Booth Daihatsu di GIIAS 2025 (Dok. Astra Daihatsu Motor)
Menariknya, basis konsumen Daihatsu tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan maupun Pulau Jawa. Berdasarkan data yang dipaparkan, sekitar 55 persen penjualan Daihatsu justru berasal dari luar Jawa, sedangkan 45 persen lainnya berada di Jawa.
Komposisi tersebut berbeda dengan gambaran pasar nasional yang masih lebih besar di Jawa. Daihatsu menyebut jangkauan konsumennya yang luas didukung jaringan penjualan yang mencakup lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia. Strategi ini membuat Daihatsu berupaya mempertahankan kedekatan dengan konsumen, termasuk first buyer yang berada di berbagai daerah.
Di tengah masuknya banyak merek baru ke Indonesia, Daihatsu menilai persaingan sekaligus memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen. Hingga tahun ini, sekitar 36 model baru disebut masuk ke pasar otomotif Indonesia. Daihatsu sendiri memilih tetap fokus pada kebutuhan konsumen utamanya, terutama di segmen kendaraan di bawah Rp300 juta.
Strategi tersebut tidak berhenti pada penyediaan produk. Daihatsu juga menekankan kemudahan selama periode kepemilikan kendaraan, mulai dari proses pembelian, perawatan, hingga menjual kembali mobil. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Daihatsu untuk mempertahankan konsumen di tengah persaingan pasar yang semakin ramai.