Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Deretan Mobil Dengan Depresiasi Terendah di Indonesia

ilustrasi spooring dan balancing (toyota.astra.co.id)
ilustrasi spooring dan balancing (toyota.astra.co.id)
Intinya sih...
  • MPV Jepang seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia memiliki depresiasi rendah karena permintaan yang tinggi
  • SUV tangguh seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport juga memiliki catatan depresiasi yang rendah
  • Ketersediaan infrastruktur purnajual menjadi faktor kunci dalam menjaga harga mobil tetap bertahan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memiliki kendaraan yang mampu menjaga nilai jualnya tetap tinggi adalah impian setiap pemilik mobil di Indonesia. Di tengah pasar otomotif yang sangat dinamis, beberapa model kendaraan berhasil membuktikan ketangguhannya dalam melawan arus depresiasi, sehingga tidak membuat kantong pemiliknya jebol saat tiba waktunya untuk berganti unit.

Fenomena stabilnya harga jual kembali atau resale value ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kombinasi reputasi merek, ketersediaan suku cadang, dan kepercayaan konsumen yang sudah terbangun selama puluhan tahun. Memilih mobil dengan tingkat penyusutan rendah adalah langkah finansial cerdas bagi siapa saja yang menganggap kendaraan bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga aset yang harus dijaga nilainya.

1. Dominasi kendaraan keluarga serbaguna dari merek Jepang

ilustrasi Toyota Raize (toyota.astra.co.id)
ilustrasi Toyota Raize (toyota.astra.co.id)

Hingga saat ini, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) masih memegang takhta sebagai kendaraan dengan depresiasi paling rendah di tanah air. Model legendaris seperti Toyota Avanza dan saudaranya, Daihatsu Xenia, dikenal memiliki harga bekas yang sangat stabil karena permintaannya yang tidak pernah surut di pasar sekunder. Hal yang sama juga berlaku bagi Toyota Kijang Innova, terutama varian mesin diesel, yang sering kali dianggap sebagai "emas berjalan" karena harganya yang tetap tinggi meski sudah berusia di atas lima tahun.

Stabilitas harga pada mobil-mobil ini didorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap daya tahan mesin dan kemudahan perawatan di seluruh pelosok negeri. Selain MPV, kategori hatchback seperti Honda Brio Satya juga menunjukkan performa nilai jual kembali yang luar biasa kuat. Sebagai mobil yang banyak dicari oleh pembeli pertama maupun pelajar, permintaan yang tinggi terhadap unit bekasnya membuat penyusutan harga per tahunnya menjadi sangat minimal.

2. Daya tarik sport utility vehicle dan mobil hobi

Ilustrasi Pajero Sport (mitsubishi-motors.co.id)
Ilustrasi Pajero Sport (mitsubishi-motors.co.id)

Selain mobil keluarga, segmen Sport Utility Vehicle (SUV) tangguh seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport juga memiliki catatan depresiasi yang rendah. Mobil-mobil ini memiliki pangsa pasar yang sangat loyal dan dianggap sebagai simbol status yang prestisius namun tetap fungsional. Ketangguhan mesin dalam melibas berbagai medan jalan di Indonesia menjadikan SUV besar ini tetap diburu meski angka di odometernya sudah menunjukkan jarak tempuh yang cukup jauh.

Kategori unik lainnya yang kebal terhadap depresiasi tajam adalah mobil hobi seperti Suzuki Jimny. Karena jumlah unitnya yang terbatas dan permintaan yang sangat tinggi, harga bekas mobil ini terkadang justru bisa mendekati atau bahkan melebihi harga belinya saat baru. Kelangkaan dan nilai histori sebuah model menjadi faktor pembeda yang membuat mobil jenis ini tidak mengikuti hukum penyusutan nilai kendaraan pada umumnya.

3. Ketersediaan infrastruktur purnajual sebagai jaminan nilai

Mitsubishi Pajero Sport (dok. Mitsubishi Motors Indonesia)
Mitsubishi Pajero Sport (dok. Mitsubishi Motors Indonesia)

Faktor kunci yang menjaga harga mobil tetap bertahan adalah luasnya jaringan bengkel resmi dan kemudahan mendapatkan suku cadang, baik yang asli maupun imitasi. Merek-merek besar yang sudah memiliki infrastruktur kuat di hampir setiap kota di Indonesia secara otomatis memiliki nilai depresiasi yang lebih rendah. Calon pembeli mobil bekas merasa lebih aman membeli kendaraan yang bisa diperbaiki di mana saja tanpa harus menunggu kiriman komponen dari luar negeri.

Kepercayaan terhadap layanan purnajual ini menciptakan siklus pasar yang sehat, di mana stok mobil bekas cepat terserap oleh pembeli baru. Ketika sebuah mobil mudah dijual kembali dalam waktu singkat tanpa potongan harga yang drastis, maka mobil tersebut secara otomatis masuk ke dalam jajaran kendaraan dengan nilai investasi terbaik. Dengan memilih model yang memiliki ekosistem pendukung yang kuat, risiko kerugian finansial akibat penyusutan harga dapat ditekan seminimal mungkin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Kita Sering Menahan Nafas Saat Melaju di Tanjakan Curam?

13 Jan 2026, 11:05 WIBAutomotive