Porsche Jadi Mobil dengan Nilai Jual Kembali Tertinggi di China!

- Porsche memimpin nilai jual kembali
- Merek Jerman dan Jepang menunjukkan keunggulan
- Merek mobil China mengalami perkembangan pesat
Laporan terbaru mengenai nilai jual kembali mobil di pasar China tahun 2025 telah resmi dirilis, mengungkap merek mana yang paling mampu menjaga harga aset pemiliknya. Dalam pasar yang sangat kompetitif, nilai depresiasi menjadi indikator krusial bagi konsumen sebelum memutuskan untuk membeli kendaraan baru, baik dari merek lokal maupun global.
Data yang dilansir dari carnewschina.com menunjukkan bahwa Porsche berhasil mempertahankan posisinya sebagai merek dengan nilai jual kembali tertinggi setelah tiga tahun pemakaian. Sebaliknya, beberapa merek mewah lainnya justru harus berjuang menghadapi penurunan harga yang signifikan akibat dinamika pasar dan masalah layanan purnajual di Negeri Tirai Bambu tersebut.
1. Dominasi merek Jerman dan keunggulan Porsche

Porsche menduduki posisi puncak dalam daftar peringkat nilai jual kembali tiga tahunan di China dengan angka mencapai 67,34%. Pencapaian ini menegaskan prestise dan kualitas tinggi yang melekat pada merek asal Jerman tersebut di mata konsumen. Selain Porsche, merek mewah lainnya seperti Mercedes-Benz juga menunjukkan performa kuat dengan nilai 58,50%, diikuti oleh BMW dan Volkswagen yang tetap stabil di angka 50 persen ke atas.
Menariknya, meskipun Porsche memimpin dalam nilai bekas, perusahaan ini menghadapi tantangan finansial yang memicu rencana penutupan 30% diler di China guna menghemat biaya riset. Secara umum, merek Jerman memiliki keunggulan karena citra merek yang kuat, yang membuat harga unit bekasnya tetap diburu oleh pembeli meskipun sudah digunakan selama beberapa tahun.
2. Peta kekuatan merek Jepang dan jatuhnya Infiniti

Di kategori merek Jepang, Lexus menjadi satu-satunya pesaing berat bagi merek Jerman dengan nilai jual kembali sebesar 60,22%. Lexus juga tercatat sebagai satu-satunya merek selain Porsche yang mampu menembus angka di atas 60%. Sementara itu, merek populer seperti Honda dan Toyota menunjukkan konsistensi yang baik dengan nilai di kisaran 56%, membuktikan bahwa durabilitas mesin Jepang masih sangat dihargai di pasar barang bekas.
Namun, nasib buruk menimpa Infiniti yang mencatatkan nilai jual kembali terendah, yakni hanya 37,69%. Rendahnya angka ini sebagian besar disebabkan oleh gangguan spekulatif dalam proses manufaktur serta ketidakpastian layanan purnajual di China. Hal ini menjadi peringatan bagi produsen bahwa layanan konsumen dan stabilitas operasional sangat berpengaruh terhadap kepercayaan pasar serta harga jual kendaraan di masa depan.
3. Kebangkitan merek lokal China di pasar domestik

Merek lokal China juga menunjukkan perkembangan pesat melalui data yang dirilis oleh CADA (Asosiasi Dealer Mobil China). GAC Trumpchi berhasil menempati posisi pertama di kategori merek domestik dengan nilai jual kembali 56,82 persen disusul tipis oleh Tank milik Great Wall Motor di angka 56,32 persen. Angka ini membuktikan bahwa mobil buatan China kini mulai sejajar dengan merek joint venture internasional dalam hal menjaga nilai aset.
Di sisi lain, raksasa kendaraan listrik BYD berada di posisi menengah, sementara Neta mencatatkan nilai terendah di angka 40,14 persen karena masalah finansial yang menimpa perusahaan induknya. Perbedaan nilai jual yang kontras antara merek lokal ini menunjukkan bahwa konsumen China kini semakin selektif dan lebih mempercayai merek yang memiliki ekosistem bisnis yang sehat serta dukungan layanan purnajual yang terjamin.


















