Kesadaran akan keselamatan berkendara biasanya berfokus pada kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, kondisi kelaikan mesin, serta larangan keras mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang. Banyak pengemudi sangat disiplin dalam memastikan diri mereka bersih dari zat adiktif sebelum memegang setir demi menghindari kecelakaan fatal. Kampanye keselamatan jalan raya pun terus menggaungkan bahaya hilangnya kesadaran akibat minuman keras yang dapat merugikan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
Namun, ada satu ancaman kesehatan mendasar yang sering kali luput dari perhatian dan dianggap sepele oleh sebagian besar pengendara, yaitu rasa haus. Saat terjebak dalam kemacetan panjang yang menjengkelkan atau melakukan perjalanan jauh, mengabaikan kebutuhan hidrasi tubuh dianggap sebagai hal biasa yang bisa ditunda hingga tiba di lokasi tujuan. Padahal, membiarkan tubuh kekurangan cairan di balik kemudi menyimpan risiko penurunan fungsi otak yang sangat mematikan, bahkan memiliki tingkat bahaya yang setara dengan kondisi mabuk.
