Ini 6 Alasan Banyak Mobil Baru Tidak Lagi Punya Ban Serep

- Produsen mobil kini banyak menghapus ban serep demi mengurangi bobot kendaraan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan menekan emisi karbon sesuai standar lingkungan yang makin ketat.
- Ruang bagasi yang lebih lega dimanfaatkan untuk baterai mobil listrik atau perlengkapan tambahan, sementara teknologi ban modern seperti run-flat membuat pengemudi tetap bisa melaju meski bocor.
- Banyak mobil baru hanya menyediakan tire repair kit sebagai solusi darurat, langkah ini juga membantu produsen menekan biaya produksi tanpa harus menyediakan ban dan peralatan cadangan tambahan.
Mobil keluaran terbaru sering kali tampil semakin canggih. Fitur keselamatan bertambah, desain makin modern, dan teknologi di dalam kabin terus berkembang. Namun, ada satu hal yang diam-diam mulai menghilang dari banyak mobil baru, yaitu ban cadangan.
Kalau dulu hampir semua mobil memiliki ban serep ukuran penuh di bagasi, sekarang banyak produsen memilih untuk menggantinya dengan ban cadangan kecil, kit tambal ban, atau bahkan tidak menyediakan ban cadangan sama sekali. Untuk sebagian orang, keputusan ini terdengar aneh. Bukankah ban cadangan sangat penting saat terjadi kebocoran di tengah jalan? Nah, ternyata ada beberapa alasan mengapa produsen mobil mengambil langkah tersebut.
1. Mengurangi bobot kendaraan

Salah satu alasan terbesar adalah untuk mengurangi berat mobil. Sebuah ban cadangan lengkap dengan velg dan peralatannya bisa menambah bobot sekitar 15 hingga 25 kilogram tergantung jenis kendaraan. Mungkin angka itu terdengar kecil, tetapi bagi produsen mobil, setiap kilogram sangat berarti. Mobil yang lebih ringan membutuhkan energi lebih sedikit untuk bergerak sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien. Di era standar emisi yang semakin ketat, pengurangan berat kendaraan menjadi salah satu cara paling mudah untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menurunkan emisi karbon.
2. Memberikan ruang bagasi yang lebih besar

Ban cadangan juga memakan cukup banyak ruang di bagasi. Dengan menghilangkannya, produsen bisa memanfaatkan ruang tersebut untuk berbagai hal lain. Misalnya, menambah kapasitas bagasi, menyediakan ruang untuk baterai pada mobil hybrid dan listrik, atau menyimpan perlengkapan tambahan lainnya. Pada mobil listrik, ruang kosong ini bahkan menjadi semakin penting karena baterai membutuhkan area pemasangan yang cukup besar di bagian bawah kendaraan.
3. Teknologi ban semakin baik

Dibandingkan beberapa dekade lalu, kualitas ban modern sudah jauh lebih baik. Ban saat ini lebih tahan terhadap tusukan, panas, maupun keausan. Banyak mobil baru juga menggunakan teknologi run-flat tire. Ban jenis ini masih memungkinkan kendaraan berjalan meskipun tekanan udaranya hilang akibat bocor, biasanya hingga sekitar 80 kilometer dengan kecepatan terbatas. Dengan teknologi seperti ini, pengemudi masih memiliki cukup waktu untuk mencapai bengkel terdekat tanpa harus mengganti ban di pinggir jalan.
4. Produsen menggantinya dengan tire repair kit

Jika membuka bagasi beberapa mobil baru, kamu mungkin hanya menemukan sebuah kompresor kecil dan cairan penambal ban. Perangkat ini dikenal sebagai tire repair kit atau puncture repair kit. Cara kerjanya cukup sederhana, yaitu dengan memasukkan cairan penambal ke dalam ban lalu memompa kembali udara ke dalamnya. Untuk kebocoran kecil akibat paku atau benda tajam berukuran kecil, alat ini biasanya cukup efektif sebagai solusi sementara sampai kendaraan tiba di bengkel. Namun, tentu saja alat ini tidak bisa digunakan jika ban robek besar, pecah, atau mengalami kerusakan di bagian samping ban.
5. Menghemat biaya produksi

Alasan lain yang jarang dibicarakan adalah penghematan biaya produksi. Menghilangkan ban cadangan berarti produsen tidak perlu menyediakan ban tambahan, velg tambahan, dongkrak, serta berbagai peralatan lainnya. Jika dikalikan jutaan unit mobil yang diproduksi setiap tahun, penghematan biaya tersebut bisa menjadi sangat besar bagi perusahaan otomotif. Meskipun demikian, sebagian produsen tetap menawarkan ban cadangan sebagai aksesori opsional yang bisa dibeli secara terpisah oleh konsumen.
















