah terkikis oleh kotoran burung membuat area cat jadi mudah teroksidasi. Kerusakan pada pelindung itu membuka jalan bagi udara dan air untuk merusak lapisan di bawahnya. Akibatnya, permukaan cat mobil kamu kehilangan daya tahannya.

Oksidasi membuat cat tampak buram dan kehilangan kilau aslinya. Kerusakan ini biasanya muncul dalam bentuk noda putih yang menempel kuat. Noda tersebut sulit dihilangkan hanya dengan mencuci biasa dan sering kali perlu poles khusus.

3. Menjadi noda permanen

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Zhen Yao)

Kerusakan pada cat mobil akan semakin parah jika kotoran burung dibiarkan terlalu lama. Pada awalnya noda tersebut masih berada di permukaan dan mudah diangkat. Namun asam di dalamnya terus bekerja mengikis lapisan pelindung cat kendaraan kamu.

Jika penundaan pembersihan terus terjadi, noda itu dapat meresap hingga ke lapisan cat dasar. Kondisi ini membuat bercak berubah menjadi permanen dan tidak bisa hilang dengan pencucian biasa. Akibatnya, perbaikan cat menjadi lebih rumit dan memerlukan biaya tambahan.

Dengan kata lain, kotoran burung mengandung asam urat yang dapat mengikis lapisan pelindung dan warna cat mobil kamu. Kerusakan akan semakin parah jika kotoran dibiarkan terlalu lama di bawah sinar matahari. Karena itu, segera bersihkan kotoran burung dengan cara yang benar agar cat mobil tetap awet dan berkilau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More