Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuci Kolong Mobil Setelah Mudik, Sepenting Itu?
ilustrasi cuci mobil (pexels.com/quang-nguyen-vinh)
  • Kolong mobil sering terpapar air, lumpur, dan zat kimia saat mudik, yang bisa memicu karat pada rangka serta sambungan logam jika tidak segera dibersihkan.
  • Kotoran yang menempel di area kaki-kaki mobil dapat mengganggu kinerja suspensi dan komponen lain, bahkan menimbulkan bunyi atau getaran setelah perjalanan jauh.
  • Pencucian kolong mobil sebaiknya dilakukan segera setelah perjalanan jauh dengan semprotan air bertekanan tinggi agar kotoran terangkat dan kerusakan dini bisa dicegah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perjalanan mudik Lebaran identik dengan rute panjang, kondisi jalan beragam, hingga potensi melewati genangan air atau jalan berlumpur. Banyak pemilik mobil fokus pada tampilan luar, padahal bagian kolong justru paling rentan menyimpan kotoran yang bisa berdampak jangka panjang.

Kotoran yang menempel di kolong mobil bukan sekadar debu biasa. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini bisa memicu masalah serius seperti korosi hingga gangguan komponen kaki-kaki.

1. Kotoran menumpuk bisa picu karat

Ilustrasi cuci mobil (Pexels/Tima Miroshnichenko)

Selama perjalanan mudik, kolong mobil sering terpapar air, lumpur, hingga zat kimia dari jalan. Jika tidak segera dibersihkan, kotoran ini bisa mengendap dan memicu karat, terutama pada bagian logam seperti rangka, baut, dan sambungan.

Karat yang dibiarkan akan merusak struktur secara perlahan. Dampaknya tidak instan, tapi dalam jangka panjang bisa mengurangi kekuatan komponen dan meningkatkan risiko kerusakan.

2. Mengganggu kinerja kaki-kaki mobil

Ilustrasi cuci mobil (freepik.com/jcomp)

Selain memicu karat, kotoran yang menempel juga bisa mengganggu kerja komponen kaki-kaki. Misalnya, suspensi, bushing, atau joint bisa tertutup lumpur sehingga pergerakannya tidak optimal.

Dalam kondisi tertentu, kotoran yang mengeras bahkan bisa menimbulkan bunyi atau getaran saat mobil digunakan kembali setelah mudik.

3. Waktu ideal membersihkan kolong mobil

Ilustrasi cuci mobil. (Freepik.com/senivpetro)

Cuci kolong mobil sebaiknya dilakukan segera setelah perjalanan jauh, terutama jika melewati kondisi jalan ekstrem. Pembersihan menggunakan tekanan air tinggi cukup efektif untuk mengangkat kotoran yang menempel di area sulit dijangkau.

Jika ingin lebih optimal, bisa sekalian dilakukan pengecekan visual pada komponen bawah mobil. Dengan begitu, potensi kerusakan bisa terdeteksi lebih awal sebelum berkembang jadi masalah besar.

Editorial Team