Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Konsumsi BBM Mobil Lebih Irit Saat Mudik Lewat Tol

Alasan Konsumsi BBM Mobil Lebih Irit Saat Mudik Lewat Tol
Ilustrasi jalan tol (IDN Times/Kevin Handoko)
Intinya Sih
  • Konsumsi BBM lebih irit di jalan tol karena mesin bekerja stabil pada kecepatan konstan, membuat pembakaran bahan bakar lebih efisien dibandingkan kondisi lalu lintas kota.
  • Minimnya akselerasi dan pengereman di tol membantu menjaga efisiensi energi, karena mesin tidak perlu sering menambah tenaga dan transmisi bisa mempertahankan gigi tinggi lebih lama.
  • Hambatan udara menjadi batas efisiensi saat kecepatan terlalu tinggi, sehingga konsumsi BBM meningkat; efisiensi terbaik dicapai pada kecepatan moderat selama perjalanan jauh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Konsumsi bahan bakar yang lebih irit saat perjalanan mudik atau road trip di jalan tol kerap dirasakan oleh banyak pengendara.

Dibandingkan penggunaan harian di dalam kota, mobil cenderung mencatat angka efisiensi yang lebih baik saat digunakan dalam perjalanan jarak jauh.

Hal ini bukan sekadar persepsi, melainkan berkaitan langsung dengan cara kerja mesin, pola berkendara, serta kondisi jalan yang mendukung efisiensi bahan bakar secara optimal.

1. Kecepatan konstan menjaga efisiensi mesin

Ilustrasi jalan tol (IDN Times/ Muchammad Haikal)
Ilustrasi jalan tol (IDN Times/ Muchammad Haikal)

Di jalan tol, kendaraan melaju dengan kecepatan relatif stabil dalam waktu lama. Kondisi ini memungkinkan mesin bekerja pada titik efisiensi optimal, di mana konsumsi bahan bakar dapat ditekan seminimal mungkin.

Saat mesin tidak perlu sering beradaptasi dengan perubahan kecepatan, proses pembakaran bahan bakar menjadi lebih stabil. Hal ini berbeda dengan kondisi di dalam kota yang menuntut mesin terus berubah dari putaran rendah ke tinggi secara berulang.

Akibatnya, penggunaan bahan bakar di jalan tol cenderung lebih efisien dibandingkan penggunaan harian di lalu lintas padat.

2. Minim akselerasi dan pengereman

Ilustrasi jalan tol (IDN Times/Sunariyah)
Ilustrasi jalan tol (IDN Times/Sunariyah)

Salah satu faktor utama yang membuat konsumsi BBM boros di perkotaan adalah frekuensi akselerasi dan pengereman yang tinggi. Setiap kali kendaraan bergerak dari posisi diam, mesin membutuhkan suplai bahan bakar lebih besar untuk menghasilkan tenaga.

Di jalan tol, pola ini hampir tidak terjadi. Kendaraan dapat melaju terus tanpa harus sering berhenti, sehingga energi yang dihasilkan mesin tidak terbuang sia-sia akibat pengereman berulang.

Efisiensi ini juga didukung oleh sistem transmisi yang mampu mempertahankan gigi tinggi lebih lama, sehingga putaran mesin tetap rendah dan konsumsi bahan bakar lebih hemat.

3. Hambatan udara jadi faktor pembatas efisiensi

IMG-20260316-WA0010.jpg
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran mudik 2026 dengan mendirikan Posko Mudik BRImo 2026 di lima rest area di ruas jalan tol Jakarta–Jawa. (Dok. BRI)

Meski lebih irit, konsumsi BBM di jalan tol tetap memiliki batas efisiensi. Saat kecepatan meningkat terlalu tinggi, hambatan udara atau drag aerodinamika akan naik secara signifikan dan membebani kerja mesin.

Dalam kondisi ini, mesin harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan kecepatan, yang secara langsung meningkatkan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, efisiensi optimal biasanya dicapai pada kecepatan moderat, bukan kecepatan maksimum.

Dengan memahami faktor ini, pengendara dapat mengatur gaya berkendara agar tetap efisien, bahkan saat melakukan perjalanan jarak jauh di jalan tol.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in Automotive

See More