Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Isi Air Wiper dengan Sabun Cuci Piring, Ini Risikonya

Jangan Isi Air Wiper dengan Sabun Cuci Piring, Ini Risikonya
ilustrasi wiper mobil (suzuki.co.id)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Penggunaan sabun cuci piring atau sampo sebagai cairan wiper dapat mengikis lapisan pelindung kaca, menimbulkan jamur, dan membuat pandangan berkendara jadi buram.
  • Zat kimia keras dalam sabun menyebabkan karet wiper kehilangan elastisitas, cepat retak, dan berpotensi menggores kaca depan mobil secara permanen.
  • Kekentalan sabun bisa membentuk endapan yang menyumbat nosel penyemprot serta memperberat kerja pompa washer hingga berisiko rusak atau korsleting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sistem pembersih kaca depan atau wiper memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga visibilitas berkendara, terutama saat melintasi jalanan berdebu atau diguyur hujan deras. Banyak pemilik kendaraan yang menganggap bahwa cairan pembersih kaca bawaan (wiper fluid) bisa digantikan dengan mudah oleh campuran air dan sabun rumahan seperti sabun cuci piring atau sampo rambut. Alasan ekonomis dan kepraktisan sering kali menjadi latar belakang mengapa kebiasaan ini terus dilakukan secara berulang.

Secara instan, campuran sabun cuci piring atau sampo memang terlihat ampuh dalam merontokkan kotoran minyak dan debu yang menempel di kaca depan. Namun, di balik busa yang melimpah tersebut, ada zat kimia keras yang tidak dirancang untuk material kendaraan. Penggunaan cairan pembersih alternatif ini dalam jangka panjang justru menyimpan bahaya laten yang siap merusak komponen kaca, karet, hingga sistem mekanis wiper itu sendiri.

1. Merusak lapisan pelindung kaca dan memicu timbulnya jamur

ilustrasi wiper mobil (freepik.com/pvproductions)
ilustrasi wiper mobil (freepik.com/pvproductions)

Kaca depan mobil modern umumnya dilengkapi dengan lapisan pelindung khusus (coating) yang berfungsi untuk menolak air atau memberikan efek daun talas. Sabun cuci piring memiliki kandungan pembersih lemak yang sangat keras, sementara sampo rambut sering kali mengandung zat pelembap atau silikon. Ketika cairan ini disemprotkan ke kaca dan terpapar terik matahari secara terus-menerus, zat kimia tersebut akan mengikis lapisan pelindung kaca hingga hilang total.

Setelah lapisan pelindung mengikis, kaca mobil akan menjadi lebih kusam dan mudah baret. Sifat sabun yang meninggalkan sisa atau residu juga menjadi masalah baru ketika kering. Sisa-sisa sabun yang tidak tersapu bersih oleh karet wiper akan mengering di sela-sela kaca dan mengeras menjadi kerak. Kerak sisa kimia inilah yang menjadi media paling ideal bagi pertumbuhan jamur kaca, yang membuat pandangan menjadi buram dan berkabut saat berkendara di malam hari.

2. Membuat karet wiper mengeras dan kehilangan elastisitas

Ilustrasi wiper mobil (Pexels/Stas Knop)
Ilustrasi wiper mobil (Pexels/Stas Knop)

Karet wiper membutuhkan kelenturan yang maksimal agar dapat menyapu air secara sempurna tanpa meninggalkan garis-garis air di kaca. Zat degreaser yang terdapat pada sabun cuci piring berfungsi untuk menarik kelembapan dan minyak secara masif. Efek sampingnya, minyak alami yang menjaga kelenturan karet wiper akan ikut terkikis setiap kali cairan pembersih buatan tersebut disemprotkan.

Akibat dari hilangnya kelembapan alami ini, karet wiper akan mengalami proses penuaan yang jauh lebih cepat. Karet akan berubah menjadi keras, kaku, retak-retak, dan kehilangan daya cengkeramnya pada permukaan kaca. Karet wiper yang sudah mengeras tidak hanya gagal membersihkan air hujan secara optimal, tetapi juga berpotensi menciptakan gesekan kasar yang dapat menggores permukaan kaca depan mobil hingga cacat permanen.

3. Menyumbat saluran nosel dan merusak pompa washer

Ilustrasi wiper mobil (Pexels/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi wiper mobil (Pexels/Andrea Piacquadio)

Bahaya yang paling sering luput dari perhatian berada di dalam sistem penampungan air itu sendiri. Sampo rambut dan sabun cuci piring memiliki tingkat kekentalan yang jauh lebih tinggi daripada air biasa. Ketika dicampur di dalam tabung reservoir, formula sabun cenderung mengendap di bagian dasar tabung jika mobil jarang digunakan. Endapan ini lama-kelamaan akan berubah menjadi gumpalan gel atau kerak kapur yang tebal.

Gumpalan kerak sabun tersebut akan ikut tersedot saat tombol washer ditekan, sehingga menyumbat lubang nosel penyemprot yang berukuran sangat kecil di kap mesin. Tersumbatnya saluran ini membuat aliran air menjadi lemah atau bahkan mati total. Lebih parah lagi, tumpukan kerak di dalam tabung akan memperberat kerja motor pompa elektrik (washer pump) untuk mendorong air, yang jika dipaksakan bekerja dalam kondisi tersumbat akan membuat komponen elektrikal tersebut mengalami korsleting dan terbakar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More